
"Zaed berusaha meyakinkannya, Ini cuma ke salah pahaman "Cuma kamu seorang yang Aa cintai, kalo Aa ga serius Aa gak bakal mau waktu itu datang ke rumah buat ngelamar kamu Neng", ucap Zaed dari lubuk hati yang paling dalam.
Akhirnya Safina berusaha mempercayainya, mungkin karena cemburu Safina jadi berfikir yang tidak baik dan sampai meragukan Zaed.
"Yaudah Aku berusaha percaya" balas Safina.
Zaed juga menyarankan agar jangan terlalu percaya dan dekat dengan Ria, "bisa jadi dia cuma pengen manas-manasi kamu agar hubungan kita hancur, karena salah paham," kata Zaed.
"Eem..iya deh iyaa.." sahut Safina .
_____________________________
Beberapa bulan kemudian
Seminggu sebelum acara Hajatan keluarga, Safina izin untuk pulang, Karena Safina masih berkonflik dengan Bapak, ia pulang di jemput oleh Emak.
Saat sampai di rumah, Safina bersalaman dengan Bapak tanpa menyapa sepatah pun, Bapak juga sama, Sungguh berbeda hubungan seorang anak dengan Bapak yang tadinya sangat dekat, berubah drastis menjadi seperti orang asing.
Rumah ini tidak hangat lagi seperti dulu, Aku jadi kangen masa masa dulu !! gumam Safina.
Lalu Safina ke kamar untuk istirahat, tak lama Emak datang ke kamar duduk di samping safina seraya berkata "Sama orang tua harus saling nanya jangan kayak orang benci, biar kata galaknya Bapak lu, dia begitu juga sayang sama anak mah," kata nasehat Emak.
"Safina gak benci cuma masih kesal, mungkin karena kejadian lalu yang bikin Fina gak nyaman sampai sekarang," ungkapnya.
Lantas Safina juga menanyakan, bagaimana soal kelanjutan Lamaran Haris dan kelanjutan tunangannya, apakah Haris mundur setelah tau Safina menolaknya??
" Haris masih tetap menunggu sampai elu mau nerima dia", Kata Emak.
"Kenapa harus menunggu? emang dia gak tau kalo Safina udah punya pilihan yang lain?", jawab Safina agak ketus.
Emak juga tidak tahu mengenai soal itu, apakah Bapak menceritakannya atau tidak, yang Emak tau Haris mencoba bertahan dan menunggu sampai Safina Mau.
Kayaknya Haris dan keluarganya gak tau kalau aku udah punya pacar, aku yakin kalau mereka tau aku lebih memilih Zaed, Haris bakal mundur gak terus terusan berharap , sebaiknya aku temui ustad Sholeh nanti, biar dia tau yang sebenarnya !! gumam Safina.
__ADS_1
Menjelang sore
Tanpa di sangka dan di duga Safina nekat datang menemui ustad sholeh. Sampai di rumah Ustad Sholeh, Safina di ajak masuk sama istrinya bernama Siti dan di persilahkan duduk.
Siti istri Ustad Sholeh tak menyangka tidak ada hujan tidak ada angin ia di datangi Safina dengan sendiri. "Ada apa maksud dan tujuan Safina datang kesini Fin?" tanya Siti penuh kehangatan.
" Maaf sebelumnya kalo saya ganggu, maksud kedatangan saya kesini, ada yang mau di bicarakan sama Ustad Sholeh."
"Oh kalo gitu tunggu sebentar ya Fin, saya panggil dulu", jawab Siti.
Terdengar Siti dari luar memanggil ustad Sholeh, " Aby ???"
Lalu Ustad Sholeh yang sedang memotong kayu di kebun menyahut dan menanyakan "ada apa Umy ??"
Siti menghampiri seraya berkata dengan nada rendah " Aby ada Safina di rumah katanya ada perlu sama Aby".
Ustad Sholeh terkejut, karena baru kali ini ia di datangi seorang wanita ke rumahnya, karena ingin bertemu dengannya. Ustad Sholeh di kenal sebagai anti, anti bertemu langsung dan melihat wanita yang bukan mahram nya. ia sangat apik dengan keyakinan yang di ajarkan dalam Agama islah.
