
"Neng??" kata Zaed sambil melirik.
Safina diam terpaku ia hanya tersenyum malu, lantas Safina pergi meninggalkan Zaed yang sedang di dapur.
Safina tampak senyum senyum sendiri, ia tidak menyangka ada Zaed begitu saja.
Ya Allah kenapa ini kebetulan sekali !! gumamnya rasa bahagia.
Hikam menanyakan perasaan Zaed setelah bertemu Safina, "gimana rasanya pas ketemu Safina??" ucapnya sambil menyeduh kopi.
Zaed terdiam karena malu untuk menjawabnya, ia malah mengalihkan pertanyaan Hikam. "Aduh ko perut Ana mules ya" ucap Zaed sambil pura pura.
"Hah..kebanyakan nahan rindu jadi mules tuh Ente Hahaha", timpal Hikam dengan leluconnya.
Selesai solat berjamaah para santri kembali ke kobong nya masing masing, kemudian setelah itu, kumpul kembali di majlis Haqiqi, karena ada kegiatan MUHADHOROH (suatu rangkaian kegiatan atau proses, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan tertentu, pedoman bagi gerak langkah kegiatan dakwah.
Dalam acara tersebut Safina dan Jenal selaku ketua kobong (kamar asrama), akan memberikan sambutan sambutan. Yang mana sambutan tersebut akan memberikan poin poin penting untuk seluruh santriawan santriawati.
Saat giliran penyambutan dari ketua kobong asrama putri, Safina begitu lantang saat menyampaikan poin poin penting untuk para santri, ada satu santri lelaki yang masih kelas ibtidaiyah secara terang terangan menyukai dan mengagumi Safina, bernama Aldi.
Selesai MUHADHOROH Aldi dari kelas ibtidaiyah, yang masih seusia anak SMP begitu nekad, menuliskan surat untuk Safina, lewat temannya ia menitipkan surat untuk nya, dalam isi surat tersebut Aldi mengungkapkan isi hati dan ke kagumannya.
Hana yang saat itu menyaksikan surat tersebut,
tercengang setelah membacanya, " Aha.. geli aku bacanya, ya ampun sumpah nekad banget itu anak, ungkapin perasaanya ke kamu lewat surat, bener bener Soo Sweeett kata katanya, gokil gokil !!!" ucap Hana sambil tepuk tangan karena salut.
Safina yang tampak senyum senyum sendiri saat membaca surat tersebut tak habis pikir, belum lama ini ada yang mengantarkan surat juga dengan ungkapan yang hampir sama, sekarang ada lagi yang baru , gumamnya.
Terdengar suara dari kobong dua yang menjerit, Safina dan Hana bergegas ke kobong dua.
" Ada apa ini rame rame ??" tegas Safina.
Ternyata Ria sama Alfi saling menjenggut rambut, Lantas Safina berusaha memisahkannya, " Hey udah udah, malam malam ko pada berantem sih ? bukannya pada tidur, Tegas Safina.
" Tau nih, kalo mau pada berantem jangan di kobong kabet tau, di lapangan sana lebih lega ", ucap Hana dengan ketus.
Ria Santriawati baru memang terlihat agak sensitif, cendrung cepat kesinggung.
__ADS_1
Lalu Safina berusaha mendamaikan mereka berdua. " Lain kali jangan kayak anak kecil lagi ya ? beradaptasi lah dengan baik," jelasnya.
Pagi pukul 07.00
Kegiatan jumsih (jumat bersih bersih)
Seluruh santriawati saling bergotong royong, membersihkan halaman kobong asrama, masjid dan majlis , Karena hari itu hari libur, seluruh santri di bebaskan mengambil Hand phone nya di kantor.
"Fin ayu ambil HP kita?" Hana mengajak sudah tidak sabar.
Lantas Safina teringat lagi kejadian waktu itu, saat ke kantor untuk mengantarkan HP, ada Zaed di sana. " Kalo yang kesana kamu aja sama Alfi gimana? aku nitip aja ", ucap Safina.
" Hmm..Aku tau!! kamu pasti takut ketemu ayang lagi kaan hehe..Ayo ngaku??"
"Eemm...Iya, udah PUAS !!!" sahut Safina sambil menyodorkan wajahnya.
