Cintai Aku Pak Dosen

Cintai Aku Pak Dosen
Bersenang-senang di Tanah Abang


__ADS_3

Di Tanah Abang


Yolanda sudah sampe diparkiran Pasar Tanah Abang. Lalu dia keluar bersama Imelda. Karena lapar, mereka pergi ke tukang mie ayam. Sambil menunggu kedatangan Azka.


Beberapa menit kemudian, Azka datang ke tempat tersebut.


"Azka? Ayo duduk!" ajak Yola.


"Gimana?" tanya Azka.


"Nanti ya, setelah makan ini. Disini ada sahabat saya tuh." ucapnya sambil menunjuk Imelda yang sedang ngobrol dengan tukam mie ayam.


"Gimana caranya kalau ada dia disini?"


"Tenang! Dia mah orangnya ngerti kok. Nanti sebelum ke toko baju. Saya ajak dia karaokean dulu."


"Jangan lama-lama! Ini udah mau magrib. Saya harus nganterian Dewa dan keluarganya ke Restoran."


"Oh iya ya. Yaudah. Kamu mau makan gak?"


"Boleh deh."


"Imel mel. Satu lagi yah" teriak Yola.


"Buat siap? Siapa." Imelda melihat Azka kaget.


"Bang satu lagi yah." titah nya sambil berlalu menghampiri Yola dan Azka.


"Yola? Ini siapa?" Melirik Azka sambil tersenyum penasaran.


"Kenalin saya Azka. Teman barunya Yola."


"Oh iya iya. Nah, gitu dong. Langsung kenalan. Kan gak kaku hehe. Udah pesan minum belum?"


"Belum."


"Oke deh saya pesanin." Imelda kembali berlalu.


"Aduh." Yola melihat jam di hpnya.


"Kenapa?"


"Kayanya gak bakalan keburu deh kalau kita ngobrol lama. Sini saya bisikan aja."


Azka mendekati Yolanda


"Allah memudahkan semuanya. Kebenaran telah terungkap ka. Ternyata Salma itu, kakak tirinya Dimas sahabat aku. Bu Laila itu Dosen dikampus aku ka. Semua bukti ada ditas aku nih."


Azka kaget.


"Serius? Kamu dapat darimana?"


"Ceritanya panjang. Intinya, Suami aku tuh yang aku ceritain ke kamu di chat waktu itu. Dia kan dekat sama Laura. Nah, Laura kan mantanya Revan. Suamiku kerjasama sama Dimas. Mereka akan menyelidiki Revan. Mereka menyangka Revan yang membunuh Salma."


"Kok bisa mereka kerjasama?"


"Karena Salma terbunuh di Hotel milik suamiku. Kamu bawa tas kan?"


"Iya bawa."


Yola membuka tasnya. Dan memberikan berkas kepada Azka. Lalu, Azka buru-buru memasukannya ke dalam tas.


Beberapa menit kemudian Adzan magrib tiba


Mereka bertiga masih memakan mie Ayam.


Azka yang buru-buru tidak menghabiskan makanannya dengan alasan kenyang karena minum air. Dia lalu pamit pulang.


Sedangkan Yola dan Imel, mereka akan melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu. Lalu setelah itu, mereka akan karaokean ikut dengan anak-anak angklung jalanan.


Di Panti Asuhan


Revan yang saat itu baru melaksanakan shilat magrib mendatangi Karina. Saat itu, Karina sedang berada diruang bayi.


"Mah?"


"Kenapa van? Udah magribnya? Duduk" Karina mendekati Revan.


"Mah? Kemarin Yola diculik sama seseorang."


"Astagfirullah. Siapa?"


"Aku gak tahu mah. Tapi aku curiga sama Dewa mah. Karena saat itu, Yola ngasih rekaman. Terus pria direkaman itu menyebutkan kenapa tuan nya selalu menyingkirkan gadis yang dekat dengan aku mah."


"Kenapa kamu bisa curiga sama Dewa?"


"Karena saat itu, aku gak sengaja mendengar percakapan dia dengan seseorang ditelpon mah."


"Terus?"


"Dan aku sepertinya mengenal suara direkaman tersebut mah."


"Siapa?"


"Azka mah."


"Azka? Azkafaiz kan? Azka anak angkat papah?"


"Iya mah. Tapi saat di Cafe aku nanya dia. Katanya bukan. Dia bilang mungkin sja susra pria di rekaman tersebut dan suara dirinya sama. Terus dia malah tertawa."


"Yasudah. Jangan difikirkan. Yang penting kamu sekarang harus menjaga Yola. Dia sdik kamu sekarang van."


"Iya mah."


Waktu menunjukan pukul 18:30.


Saat itu Yola dan Imel baru saja selessi melaksanakan sholat. Lalu mereka mendekati anak-anak pemain angklung jalanan yang sedang ngamen. Karena Yola sudah menggebu-gebu ingin bernyanyi. Akhirnya diapun memberikan uang kepada mereka dengan syarat dia ingin ikut bernyanyi.


Imel yang suaranya pas-pasan hanya akan berjoget bersama penonton dan merekam Yola bernyanyi.


"Oke. Satu lagi nih. Dari gadis cantik. Mau membawakan lagu apa nih?" tanya salahsatu pemain yang memegang mic.


"Terlena boleh deh. Boleh kan penonton?" tanya Yola ramah.

__ADS_1


Penonton bersorak ingin langsung mendengarkan lagunya.


Yola duduk didepan sambil memainkan gitar. Sebelem musik angklung mengiringinya. Yola menyanyikan bait lagu yang hsnya diiringi oleh gitarnya.