Lantas ustad Sholeh ke rumah dan menemui Safina, sampai di rumah ustad Sholeh duduk di luar dan Safina di dalam.
Akhirnya Safina menjelaskan tentang penolakannya bertunangan dengan Haris, dan memberitahukan soal hubungannya dengan Zaed.
Safina juga memberitahukan tentang hubungannya dengan Bapak, jadi tidak baik semenjak saling bertolak belakang. ia tak kuat membendung air mata, akhirnya tangisnya pun pecah.
Siti istrinya ustad Sholeh yang sedang mendengarkan di belakang, sontak mendekati Safina seraya berkata "Uusstt sabar Fiin".
Akhirnya Ustad Sholeh memberikan nasehat dan saran, ia menyarankan agar Safina melaksanakan shalat istikharah di sepertiga malam, dan di beri tata caranya, Lalu jika Safina sudah melakukan yang di sarankan oleh ustad Sholeh, ia di suruh kembali lagi menemui ustad Sholeh. Setelah itu ustad menuliskan di kertas Lafadz istighfar pagi untuk penenang hati, untuk Safina agar di berikan ketenangan.
"Ini Ada Amalan istighfar pagi kamu baca setiap pagi ya selesai shalat subuh baca sebanyak banyaknya, agar kamu di beri ketenangan dalam menghadapi urusan dan persoalan," jelasnya.
Safina kemudian menerimanya dan mengucap terimakasih atas saran dan nasehatnya, ia lantas pamit untuk pulang dan memohon maaf jika ada kata kata yang lancang.
__________
__ADS_1
Sampai di rumah, Safina yang terlihat biasa biasa saja, semua yang ada di rumah tidak mengetahui kalau Safina habis menemui ustad Sholeh.
DI SEPERTIGA MALAM
Safina bangun dan melaksanakan shalat sunah istikharah, sebelum melaksanakannya ia melaksanakan shalat sunah taubat terlebih dahulu.
Saat itu yang selalu ada dalam ingatannya terus teringat nama Zaed, ia terbayang bayang dalam doa, Karena teringat hubungannya yang rumit ia tak kuat menahan pilu Safina merintih dalam sujudnya .
Zaed yang terbangun dalam tidurnya, ia lantas sontak teringat dengan Safina. Zaed pun tak lama kemudian pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, lalu melaksanakan shalat sunah tahajjud dua raka'at.
Di atas sajadah mereka saling mendoakan, dalam tasbih mereka temukan ketenangan, datang rasa keyakinan bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang di dasari dengan keyakinan hati dan iman.
Beres shalat safina melipatkan sajadah dan kembali berbaring di tempat tidur, sambil tarik nafas lega.
Keesokannya
Bapak tiba tiba datang menegur Safina,
ternyata Bapak sudah mengetahui kedatangan Safina kemarin yang menemui ustad Sholeh.
"Ngomong apa lu kemaren sama ustad Sholeh?" tanya Bapak mulai geram.
Safina diam terpaku.
"Elu udah bener bener nekad dateng ke rumah ustad Sholeh, abis di apain lu sama si Zaed?
sampai kaga tau malu begitu dateng ke rumahnya nangis nangis minta jangan di nikahin sama si Haris."
Bapak semakin geram dengan sikap Safina dan menganggapnya habis di guna guna membawa bawa nama Zaed.
"Kalo bukan karena dia siapa lagi?? ini semua emang karena nama Si Zaed zaed itu, gua dari awal udah kaga suka sama dia, sampai kapan juga gua kaga bakal ngerestuin hubungan lu sama dia",Tegas Bapak sangat Emosi.
Safina masih diam terpaku, sambil meneteskan air mata karena tak kuat menahan bendungan air mata.
__ADS_1
Dengan geram Bapak mulai melontarkan kata kata yang membuat hati Safina semakin pilu,
"Bener bener udah di guna guna lu sama si Zaed, sampai kaga tau malu, sama orang tua juga udah membangkang, Nyakitin banget jadi anak !!!"