Cintai Aku Pak Dosen

Cintai Aku Pak Dosen
Perkataan Yola Yang Menyentuh Hati Rei


__ADS_3

Di Apartement


Yola yang meraskan pergerakan pintu yang akan dibuka. Dia langsung berdiri didepan pintu, dengan jarak satu meter dengan mengarahkan pistol ke arah pintu.


Pria yang tadi menyetir mobil sangat kaget. Dia melihat Yola yang mengarahkan pistol kepadanya. Dia langsung menutup pintu dan meminta ampun.


Ketika Yola memperlihatkan peluru yang ada di pistol tersebut. Pria itu semakin memohon ampun.


"Ceritakan kepada saya yang sebenarnya. Kamu tahu? Saya sudah mengirimkan rekaman percakapan kamu dan teman kamu saat di mobil. Kalian kerjasama membunuh gadis yang bernama Salma."


"Tapi itu,"


"1, 2, "


"Baik-baik. Akan saya ceritakan. Tapi janji, jangan masukan saya ke dalam penjara. Saya hanya disuruh oleh Tuan."


"Sebelum kamu ceritakan semuanya kepada Saya. Ada baiknya, saya tahu nama kamu."


Pria yang dua tahun lebih tua dari Revan itu, bernama Azka faiz.


Singkat cerita, Azka tersebut menceritakan semuanya kepada Yolanda. Setelah Yolanda mendengar semua ceritanya. Dia meminta Azka untuk membebaskan dirinya.


Namun, sebelum dia dibebaskan. Azka punya alibi. Dimana, cctv yang dimatikan Yola akan dihidupkan kembali. Kemudian mereka akan berakting. Dimana Azka pura-pura baru datang. Sedangkan Yola, baru turun dari kasur dan mengulangi tingkahnya sampai dia mengarahkan pistol ke Azka. Merka berakting dengan sangat bagus. Hingga Yolanda bisa keluar Apartemen itu. Sebelum pergi, dia menuliskan nomor Azka untuk bisa kerjasama mengungkap aya yang terjadi sebenarnya.


Dewa yang sudah berada dijalan menuju Apartemen ditelpon oleh Azka. Dia menjelaskan bahwa Yola kabur dan akan menembak dirinya. Agar Dewa percaya. Azka memintanya untuk membuka cctv. Padahal saat itu, Azka masih bersama Yola. Dia memberikan beberapa uang lembar untuk Yola kabur darisana.


Ketika Dewa sedang mengecek cctv melalui hpnya. Yolanda pergi, dia berpisah dari Azka. Sedangkan Azka sendiri masih diluar, pura-pura mencari Yola.


Saat itu, Yola berlari yang arahnya tidak tahu akan kemana.


Revan dan Rei terjebak lampu merah. Revan membuka WA nya untuk mencoba menghubungi Yola. Namun, dia dipusatkan kepada pesan suara yang dikirimkan Yola saat didalam mobil itu. Ketika dia mendengarkanya, dia sangat kaget. Sayangnya, pria yang berbicara direkaman tersebut hanya menyebutkan nama "TUAN" tanpa menyebutkan nama Tuannya tersebut. Sehingga itu membuat Revan penasaran.


Dewa yang sudah melihat rekaman cctv tersebut sangat marah dan geram. Harusnya dia sudah menyingkirkan Yolanda. Gadis yang dia anggap kekasih barunya Revan. Dia sangat tidak ingin Revan sampai menikah. Karena yang dia takutkan ketika Revan sampai menikah, dia akan dikeluarkan dari Perusahaan tersebut. Karena Revan akan menjadi CEO.


Misi kedua untuk melakukan pembunuhan pun gagal. Membuat dia benar-benar sangat mengumpat kesal. Akhirnya, dia berbelok arah. Dan tidak pergi ke Apartemen. Melainkan ke sebuah Cafe untuk menemui Melinda. Orang suruhan Revan, terus membuntuti kemana dia pergi. Dan terus memberikan kabar kepada Revan.

__ADS_1


Yola yang saat itu, sudah berada dijalan Raya. Dia memberhentikan angkot. Lalu dia bermaksud pergi ke Pasar untuk membeli baju ganti dan chargeran hp. Cerita Azka membuat dirinya enggan bertemu Revan dan Rei.


Saat itu, dia bermaksud untuk menginap disalahsatu Hotel. Hanya untuk malam itu saja. Dengan maksud, besok paginya. Jika Rei berangkat ke Kampus. Dia akan masuk ke ruang rahasia itu.