_Sungguh aku bahagia


Benih cinta yang kau tanam


Bersemi indah di hati_


Sungguh sangat lembut suaranya. Semua penonton takjub.


Yola yang merekamnya. Langsung dikirimkan ke status Wa dengan caption "Bakat Anak Seni" dan mencantumkan lokasi "Tanah Abang"


Suara tabuhan gendang, angklung, dan musik yang mengirinya membuat semua penonton bergoyang.


Terlena (Ike Nurjanah)


Masih terngiang di telingaku


Bisik cintamu


Betapa lembut dan mesranya


Aku terlena


Terlena


Kuterlena


Tiada terasa air mataku


Basahi pipi


Aku terharu dan terbuai


Aku terlena


Terlena


Kuterlena


Sungguh aku bahagia


Benih cinta yang kau tanam


Bersemi indah di hati


Jangan menjadi duka


Bersama kita selamanya


Kuterlena


Dalam buai


Asmara


Sungguh aku bahagia


Benih cinta yang kau tanam


Bersemi indah di hati


Jangan menjadi duka


Bersama kita selamanya


Kuterlena


Dalam buai


Asmara


Masih terngiang di telingaku


Bisik cintamu


Betapa lembut dan mesranya


Aku terlena


Terlena


Kuterlena


Terlena


Kuterlena


Dimas yang saat itu baru selesai makan, melihat status wa Imel. Spontan dia kaget. Lalu buru-buru langsung meminta Imel mengirimkan videonya.


"Mel kirim kesini videonya!" chat status Imelda dibalas Dimas.


"Iya iya. Buat apa emang?" balas Yola sambil memgirim videonya.


"Kepo banget. Kok kamu ikut kesana, katanya lagi sakit mel."


"Haha. Sakit hati diputusin Devan. Udah! Gak usah ngerspon lagi. Saya mau belanja dulu sama Yola."


Dimas hanya membacanya. Lalu dia mengirimkan video itu ke Rei, dengan caption. "Sudah saya bilang pak. Coba belajar mencintainya. Dia gadis cerdas, pemberani, dan ekstrovert. Harusnya bapa perhatiin pergaulan dia."


Rei yang saat itu sedang melihat grup chat karyawan Hotel nya, langsung membuka video itu.


_Sungguh aku bahagia


Benih cinta yang kau tanam


Bersemi indah di hati_


"Cantik. Merdu sekali suara kamu yol. Maafkan saya yang belum bisa mencintai kamu. Tapi saya janji, saya akan mengusahakannya. Saya akan berusaha melupakan dia."


Karena kepikiran caption Dimas, Rei yang saat itu teringat Yola langsung menelponnya.

__ADS_1


Saat itu Yola akan menyayikan sedikit bagian lirik lagu.


"Dan jika hati, sudah?" Yola mengarahkan mic ke penonton.


"Sudah tak cinta." Sambung semua penonton.


"Mau lagu itu?" tanya Yola ke Penonton.


"Mauuuuuu" Penonton bersorak.


"Musiiiik." titah Yola


Maafkan aku, Sayang


Harus meninggalkan kamu


Dan kumohon lupakan aku


Di dalam hidupmu


Jangan kau datang lagi


Cinta telah aku kemasi


Dan ku harus beranjak pergi


Jangan kautangisi


Dan jika hati sudah tak mau


Maka jangan datangi aku lagi


Sampailah di sini kisah kita, Kasih


Aku harus pergi


Dan jika hati sudah tak cinta


Maka jangan pernah engkau memaksa


Aku telah lelah dengan semuanya


Sampai di sini saja


Jangan kau datang lagi


Cinta telah aku kemasi


Dan ku harus beranjak pergi


Jangan kautangisi


Ho-wo-oh-oh


Ha-ah-ah


Ho-wo-oh-ah-ah


Dan jika hati sudah tak mau


Maka jangan datangi aku lagi


Sampailah di sini kisah kita, Kasih


Aku harus pergi


Ho-oh-oh (ku harus pergi)


Dan jika hati sudah tak cinta


Maka jangan pernah engkau memaksa


Aku telah lelah dengan semuanya


Sampai di sini saja


Dan jika hati sudah tak mau (tak mau)


Maka jangan datangi aku lagi


Sampailah di sini kisah kita, Kasih


Aku harus pergi (ho-oh)


Dan jika hati sudah tak cinta (tak cinta)


Maka jangan pernah engkau memaksa


Aku telah lelah dengan semuanya


Sampai di sini saja


Aku telah lelah dengan semuanya


Sampai di sini saja.


Imel yang masih saja merekam Yola. Lagi-lagi mengirimkan rekaman itu ke statusnya.


Dimas yang masih menatap layar hpnya. Lagi-lagi kepo dengan status Imel. Dia pu kembali meminta video itu dan mengirimkannya ke Rei dengan caption "Tuh kan. Benar saya bilang. Coba lihat! Udah mirip biduan. Hanya saja dia tidak bergoyang. Kalau nggak suruh goyang depan bapa hahha."


Rei yang penasaran langsung membuka video tersebut.


"Ya ampun Yolaaaa." Rei teriak.


" Telpon gak diangkat." ucapnya kesal.


Rei membalas chat Dimas.


"Bilang ke Imel. Yola suruh angkat telpon saya."


"Iya pak."


Beberapa menit kemudian

__ADS_1


"Maaf pak. Imel gak balas lagi. Katanya sih tadi mau pada belanja."


Rei hanya membacanya.


__ADS_2