Cintai Aku Pak Dosen

Cintai Aku Pak Dosen
Masuk ke Ruang Rahasia


__ADS_3

Pagi telah tiba


Yola yang saat itu sudah keluar dari kamar Rei semenjak waktu subuh, terlihat sedang menyapu halaman. Karena semalam Pak Maman nelpon dan ngasih tahu, bahwa bibi Lea sedang pulang karena sakit.


Didalam rumah, Rei sudah rapih untuk mengajar ke kampus. Dia terlihat akan mengunci kamarnya. Namun, tiba-tiba dia ditelpon oleh Laura.


"Selamat pagi Rei sayang!" suara Laura diujung sana.


"Ya. Selamat pagi." jawab Rei males. Dan menyenderkan diri ke tembok dekat pintu.


"Hari ini aku akan ke kampus lagi. 3 hari kemarin libur, membuat aku tidak bisa bertemu kamu." ucap Laura manja.


"Terus?"


"Ya aku kangen lah sama kamu."


Disisi lain, Yolanda baru saja masuk. Dia mengeluarkan hp dari celemek yang dipakainnya. Lalu menelpon Imelda.


"Hallo mel?"


"Iya yol?" suara Imel yang sepertinya baru bangun.


"Apa kamu baru bangun?"


"Aku tidur kembali sesudah subuh. Tubuhku terasa berat sekali. Sepertinya aku akan sakit."


"Janganlah kamu sakit. Kan siang nanti kita ada kelas. Apa kamu tidak akan masuk? Tadinya aku mau jemput kamu loh." ucap Yola sambil pergi ke dapur, dan melihat makanan masih utuh. Itu berarti Rei belum makan. Dia melihat jam. Tidak akan keburu kalau Rei sarapan dulu dirumah. Akhirnya, Yola membawa bekal yang sudah disispksnnys untuk Rei. Dia akan mengantarkannya ke kamar Rei.


"Iya yol. Kamu sendiri aja dulu ke kampus. Pulangnya kalau bisa kamu mamlir kesini. Aku sendiri yol. Tolong beliin dulu aku buah sama obat yah."


"Kalau itu mah, jangan pulangnya. Nanti deh, sebelum berangkat ke kampus aku mampir dulu ke tempat kamu yah. Sekarang aku tuyup dulu telponnya."


"Oke yol. Makasih ya!" Imelda mematikan telponnya.


Saat Yola mematikan telponnya. Dan bergegas ke kamar Rei membawa bekalnya. Tiba-tiba Yola dapat VC dari Amanda.


Saat itu, Amanda sedang berada di Jerman. Terlihat, disana ada Alex yang baru pulang mengajar dari kampus.


Yola mengangkat telponnya.


"Selamat pagi mama. Apa kabar mah?" Mimik Yola tiba-tiba berubah. Saat melihat Rei yang sedang menerima telpon. Dan Rei tidak menyadari bahwa ada Yola disana.


"Disini udah sore sayang. Menantu mama sangat cantik. Tapi kenapa penampilan kamu seperti itu? Apa bibi pergi?"


"Oh iya mah. Iya ma, bibi lagi pulang dia sakit." Yola tiba-tiba memeluk Rei.


"Ini anak mama yang manja juga dah siap berangkat."

__ADS_1


Rei kaget melihat Yola. Dia langsung mematikan telponnya.


Diujung sana Laura keheranan dan ssngat kaget. Mendengar suara Yola.


"Rei mematikan telponnya? Tapi kenapa ada suara si cewek ondel-ondel? Apa jangan-jangan"


Laura mengingat perkataan Yola. Saat dia menyebutkan bahwa Rei sudah menikah.


Spontan dia teriak.


"Tidaaaaaaaakkk. Gak mungkin si ondel-ondel itu istrinya." Laura melempar hpnya ke kasur.


"Oh iya. Rei sayang. Kenapa kamu selalu merejeck telpon mama. Apa kamu bosan, karena mama selalu menanyakan cucu?" Cemberut. Alex yang mendengarnya. Langsung meminta Hpnya. Terlihatlah wajah Alex oleh Rei dan Yola.


"Jangan dengarkan perkataan mama Rei. Kalian baru empat bulan menikah. Nanti juga punya cucu kita mah." Melirik ke arah Amanda.


"Apa kabar papa sama mama?" tanya Rei yang juga pura-pura romantis.


"Baiklah. Mama juga sekarang gak murung lagi. Tiap hari main mulu sama teman-temanya. Gak mimirin kamu lagi Rei."


"Iya pah. Yaudah ya. Rei mau berangkat dulu."


"Rei. Kamu kalau mau berangkat. Istri kamu yang cantik itu, harus dipeluk dulu, dici*m dulu, terus kamu harus saliman dulu." Rei hanya terdiam.


"Dan kamu Yol. Kamu harus anterin Rei sampai depan rumah."


"Pah?" Panggil Yola tersenyum.


"Iya yol. Papa titip Rei yah. Perhatiin kesehatanya. Dia gampang sekali sakit. Selain itu, dia juga anak yang cengeng dan manja. Papa gak tahu sekarang udsh berubah apa belum. Soalnya itu karakter dia, susah diubahnya yol." Alex tertawa kuda.


