Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Saran Gita


__ADS_3

Semua orang yang ada didalam mobil hanya diam. Sesekali saling pandang, seakan bertanya tentang ada apa dengan Lion. Itulah kira kira pertanyaan yang saat ini masih berputar di kepala mereka.


Setelah tiba di penginapan, Diana segera menemui pemilik penginapan tersebut. "Permisi buk, Pesanan kamar atas nama Diana" ucap Diana, saat mrlihat ibu ibu yang ia yakini sebagai pemilik penginapan tersebut


"Diana? Untuk dua kamar atau bukan?" tanya ibu tersebut memastikan


"Benar"


"Ini kuncinya, kamarnya sesuai dengan nomor yang tertera di kunci"


Setelah mendapatkan kunci kamar penginapan mereka, Diana kembali menemui teman temannya. Ia menyerahkan satu kunci kepada Arga, dan satu kunci lagi ia pegang sendiri. Setelah itu, mereka mulai menuju kamar masing masing yang ternyata bersebelahan.


Diana menghempaskan tubuhnya diatas kasur, mengurai rasa lelah karena seharian berada dalam perjalanan "Git..." Diana mengubah posisinya menjadi duduk, melihat Gita yang tampak membersihkan wajahnya dengan kapas "Kalo lo jadi gue, lo bakal ngelakuin apa?" tanya Diana


"Ngga tau lah, kan gue ngga ngerasain jadi lo" jawab Gita acuh

__ADS_1


"Jujur, gue bingung Git. Disatu sisi gue mau ngikutin perintah orang tua gue, dan mematuhi adat yang mereka yakini. Tapi di sisi lain, gue bener bener ngga bisa ngelupain Kak Lion"


"Ikutin kata hati lo aja Dee" ucap Gita masih fokus membersihkan wajahnya


"Gue cinta sama Kak Lion"


"Yaudah, lo udah tau kan jawabannya. Terus apalagi?"


Diana menggeser duduknya hingga kini ia duduk menghadap Gita "Gue takut kalo harus ngelawan nyokap gue Git. Nyokap gue pasti akan marah besar kalo sampe gue berani ngebatalin perjodohan ini. Apalagi kalo gue harus melawan perintah mereka cuma demi Kak Lion. Padahal jelas jelas Kak Lion udah nolak gue"


"Tapi seenggaknya, dengan lo nolak perjodohan ini, lo bisa cari laki laki yang bener bener lo cintai Dee. Ngga peduli siapa laki laki itu. Lo lakuin ini demi kebahagiaan lo" saran Gita


"Sejak pertama kali kita masuk ke kampus Harapan Bangsa kan?"


"Iya, dan gue bukan orang yang mudah untuk jatuh cinta. Jadi kalaupun gue harus nolak perjodohan ini, itu semua demi Kak Lion, tapi kan Kak Lion udah jelas jelas nolak gue"

__ADS_1


"Ya kan ditolaknya baru sekali Dee. Siapa tau kalo lo nembak dia sekali lagi bakalan di terima. Siapa tau kan?" ujar Gita


"Gue ngomong waktu itu aja, malunya masih kerasa sampe sekarang. Lo malah nyuruh gue ngungkapin perasaan gue sekali lagi. Mending gue mandi di laut sekarang juga daripada gue harus ngelakuin saran gila dari lo"


"Ya kan itu cuma saran dari gue, kalo lo ngga mau ngelakuin juga ngga papa. Tapi seenggaknya lo harus bahagia atas pilihan lo. Menikah dengan Gavin, atau melawan perintah orang tua lo" ucap Gita "Oh iya, lo kayaknya kelupaan sesuatu deh tentang perjalanan kita hari ini"


"Maksud lo?"


"Hari ini kita belum makan sama sekali Dee"


"Astaga, kok gue bisa lupa ya" Diana melihat jam di ponselnya "Baru jam setengah delapan, yok kita keluar" ajak Diana


"Kemana?" tanya Gita


"Cari makan lah"

__ADS_1


"Jalan kaki?"


"Aduh" Diana menepuk dahinya, ia sampai lupa jika mereka tidak memiliki kendaraan untuk dibawa kesana kemari dengan mudah "Nanti gue pinjemin sama pemilik penginapannya, udah ayo"


__ADS_2