Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
China nyasar


__ADS_3

Diana bangun tepat pukul lima pagi. Tidur lebih cepat semalam membuatnya merasa lebih baik, ia langsung menuju kamar mandi, setelah itu menunaikan shalat, dan berdo'a. Setelah selesai dengan urusan paginya, ia segera mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas, ia segera membuka pintu kamar, melihat ibu pemilik penginapannya yang sudah tampak sibuk di dapur, akhirnya ia berinisiatif untuk kembali meminjam kendaraan


"Pagi Bu" sapa Diana


"Hai selamat pagi, mau kemana, pagi pagi kok udah bangun?"


"Udah biasa Bu, oh iya saya boleh pinjam motor lagi nggak Bu mau nyari sarapan"


"Sarapan? Ibu ngizinin aja kalau kamu mau pinjem motor, tapi kalau kamu mau, Ibu bisa kasih kamu makanan buat sarapan nanti, itung itung Ibu sedekah juga sama kalian"


"Mmm tapi... aku ngga enak nerimanya Buk" ucap Diana sungkan


"Kenapa? Kamu orang Lampung kan?"


"Kok Ibu tau?"


"Dari muka kamu aja udah keliatan kok, muka muka china nyasar"


"Hahaha Ibu bisa aja"

__ADS_1


"Udah, nanti masalah makan pagi biar Ibu yang siapin, kamu ke kamar lagi aja ya. Ngga baik anak gadis keluar rumah pagi buta kayak gini"


"Iya Bu, tapi kalo di izinin, aku bisa kok bantuin Ibu buat masak"


"Kamu yakin?"


"Iya"


Akhirnya Diana membantu Ibu pemilik penginapan untuk menyiapkan makan pagi untuk mereka semua. Diana nampak cekatan mengerjakan pekerjaan demi pekerjaan dapur yang memamg layak dilakukan seorang wanita. Setelah selesai dengan berbagai masakan yang di buatnya, Diana kembali ke kamar dan memanggil teman temannya.


"Lo darimana Dee? Tadi gue cari cari ngga ketemu" tanya Gita yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk di kepalanya


"Gue abis bantuin ibu pemilik penginapan kita ini buat bikin sarapan, dan imbalannya, kita bisa sarapan bareng keluarganya"


"Udahlah, yang penting kan kita sarapan, selagi ada niat baik orang buat ngasih kita, kita ngga boleh nolak. Udah, lo bangunin cowok cowok, gue mandi dulu. Abis itu nanti kita makan sama sama"


Diana segera masuk ke kamar mandi. Kurang dari dua puluh menit ia sudah keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang lebih fresh. Ia melihat Gita yang tampak memoles wajahnya dengan bedak dan beberapa peralatan make-up lainnya.


"Cowok cowok udah di bangunin?" tanya Diana

__ADS_1


"Udah, tadi lagi pada mandi"


"Oh... Lo kenapa sih harus make-up mulu tiap hari, ga bosen?" tanya Diana


"Kenapa bosen? Justru dandan itu tujuannya biar muka kita ngga ngebosenin" jawab Gita


"Tapi gue liat liat, muka lo tuh udah cantik, kenapa masih harus pake make-up segala? Emang lo ngga pernah ngerasa males make-up?"


"Ngga" jawab Gita, masih fokus pada wajahnya yang tengah ia sulap se-demikian rupa "Lo mau gue dandanin juga?"


"Ngga deh, thanks"


"Yaudah"


Setelah selesai bersiap, Diana dan Gita keluar kamar dan menemui para laki laki tampan yang saat ini sudah berkumpul di depan kamar mereka. Setelah itu, mereka jalan bersama menuju rumah pemilik penginapan. Tiba disana, berbagai masakan sudah tersedia di lantai yang sudah di alasi tikar. Mereka semua duduk di tempat masing masing


"Udah disini semua?" tanya Ibu Yeni


"Udah Bu"

__ADS_1


"Yaudah, kita langsung sarapan aja kalo gitu, ayo di makan, jangan nyemu nyemu. Ayo di makan yang lahap"


Mereka semua makan dengan lahap, makanan yang dibuat Ibu Yeni bukan hanya indah terlihat, tapi juga sedap terasa. Tanpa mereka semua sadari bahwa beberapa hari tinggal di Lampung, mereka selalu di suguhi makanan berat sebagai makanan pembuka. Bahkan Gita yang selama ini menjaga pola makan dengan sangat teratur, sampai melupakan pola makan sehatnya saat melihat makanan yang ada di hadapannya.


__ADS_2