"Iya iya pah." Yola balk tertawa. Alex mematikan telponnya.


Yola langsung buru-buru mengejar Rei yang pergi ke Parkiran.


"Rei tunggu! Kenapa kamu main pergi aja. Ini saya udah siapin bekel Rei." Sambil memberikan kotak nasi. Rei menerimanya. Tanpa mengatakan apapun.


"Rei, apa kamu tidak mau menjalankan saran papah?"


"Saran yang mana?"


"Apa kamu tidak mau menciumku? Nanti aku akan salim kepadamu. Tiap hari kita akan seperti ini kan?"


"Ya nanti kita jalankan. Tapi gak sekarang."


Mimik Yola yang kecewa tersembunyi lewat senyuman.


"Yaudah gak apa-apa. Kamu tadi nelpon sama siapa?"

__ADS_1


"Saya gak suka kamu nanya-nanya seperti itu. Ingat kan perkataan saya semalam? Saya masih belum mencintai kamu. Dan tolong kamu jangan terlalu posesif!"


Yola tercengang dengan perkataan Rei.


"Sampai kapan?"


"Ntahlah. Maaf, saya buru-buru." Rei menyalakan mobilnya. Yola yang masih tersenyum manis, hanya mengucapkan salam.


"Oke. Oke." Yola menarik nafas panjang.


"Jangan sedih Yolanda! Kamu harus kuat! Ayo. Saatnya beraksi." ucapnya sambil berlalu. Lalu buru-buru naik ke kamarnya. Untuk membawa kunci rahasia.


Beberpa menit kemudian, dia sudah turun kembali membawa kunci tersebut. Ntah, Allah memudahkan semuanya atau bagaimana. Rei lupa mengunci pintunya. Pintu kamarnya masih tergantung. Yola yang saat itu memiliki kesempatan langsung masuk ke kamar Rei. Dia buru-buru masuk ke tempat rahasia itu. Tidak lupa. Dia menguncinya dari dalam.


Tempat rahasia itu terlihat sangat rapih. Namun, banyak sekali berkas. Lalu, Yola duduk dimeja tersebut. Dia melihat ada foto pernikahannya dengan Rei. Lalu dia menatap dan mengelus foto tersebut.


"Apakah dia diam-diam mencintaiku? Mari kita lihat. Apakah dibelakang foto ini ada tulisan? Mungkin harapan dia untuk terus bersamaku hehe." Yolanda bangga.


Saat dia melepaskan foto itu. Terlihat ada dua foto. Pertama Yola melihat dibelakang foto pernikahanya yang ternyata putih polos tanpa tulisan. Namun, saat melihat yang kedua. Dia melihat foto Rei dan foto seorang wanita cantik. Yang tidak kalah cantik denga dirinya. Dimana, Rei sedang diperahu dan memeluk wanita tersebut.


"Siapa wanita ini?" Yola penasaran. Lalu melihat belakang foto tersebut.


Dia sangat kaget. Ternyata itu, adalah mantan kekasihnya Rei. Darah mudanya mendidih saat dia membaca tulisan difoto tersebut.


"Saya sangat mencintaimu Sarah. Namun, saya harus mengikhlaskan kamu untuk menikah dengan anak sahabat papah. Yaitu, Alvin Wijaya. Dia sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri. Jujur saya sampai saat ini dan mungkin saat nanti, saya akan selalu mencintai kamu.


Kamu tahu? Sekarang saya sudah menjadi mualaf. Waktu itu, saya sengaja pergi ke Timur Tengah dengan alasan akan melanjutkan kuliah. Padahal sebelumnya, saya sudah menolak permintaan papah. Saya tidak akan melanjutkan kuliah S3 dulu. Sampai saya benar-benar bisa melupakan kamu. Saat itu saya pergi selama enam bulan lamanya. Karena saya tidak mau terlalu merasakan sakit. Ketika saya tahu, dalam waktu dekat kamu akan menikah dengannya.


Harapan saya kedepannya. Saya ingin bertemu kamu walaupun hanya sekali. Saya sangat mencintai kamu. Selalu mencintai kamu."


Disana tertulis tanggal penulisan. Yang ditulis akhir tahun 2022.


Yola tidak meneteskan air mata. Dia hanya pucat dan badannya sangat melemas. Lalu dia berniat mencari pulpen. Dan menulis dibelakang foto pernikahanya yang tadi masih kosong.


"Hallo. Ini aku Yolanda yang sekarang sudah menjadi istrinya Rei.


Emm. Hehe.


Sudah empat bulan kita menikah. Namun, Rei belum mencintsi aku. Berbeda dengan aku yang sudah mencintainya. Dan sekarang sku sedang berusaha membuat dia mencintaiku dan mencerimaku sebagai istrinya.


Ntah sampai kapan aku akan bertahan. Kalau aku bersabar aku pasti akan mendapatkan cintanya. Tapi kalau nanti aku menyerah, aku akan meminta dia untuk mentalak ku.


Syukurlah kalau nanti dia akan mencintaiku. Namun, jika tidak. Cinta itu kan tidak harus memiliki.


Terimakasih.


Diapun memasukan fotonya kembali seperti semula.

__ADS_1


__ADS_2