Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Bab 64


__ADS_3

Diana kembali menaiki tangga kayu rumahnya untuk menuju lantai dua dimana kamarnya berada. Belum sempat menaiki tangga, langkahnya terhenti saat melihat ibunya yang berdiri diluar kamar. Diana melangkahkan kakinya untuk mendekati ibunya. Namun didetik itu juga ibunya membalik badan, dan kembali masuk kedalam kamar


"Istirahat ya" ucap Lion, ia melihat bagaimana perubahan ekspresi Diana saat mendapat penolakan langsung dari ibunya.


Sepeninggal Diana, Lion ikut termenung di ujung tangga. Beberapa kali helaan nafas terdengar, menandakan betapa gusar perasaan Lion saat ini. Tapi ia tidak akan menyerah, ia akan membuktikan pada kedua orang tua Diana bahwa dirinya benar benar serius. Bahkan dirinya mengabaikn sidang terakhir skripsinya hanya untuk membuktikan keseriusannya pada Diana


Ia kembali menuju kamar dengan membawa segelas air di tangannya. Ia segera meraih ponsel yang ia letakkan diatas nakas kamar Bian, dan dengan segera menghubungi nomor kedua orang tuanya. Dipanggilan pertama, panggilan langsung terjawab


"Halo Ma..."


"Halo Lion gimana, besok jadi balik ke Jakarta?" tanya Mama Rossa

__ADS_1


"Belum Ma, Lion masih belum dapet restu dari orang tua Diana. Nanti Lion kabari lagi kalau Lion akan kembali"


"Yaudah, hati hati disana sayang, jaga diri. Mama do'a kan kamu secepatnya dapet restu dari orang tuanya Diana"


"Aamiin, makasih Ma, udah dulu ya Ma"


"Iya sayang, good night"


"Good night"


"Mak..." Lion sampai kaget saat mendapati Ibu Lena berdiri diambang pintu kamar

__ADS_1


Ibu Lena berjalan mendekat, tidak lupa ia juga menutup pintu sebelumnya. Ia melihat Riko dari atas sampai bawah, dan kini matanya terfokus pada wajah tampan Lion "Aku tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan putriku, jadi aku sarankan, daripada kamu menunggu dan mengorbankan pendidikanmu untuk mendapatkan restu dariku, maka lebih baik kamu kembali. Karena sampai kapanpun aku tidak akan merestuimu"


Lion terdiam beberapa saat, masih belum percaya jika Ibu Lena mendatanginya dan meminta dirinya untuk meninggalkan Diana "Maafkan aku Mak, tapi aku tidak akan meninggalkan Diana, kecuali jika Diana yang meninggalkan aku"


"Keras kepala. Aku akan membuat Diana meninggalkanmu"


"Dan itu tidak akan pernah terjadi" Diana membuka pintu kamar Bian, dimana Lion dan ibunya berada "Mak mau nyoret aku dari daftar keluarga kan? Lakukan Mak"


"Diana..." Ibu Lena tidak mampu berkata kata saat mendengar secara langsung, bagaimana Diana melawan dirinya


"Aku udah cukup ngikutin semua kemauan Mak, segalanya aku turutin. Tapi untuk masalah ini aku ngga bisa Mak, aku lebih milih Kak Lion" ucap Diana

__ADS_1


"Kamu ngga tau apa apa tentang adat kita Diana. Bencana akan datang kalau kita melanggar satu saja janji yang sudah kita buat. Kamu bisa lihat Gavin, setelah dia melanggar perintah kakeknya untuk menikahimu, dan dia malah menikahi kekasihnya, kini istrinya tiada. Itu adalah bentuk dari bencana" ucap Ibu Lena lantang


"Itu takdir Mak. Mak terlalu berfokus sama adat yang Mak junjung, sampai Mak lupa bahwa hidup, mati, kefakiran, kemiskinan, bahkan kematian hanya milik Allah. Mak lupa sama semua itu. Istri Gavin meninggal itu karena Allah"


__ADS_2