
Zaed yang tak tau apa apa tiba tiba di tuduh membawa Safina.
"Bu tolong jaga ucapannya !! saya yang ga tau apa apa tiba tiba ibu menelpon menuduh saya membawa Safina, tanpa bertanya dulu lebih jelas. Kenapa ibu menuduh saya kayak gini ?? apa ada buktinya ??" tegas Zaed.
Bibi yang tadinya So tau sudah menuduh Zaed, akhirnya terdiam malu, dan meminta maaf atas ucapannya, Zaed pun memaafkannya.
Sudah menjelang malam Safina tak juga di temukan, Emak dan Bapak semakin khawatir memikirkan keberadaannya. Safina yang sedang bersembunyi di kontrakan, terlihat santai dan tenang karena dia tak ingin orang kontrakan mencurigainya, bahwa ia sedang kabur dari rumah.
Zaed mencoba menghubungi Safina, ingin tau keadaan dan keberadaannya saat itu. Safina menolak panggilan Zaed, ia benar benar tidak ingin di ganggu oleh siapa pun, namun dalam hati kecilnya ia sangat butuh Zaed untuk jadi teman curhat, yang mau mendengarkan segala kesedihannya.
Ternyata Aang selaku pemimpin PONDOK PESANTREN pun mengetahui, kalau Safina kabur dari rumah karena Zaed yang telah memberitahukannya. Saat itu Aang juga mencoba kirim pesan Wa ke Safina dan memberikan arahan dan nasehat kepadanya.
Sudah beberapa kali Zaed menelpon, tak juga di angkat, Akhirnya Zaed mengirimkan pesan WA kepada Safina .
" Neng kenapa Aa telepon ga di angkat angkat, Aa khawatir, kamu sekarang ada di mana ??
tolong angkat teleponnya, sebentar aja??"
Darimana A Zaed bisa tau kalau aku lagi ga di rumah !!!
Akhirnya Safina luluh dan mau menerima telpon Zaed. Karena Safina tidak ingin orang kontrakan tau, ia pergi keluar sebentar untuk nerima panggilan Zaed.
" Neng coba ceritain apa yang terjadi sama kamu, kenapa Neng bisa kabur dari rumah??tanya Zaed dengan rasa khawatir. "
"Aa tau Aku kabur dari rumah kata siapa??..." "Tadi Bibi Neng telpon, Aa di tuduh bawa Neng kabur."
Astagfirullah keterlaluan banget Bibi, sampai menuduh A Zaed kayak gitu !!!
Lalu Safina menceritakan kejadian yang sebenarnya, sambil menangis karena tak kuat menahan kesedihannya.
Zaed memberikan Nasihat dan semangat kepada Safina. Agar bisa melewati ujian yang sedang di hadapinya.
" Kita harus sabar dan tawakal melewati ujian dan rintangan ini bersama sama yah, kalo ada apa apa Neng kasih tau. Aa ga mau kamu memendam beban sendirian, Aa benar benar ga tega mendengar kejadian kamu saat ini Neng."
__ADS_1
Safina terus menangis, campur haru, karena di saat seperti ini Zaed sangat peduli kepadanya.
Hati nya sudah mulai tenang setelah mendapat Arahan dan Nasehat dari Aang dan Zaed, Safina merasa tidak sendiri lagi, karena ada Zaed yang selalu mendukung di kala suka dan duka. Tampak terlihat senyum haru yang membasahi pipi Safina, kini ia kembali tenang.
Kemudian Safina melanjutkannya lewat WA dan kembali ke kontrakan, untuk bermalam di sana.
Tiba tiba Ibu kontrakan bertanya soal alamat rumahnya dan menanyakan lagi soal kenapa bisa nyasar sampai ke sini. Lalu Safina mengaku ingin ke rumah saudaranya, namun lupa lagi jalannya.
" Yaudah kalo gitu besok ibu hantarkan kamu ke alamat rumah saudara kamu yah". ucap ibu kontrakan.
Di pertengahan malam Safina ada pesan Wa dari Ustad Sholeh.
" Assalamualaikum Fin".
Namun Safina enggan membalasnya.