Sesampainya di Pasar. Dia membeli satu pasang pakaian, khusus bagian dalam. Satu Jaket. Dan satu stel celana yang dipasangkan dengan kaos. Pakaian itu dikantongi dengan paparbag coklat.


Setelah itu, dia pergi ke toko untuk membeli chargeran sekalian ikut mencharger hpnya sebentar. Dengan alasan urgent.


Revan dan Rei yang sudah tiba di Apartemen itu. Langsung menanyakan keberadaan Yola dengan memperlihatkan fotonya. Resepsionis yang melihat Yola digendong oleh seorang pria. Langsung memberitahukannya kepada Revan. Dia dan Rei langsung masuk ke Lift lalu menuju ke kamar yang ditunjukan Resepsionis. Saat mereka sudah tiba didepan pintu kamar. Dia melihat pintu kamar tersebut terbuka. Lalu mereka langsung masuk.


Nihil. Tidak ada siapapun didalam. Hanya ada selimut yang acak-acakan bekas Yola. Revan dan Rei kaget. Mereka mencoba membuka selimut itu untuk mencari petunjuk. Namun, disana tidak ada sedikitpun petunjuk. Revan mencoba kencsri ke kamar mandi.


Sedangkan Rei mencoba untuk mencari petunjuk diluar kamar. Lalu, dia dikejutkan dengan kunci motor yang terjatuh didekat pintu. Dia buru-buru membawanya.


"Kunci motor ini? Apa yang terjadi dengannya?" Suara Rei didengar Revan.


"Kenapa?"


Rei tidak menjawab. Dia hanys mencengkram kerah kemeja Revan.


"Gak usah pura-pura gak tahu. Apa yang anda lakukan terhadapnya? Dimana dia sekarang?"


Rei melepaskan cengkramanya dan sedikit mendorong Revan.


"Saya tidak tahu ini rencana siapa. Saya sangat khawatir dengan keadaanya."


"Jadi anda mulai peduli?"


Rei hanya tercengang mendengar pertanyaan Revan.


Yolanda saat itu sedang mengaktifkan hpnya.


"Sebenarnya, aku tidak mau bertemu Rei dan Revan. Hanya saja aku butuh kunci tempat rahasia itu."


Dia yang sedang menggerutu langsung memasukan nomor hp Azka. Setelah itu, dia menelpon Revan.

__ADS_1


Revan yang saat itu, sedang berada di Lift bersama Rei mendapat telpon dari Yola. Dia sangat kaget. Agar Rei lebih percaya bahwa bukan dirinya yang menculik Yola. Revan meloadspeaker telponnya.


"Yola menelpon." ucap Revan sambil mengangkatnya. Rei penasaran.


"Kamu dimana Yola?"


"Aku gak tahu ada dimana. Tapi aku akan sharelok sekarang. Aku harus bertemu kamu."


Revan terkejut karena tidak enak sama Rei.


"Kenapa bertemu dengan saya? Memangnya suami kamu kemana?"


"Aku sudah menelponnya. Apa dia menemuimu?"


Revan melirik Rei. Rei hanya mengisyaratkan agar Revan tidak memberitahukanya.


"Tidak."


"Sangat sedih. Kamu tahu kan aku mencintainya?"


Rei hanya terdiam.


"Ya tahu."


"Sikapnya itu, belum membuatku putus asa. Aku akan terus berusaha agar suatu saat nanti dia membalas cintaku."


"Hem. Dengan keadaan yang sedang tidsk baik-baik saja kamu terus mengingatnya."


"Tentu. Dia suamiku." Tertawa kuda.


"Sharelok sekarang!"


"Oke." Yola mematikan telponnya dan mengirimkan sharelok.


Revan mematikan telponnya. Rei yang mendengarnya berusaha tetap tenang. Walaupun, hati dia benar-benar tersentuh oleh perasaan istrinya.

__ADS_1


"Maaf. Saya belum bisa menjaga kamu. Walapun saya belum mencintai kamu. Tapi kamu tanggungjawab saya. Saya salah. Maaf saya benar-benar seorang pria yang lemah. Saya belum bisa untuk adil dalam memposisikan sesuatu."


Nb: Adil itu memposisikan sesuatu pada tempatnya. Posisi Rei saat itu. Harusnya dia mampu menyelesaikan kasusnya, tanpa harus menyakiti istrinya sampai lengah dalam menjaganya.


__ADS_2