Cintai Aku Pak Dosen

Cintai Aku Pak Dosen
Pemboikotan ditempat Tidur


__ADS_3

Waktu Malam Telah Tiba


"Aku ingat. Didalam kitab Mukhtashar Al-Muzanni, Imam Syafi`i berpendapat bahwa batas maksimal suami boleh tidak menggauli istrinya adalah empat bulan.


Terus bagaimana dengan kamu yang belum menyentuh aku Rei? Maaf. Bukannya aku agresif. Aku selalu bingung dengan sikap kamu Rei.


Sebulan yang lalu, aku percaya bahwa kamu belum mencintaiku. Namun, sikap kamu hari tadi benar-benar sangat aneh Rei. Kamu seperti peduli sama aku sekarang.


Apa itu tandanya kamu sudah mencintai aku Rei? Tapi kamu tidak mengatakan itu kepadaku Rei? Padahl aku tahu, sekarang kamu udah gak dekat lagi sama Laura.


Tapi apa kamu masih dekat sama mantan kamu itu? Dan itu yang menjadi alasan, kenapa kamu belum mengungkakan cinta itu Rei?


Ah, ya ampun. Benar perkataan di kajian itu. Kita jangan terburu-buru mengambil keputusan. Apalagi tentang perceraian. Karena itu dibenci Allah. Jadi, sepertinya aku harus perbanyak puasa sunnah. Setelah itu, aku akan mengistiharahkan keputusan aku itu.


Aku gak akan langsung menggungat cerai kamu Rei. Siapa tahu Allah lagi menguji aku lewat kamu kan?


Pernikahan kita udah lewat empat bulan. Kamu cerdas Rei. Tapi pasti kamu gak tahu pendapat Imam Syafi'i itu.


Aku berharap sih, kamu secepatnya mencintai aku Rei. Hehe." ucap Yola sambil melihat hiasan bintang-bintang dilangit. Dia sedang merasakan hembusan angin, dari jendela yang dibuka dikamar Rei.


Uhuk uhuk


Suara Rei batuk.


Yola buru-buru menutup jendela, lalu dia menghampiri Rei dan memberikannya minum.


"Saya disini terus kok. Ini udah jam sebelas malam. Kamu belum sholat isya. Tadi habis magrib kamu kan makan, terus tidur lagi.


Harusnya jangan gitu. Kamu habis makan, langsung tidur bisa kena diabetes Rei." ucap Yola sambil menyentuh lembut pundak Rei.


"Saya tahu. Biasanya gak kaya gitu kan." ucap Rei, yang kembali tidur dipangkuan Yola.


"Apa saya nyuruh kamu tidur seperti ini? Saya udah ngantuk mau tidur juga. Biarkan saya di sofa."


Rei tidak menjawab. Dia bangun lalu tidur memunggungi Yola.


"Tidur disini saja! Saya tidak akan ganggu." ucapnya sambil meluk guling.


"Rei? Boleh nanya gak?"


"Boleh. Asal yang bisa dijawab simple. Kamu jangan ngoceh dulu, ini udah malam."


Yola tertawa kuda


"Apa saya sebagai istri durhaka sama kamu?"


"Nggak."


"Didalam Al-Qur'an dijelaskan. Kalau seorang istri yang tidak durhaka kepada suminya. Maka, suaminya tidak boleh memboikot istrinya. Apalagi ditempat tidur."


"Saya tidak memboikot kamu. Ini kan saya bicara sama kamu."


"Tapi boikot menurut al-qur'an didalam ranjang itu. Gak hanya mendiamkan istri tidam mengajaknya berbicara. Tapi memunggungi istri juga, itu termasuk boikot."


Nb: Boikot/ Sikap Penolakan


Rei seperti biasanya tidak menjawab. Dia langsung mendekati Yola. Dan tidur dipangkuannya.


"Malam ini kan kamu tidur disini. Saya mau kaya gini aja posisinya. Kamu nyender aja tidurnya." titah Rei


"Kenapa gak disofa?"


"Udah gak usah bawel. Kamu kelonin saya coba. Saya mau dengar kamu baca Q.S. Abasa."


"Kok kamu tahu surat itu?"


"Saya mendengar kajian tentang seorang sahabat yang tidak bisa melihat. Namanya, Abdullah bin Ummi Maktum. Katanya beliau dicuekin sama Nabi."


"Terus gimana lagi?" tanya Yola.


