
"Aaaa..." Diana berdiri di pasir pantai, dan berteriak sekeras kerasnya. Ia memejamkan matanya, meresapi setiap hembusan angin yang menerpa wajahnya. Diana membiarkan setiap helai rambutnya yang terbang diterpa angin, ia juga tidak menghiraukan kakinya yang basah karena air laut
"Seberat itu ya bebannya?" tanya Arga yang datang dari arah belakang
Diana hanya diam, memandang jauh ke langit yang menampakkan rona merah dari senja yang mulai pulang ke peraduan. "Semuanya jauh lebih berat dari apa yang gue bayangin Kak" ucap Diana
"Gue tau" ucap Arga
"Gue ngga pernah nyangka kalau nasib cinta gue akan serumit ini, gue ngga ada pilihan sekarang"
Huh
"Kadang hidup emang suka becanda Dee, gue juga bisa ngerasain apa yang lo rasain sekarang" ucap Arga, ia memandang jauh, seakan sedang membayangkan sesuatu "Cewek gue meninggal karena kecelakaan, tepat di hari anniversary kami yang ke lima tahun. Saat itu gue hancur banget Dee, tapi untungnya, disaat terberat gue ngejalanin hidup waktu itu, keluarga gue selalu ada buat gue dan ngedukung gue. Ditambah adanya Ardan, Daffa, dan Lion mereka yang terus nyemangatin gue, dan dari semua kejadian itu, gue mulai belajar untuk merelakan apa yang akhirnya terjadi pada garis takdir gue"
Diana memandang Arga, hatinya berdenyut nyeri mendengar cerita Arga. Ia tidak menyangka, seorang senior yang sangat humoris dan pintar bergaul ini ternyata memiliki kisah cinta yang tragis. Diana menggenggam tangan Arga, menguatkan laki laki itu yang tampak rapuh saat membicarakan masa lalunya
"Gue baik baik aja Dee" ucap Arga tersenyum
__ADS_1
"Gue ngga nyangka kalau dibalik sifat humoris Kakak, Kakak menyimpan luka yang ngga semua orang bisa berdamai dengan luka itu" ucap Diana bangga
"Pada akhirnya kita akan sadar bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berencana, tapi Allah yang punya kuasa"
"Gue salut sama Kakak, gue boleh nggak nganggep Kakak sebagai kakak gue sendiri?"
Arga menatap Diana yang menatapnya dengan mata berkaca kaca. Tanpa kata, Arga menarik Diana kedalam pelukannya. Tanpa diminta, Arga akan dengan senang hati menerima Diana menjadi adiknya. Ia yang terlahir sebagai anak tertua yang hanya terdiri dari dua bersaudara, membuatnya haus akan rasa kekeluargaan, dan dari persahabatannya bersama ketiga temannya, ia bisa merasakan rasanya bahagia bersama keluarga
"Lo cewek kuat, gue tau itu"
Lion mengepalkan tangannya melihat kedekatan antara Arga dan Diana. Niatnya untuk mendekati Diana terhenti saat ia melihat Arga lebih dulu mendekati wanita itu. Hingga akhirnya ia hanya mampu menatap keduanya yang tampak berinteraksi dengan akrab dari kejauhan. Lion berbalik, memilih pergi, dan meninggalkan teman temannya yang masih tampak asik bermain di tepi pantai
"Kak Lion dimana Kak?" tanya Diana pada Arga
"Lion? Biasanya dia selalu sama Daffa, tapi kok ngga ada" ucap Arga heran
Diana segera berlari menuju Ardan dan Gita "Kalian liat Kak Lion ngga?" tanya Diana
__ADS_1
"Lion?" tanya Ardan, ia melirik kesana kemari, dan benar saja ia tidak melihat keberadaan Lion dimanapun "Daff..." pada akhirnya Ardan memanggil Daffa
"Kenapa?" tanya Daffa berjalan mendekat
"Lo tau Lion dimana ngga?" tanya Ardan
"Gue liat tadi kayaknya ke mobil deh, tapi gue ngga tau juga bener apa ngga" jawab Daffa
Mendengar jawaban Daffa, Diana segera berlari menuju mobil, meninggalkan teman temannya di belakang sana. Diana tiba ditempat dimana mobil terparkir, setelah sampai, ia segera membuka pintu mobil dengan segera, dan benar saja apa yang dikatakan Daffa. Lion tengah duduk dengan memainkan ponselnya disana.
"Ngapain lo kesini?" tanya Lion tanpa mengalihkan tatapan matanya dari ponsel yang ada ditangannya
"Kakak ngga keluar dari mobil dari tadi?" tanya Diana
Mendengar pertanyaan Diana, Lion menghentikan aktivitasnya, ia melihat Diana yang ada disampingnya "Kalian udah selesai mainnya?" tanya Lion, tanpa menjawab pertanyaan Diana
"U-udah Kak" jawab Diana gugup. Pasalnya, saat ini dirinya hanya berdua bersama Lion didalam mobil, dengan keadaan yang saling berhadapan
__ADS_1
"Takut keburu malem, kita lanjut aja ke Krui sekarang. Lo panggil temen temen yang lain" ucap Lion
"Iya kak"