Kemudian ada panggilan dari Mamang nya yang bernama Rijal. "Nomornya mah aktif " ucapnya. Ternyata Kaburnya Safina dari rumah sudah menyebar ke keluarga Haris. sampai mereka ikut serta untuk mencarinya.
Mang Rijal selaku Mamang nya Safina, suami dari Bibinya, mencoba mensyarea't keberadaan Safina dengan kelebihannya yang ia punya. Setelah selesai di syarea't ternyata Safina tak jauh dari rumah, dia ada di sekitar kampung ini.
"Kalo di pikir pikir, tadi kita mengapa cari cari ke rumput rumput ya, kan kaga mungkin Safina sembunyi di rumput " ucap Bang Ruman teman Bapak yang juga ikut membantu mencari Safina dengan senter.
Bapak dan Mang Rijal, tak tahan menahan tawa saat mendengar ucapan Bang Ruman tadi.
" Jadi kaya orang lagi nyari jangkrik kita ya Bang, Hahaha " ucap Bapak dengan canda.
Suasana malam di pondok pesantren
Suasana Pondok pesantren, Para Santriawan dan Santriawati taklim di masjid pusaka, Saat itu yang mengajarkannya A Faqih, ia di kenal sebagai guru yang Cool, lembut dan sabar dalam mengajar, selain lembut parasnya juga menawan, tak sedikit santriawati yang mengaguminya termasuk Hana dan Alfie.
Ya Ampun ini mah gue bukannya fokus ke papan tulis, malah salpok sama wajah ganteng nyaa, Aaawww !!! gumam Hana.
Sedangkan Alfie selalu sibuk merapihkan jilbabnya, saat taklim tak pernah lepas sama cermin yang ia bawa. Karena ia selalu ingin dapat simpati dari A Fakih saat taklim.
__ADS_1
" Jangan ngaca melulu, lama kelamaan nanti juga retak itu kaca" ucap Hana.
" Apa sih bilang aja IRI Liat inces selalu Cantik " Balas Alfie dengan alay.
" Alay ih Mit amiiit !! " timpal Hana.
Keesokan hari
Ibu kontrakan siap siap untuk mengantarkan Safina ke rumah saudaranya, sepertinya ibu kontrakan sama tetangganya mulai curiga sama Safina, mereka menduga Safina bukan nyasar tapi kabur dari rumah.
Sebelum berangkat Safina sudah memikirkan setelah ini akan kemana, Safina pergi di antar sama ibu kontrakan naik motor, di perjalanan Safina tampak khawatir takut ada yang melihatnya.
Tak lama kemudian Safina sampai di depan rumah saudaranya, Safina mengucap rasa terimakasih karena sudah di perbolehkan untuk tinggal semalaman di kontrakannya.
Tok tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu, Saudaranya Safina bernama Aminah membukakan pintunya. Bibi Aminah tak menyangka dengan kedatangan Safina dan agak sedikit heran. tidak biasanya ia datang dengan sendiri, biasanya ia datang berkunjung dengan Bapak, itu juga setahun sekali kalau mau lebaran saja.
" Kamu kesini sendiri Fin" ? tanya Bibi Aminah.
" Iyah Bi, Eemm Safina lagi ada masalah di rumah, jadi Fina terpaksa kesini, pengen nenangin diri."
" Loh emangnya kamu lagi ada masalah apa, kamu di marahin Bapak emangnya ??"
"Iyah !! sahut Safina.
Ternyata sebenarnya Bibi Aminah memang sudah mengetahui permasalahan Safina, dan masalah kabur kemarin, tapi Bibi tidak memberitahukannya, Malah pura pura tidak mengetahuinya.
Bibi menanyakan soal permasalahan Safina, lalu Fina menceritakan nya, tapi Safina terlihat santai dan tenang saat itu.
" Kamu kalo mau mandi salin nya di kamar depan yah, nanti Bibi siapkan pakaian nya, kamu istirahat aja nanti di kamar depan."
" Sebelumnya Aku minta maaf kalau udah merepotkan Bibi" ucap Safina.
__ADS_1
" Ngga Fin sama sekali ga ngerepotin ko, Bibi maklumi sama permasalahan yang lagi kamu hadapi, mudah mudahan Bapak segera kebuka pintu hatinya yah ."