"Terus Allah tegur Nabi, dengan surat Abasa itu. Ayo kamu bacakan! Sama terjemahannya ya!" pinta Rei manja.


"Gak mau."


"Ayoooo!" Pinta Rei menatap Ke arah Yola yang masih menggunakan Cadarnya.


"Kenapa gak kamu aja?"


"Saya belum lancar bacanya. Baru lihat terjemahanya."


Yola tidak menjawab. Dia langsung membacakan surat nya. Awalnya dia membacakan arabnyanya, lalu terjemahannya.




Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,


__ADS_1



karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum).




Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa),




atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya?




Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy),




maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya,




padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).




Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),




sedang dia takut (kepada Allah),






Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan,




maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya,




di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),




yang ditinggikan (dan) disucikan,




di tangan para utusan (malaikat),




yang mulia lagi berbakti.



__ADS_1


Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!




Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?




Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya.




Kemudian jalannya Dia mudahkan.




Saat Yola sedang membacakannya sampai ayat 20 dia lupa kelanjutannya.


Akhirnya dia melihat hp, dan membacakan terjemahannya. Sedangkan Rei yang masih terbangun dan sudah mulai ngantuk. Dia sepertu biasa melingkarkan tanganya ke punggung Yola. Dan membenamkan wajahnya ke perut Yola.


Beberpa menit kemudian.


Setelah Yola membacakanya. Yola mulai ngantuk. Dia menyelimuti Rei. Namun, ketika dia ikut tidur dengan menyender. Tiba-tiba hp nya bergetar. Ada telpon masuk. Tapi Yola tidak mengangkatnya, karena takut Rei bangun. Dia hanya mengirimkan chat kepada penelpon.


"Saya gak bisa menjawab telpon sekarang. Kenapa, dev?"


"Apa ada Pa Ricard?"


"Nah, betul."


"Laura sudah ada disini. Tadi saya dan anak-anak sudah berhasil membawanya."


"Sekap dia! Jangan sampai kabur! Tapi perlakukan dia dengan baik."


"Iya yol. Terus gimana dengan Melinda dan Dewa?"


"Mereka sudah saya serahkan ke Rafael. Memangnya dia belum cerita?"


"Belum. Dia masih sibuk dengan komputernya di Markas tengah yol."


"Oh yaudah. Besok pagi-pagi saya kesana. Kita mulai hubungi mereka."


"Oke."


Di Markas Lantai 11


Laura membuka matanya. Dia bangun dari pingsannya. Lalu dia melihat sekeliling ruangan sekitarnya. Matanya tiba-tiba berkerut. Dia ingin teriak, tapi mulutnya dihalangi oleh kain yang terikat kebelakang.


Dia lalu menggerak-gerakan tubunya. Yang otomatis suara kursi yang didudukinya, terdengar oleh Devan dan kedua temannya.


Lantas mereka yang sedang menatap layar komputer, dengan salahsatu temannya yang terlihat menunjukan dan menjelaskan, suatu misi.


"Wanita itu?" ucap salahsatu temannya.


"Kamu tetap disini, biar saya dan Devan masuk." titah temannya itu kepada satu temannya yang masih memegang mouse komputer.


"Baiklah. Saya akan segera menghubungi Rafael." ucapnya.


"Bagus. Katakan wanita itu sudah sadar." titah Devan sambil bergegas membuntuti temannya yang lebih dulu masuk ke dalam.


"Emmm. Emm. Emm" ucap Laura yang melihat mereka berdua.


Lalu Devan membuka ikatan kain dimulut Yola.


"Em. Siapa kalian?" Teriak Yola.


"Apa kamu pernah melihat kartun Jepang. Dengan tokoh yang berpenampilan seperti ini?" tanya temannya Devan.


"Saya tahu. Itu Kartun terkenal. Siapa kalian? Kenapa mengikat kepala kalian, dengan huruf 15?


Dan kenapa topeng kalian hanya sebelah?" tanya Laura Sinis.


"Tidak perlu banyak bicara. Kita tidak akan menyakiti kamu. Ini sudah malam. Besok siang, bos kita kesini." ucap Devan.


"Halah. Terus apa yang kalian mau?"


"Menjalankan misi lah." ucap Devan jutek.


Laura hanya menatap mereka bergantian.


"Azka tolong saya!" Batin Laura.

__ADS_1


__ADS_2