Zaed terlihat sedang melamun di depan kolam Kobong asrama putra. Safina lagi apa yah sekarangkan hari jumat, HP nya pasti aktif. gumam nya.
"Assalamualaikum" ucapan kompak salam Hana dan alfi di depan kantor.
"Waalaikum salam" ternyata yang menjawab A Hikam, sambil menyuruhnya masuk.
A Hikam menyapa , Hana pun membalasnya, Alfi yang polos, merasa aneh dengan sikap Hana dan A Hikam saat itu.
Kok cuma Hana yang di sapa, aku nggak, tapi kayak ada yang aneh sama sikap Hana sama A Hikam !!! gumam Alfi mulai curiga.
Alfi juga berharap di tegur dengan A Faqih, ternyata tidak, karena A Faqih sangat sibuk saat itu. Aku ga di lirik lirik dari tadi, ih sebel !!!
Dan Setelah Hana juga Alfi kembali ke kobong, Safina teringat Zaed, ia mengirimkan Chat menanyakan kabar, Zaed lantas menghubunginya Safina memberitahukan kalau dia tidak jadi bertunangan dengan Haris, dan menceritakan kejadian kejadian saat itu. Zaed merasa lega setelah mengetahuinya.
"Kalo gitu Aa masih ada kesempatan dong memiliki Eneng seutuhnya?"
Safina senyam senyum bahagia, hatinya kembali berbunga bunga, " Kan Aku emang milik Aa seutuhnya," Balas Safina.
" Aa jadi makin sayang sama kamu Mmmuuaachh" suara kecupan romantis Zaed.
Kok diam ?? kata Zaed.
__ADS_1
Safina diam karena terkejut dengan suara tadi,
"Bingung mau jawab apa",ucapnya.
"Hah kamu Neng suka bikin Aa GREGET!!!"
Ria yang masih terlihat kesal dengan Alfi, dia malah ingin pindah ke kobong momor 4 sekamar dengan Safina, Ria Lantas pergi menemui Safina untuk memberitahukannya.
"Assalamualaikaum kreeeekkk..."ucap Ria sambil membuka pintu.
Safina yang masih sedang telponan dengan Zaed, lantas menjawab salam Ria
"Wassalamualaikum, Eh kamu Ria ada apa?"
Safina bertanya soal maksud kedatangannya,
"Maaf kalo ganggu, Terusin aja dulu teh neleponnya" ucap Ria rasa tidak enaknya.
Zaed mulai bertanya tanya saat mendengar nama Ria, ia merasa tidak asing lagi mendengar suaranya, dan Zaed mulai bertanya soal nama Ria yang barusan Safina sebut.
" Neng kamu lagi ngobrol sama siapa?" tanyanya dengan penasaran.
"Oh itu, barusan ada Ria dia santri baru di sini" jawab Safina.
Ria santri baru ??? apa iya itu Ria yang aku maksud?? gumam Zaed.
Zaed tampak khawatir kalau yang ia duga itu ternyata benar, Karena ia khawatir Ria menceritakan soal masa lalunya dengannya dan mencoba mengganggu, lantas Safina merasa terganggu.
" Aa kalo gitu ngobrolnya udah dulu yah, kita lanjut WA aja?"ucap Safina, merasa tidak enak karena ada Ria seperti ada yang mau ia bicarakan.
Lalu Safina bertanya soal maksud kedatangannya ke kobong 4. " Jadi gini teh, aku kalo pindah kobong di bolehin ga?" tanya Ria.
"Kenapa kamu pengen pindah kobong? apa karena kejadian kemarin yang bikin kamu pengen pindah?" kata Safina.
Ria merasa tidak suka dengan penghuni kobong 2, karena itu dia ingin pindah ke kobong 4 sekamar dengan Safina, ia berfikir kalau dengan Safina dia bisa lebih baik lagi.
"Selain itu aku juga merasa tidak cocok sekamar sama mereka teh", sahut Ria.
__ADS_1
Karena kebijakannya Safina mengizinkan Ria untuk pindah ke kobong nomo 4.
"Yaudah kamu boleh pindah ke kobong Aku sekarang juga", jelasnya.