
Tok... tok...
"Iya sebentar" Lion membuka pintu dengan mata yang masih sangat mengantuk
"Kalian baru bangun?" tanya Diana polos
"Iya, kenapa?" tanya Lion malas, nyawa nya masih belum kembali sepenuhnya
"Pagi ini jadwal kita buat jogging Kak, jadi gue minta tolong sama lo buat bangunin yang lain" ucap Diana
"Jogging?" tanya Lion memastikan, yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Diana "Tunggu lima belas menit" ucap Lion, setelah itu ia kembali menutup pintu.
Setelah selesai bersiap, mereka semua kini berkumpul didepan kamar "Morning guys, jadi semalem gue lupa buat ngomong sama kalian semua, dan maaf untuk itu. Tapi sekarang gue mau bilang kalo pagi ini kita akan jogging ke pantai" ucap Diana
"What? Jogging? Seriously? Ayolah Dee, tanah aja belum keliatan, dan lo malah ngajak kita semua buat joging?" tanya Arga
"Tapi waktu jogging terbaik itu ya sekarang Kak, jam setengah enam pagi. Nanti pas kita sampe di pantai, pasti mataharinya juga udah terbit, dan kita bisa sekalian ngeliat sunrise" ucap Diana lagi
__ADS_1
"Tapi..."
"Udah, ayok semangat semangat. Biar gue didepan, gue yang mimpin jalan" ucap Diana, setelah itu ia segera mendahului mereka semua untuk berlari kecil
"Dee... Biar gue aja yang didepan" ucap Lion sembari terus mengimbangi langkah Diana
"Oke"
Mereka terus berlari lari kecil menuju pantai yang memang letaknya tidak begitu jauh dari penginapan mereka. Beberapa orang juga nampak jogging bersama keluarga, ada juga yang berpasangan. Udara sejuk sangat terasa pagi ini, bahkan semilir angin pantai terasa sangat sejuk di kulit. Mereka mengitari sekitar pantai, dan saat melihat matahari yang mulai muncul dari peraduannya, mereka menghentikan langkah, dan berjalan menuju pesisir pantai. Mereka merentangkan tangan, dan berdiri berjejer di pesisir pantai
"Gue belum pernah ngerasain ketengangan yang kayak gini sebelumnya" ucap Daffa
"this is called heaven on earth" ucap Ardan
Mereka terus merentangkan tangan. Meresapi angin pantai yang terasa sejuk menerpa mereka. Merasakan ombak yang terus menerus menyentuh kaki mereka.
"Kita duduk disana yuk" tunjuk Diana pada beberapa batu yang sengaja dibuat memanjang untuk tempat duduk. Mereka duduk disana, menatap mentari pagi yang bersemu kemerahan di ufuk timur sana.
__ADS_1
Cekrek
Tanpa mereka sadari, sebuah bidikan kamera sudah berhasil mengabadikan moment mereka kali ini. "Hai Kak Diana" sapa seorang laki laki berjalan mendekat dengan membawa sebuah kamera
"Hai..." sapa Diana bingung, ia tidak mengenal laki laki didepannya ini, tapi kenapa laki laki ini bisa tahu namanya
"Kakak masih inget aku ngga?" tanya laki laki itu, khas anak desa yang tidak mengenal bahasa gaul
"Maaf, aku lupa. Kamu siapa?" tanya Diana pada laki laki itu. Laki laki yang Diana perkirakan umurnya setara dengannya
"Aku Liam, adik kelas Kakak dulu waktu sekolah. Mungkin Kakak nggak kenal sama aku karena aku dulu anak baru. Tapi aku kenal Kakak, karena Kakak kan mantan ketua osis, jadi anak jurusan mana yang ngga kenal Kakak" ujar laki laki itu
"Oh ya? Maaf, aku sama sekali ngga inget" ucap Diana sungkan
"Ngga papa kok Kak. Oh iya, ini..." Liam memberikan satu lembar foto kepada Diana "Maaf juga udah ngambil foto Kakak Kakak semua secara diam diam" ucap Liam
"Wow, ini bagus banget, makasih ya"
__ADS_1