
"Sus pasien atas nama Lion Alexander Baskara"
"Pasien atas nama Lion Alexander Baskara ada di kamar mawar no.2" ucap resepsionis yang berjaga, memberitahukan keberadaan pasien yang dipertanyakan
Langkah kaki berderap menuju kamar yang ditunjuk resepsionis tadi. Dua orang yang kini melangkah bersama itu membuka pintu ruangan, dan mendapati keluarga besar Diana disana. Wanita yang usianya tak lagi muda itu melangkah dengan lemas menuju brankar yang ditempati putranya, ya dia adalah Nyonya Rossa bersama Tuan Haris, setelah mengetahui kecelakaan yang menimpa putra mereka, mereka akhirnya terbang ke Lampung saat itu juga
Nyonya Rossa memegang wajah sang putra, diusapnya pipinya dengan penuh kasih sayang. Ia pindai tubuh putranya dari atas ke bawah, tidak ada luka yang serius, hanya ada lecet dibeberapa bagian tubuhnya. Kemudian Nyonya Rossa berpindah untuk melihat keadaan Diana, gadis cantik yang merupakan calon menantunya itu tampak lebih parah dibanding putranya, ada beberapa luka dibeberapa bagian tubuhnya
"Nyonya..." Ibu Lena berjalan mendekati Mama Rossa "Maaf..." Ibu lena tidak mampu melanjutkan kata katanya, lidahnya terasa kelu untuk berbicara, yang mampu ia lakukan hanya mengatupkan kedua tangannya sebagai permintaan maaf
__ADS_1
"Tidak, ini musibah" Mama Rossa dengan segera memeluk Ibu Lena, ia tahu jiwa seorang Ibu pasti akan terluka jika melihat keadaan anaknya, sama seperti dirinya, ia juga begitu terluka melihat kondisi Lion
Tangis Ibu Lena semakin menjadi, bagaimana bisa Nyonya Rossa menerima semua ini dengan dada yang lapang. Bahkan wanita itu mengatakan bahwa ini hanya sebuah musibah. Sedangkan dirinya, ia sudah membuat putrinya pergi dari rumah dengan hati yang tidak baik baik saja karena dirinya tidak menerima kata musibah dalam hidupnya. Baginya segala yang terjadi adalah bentuk hukuman dari leluhur adat
"Egh..."
Mama Rossa melepas pelukannya dari Ibu Lena saat mendengar leguhan sang putra. Ia segera kembali mendekati brankar Lion "Sayang, kamu udah sadar nak" ucap Mama Rossa
"Ada, Diana ngga apa apa, dia baik baik aja. Kamu jangan terlalu banyak gerak ya, kamu baru sadar dari pingsan sayang" peringat Mama Rossa saat melihat Lion yang mulai bangkit dari baringnya
__ADS_1
"Diana baik baik aja kan Ma?" tanya Lion kembali memastikan
"Diana baik baik aja, kamu istirahat dulu oke" Mama Rossa menaikkan headboard brankar Lion, dan memberikan satu buah bantal disana, sehingga membuat Lion nyaman untuk bersandar
"Temen temen udah dikabarin Ma?" tanya Lion, mengingat teman temannya, ia jadi mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat dirinya jatuh dari pohon dan tidak mengabari mereka, dan akhirnya kemurkaan dari teman temannya ia dapatkan
"Udah, tapi Mama ngga ngebolehin mereka kesini, Mama udah bilang kalo kamu secepatnya akan balik ke Jakarta"
Lion menatap Ibu Lena yang berdiri tidak jauh dari Mama Rossa "Lion akan kembali ke Jakarta, kalau Mak udah ngasih restu buat hubungan aku sama Diana Ma"
__ADS_1
Mama Rossa menatap Ibu Lena dan Lion bergantian. Ia juga sudah mendengar bahwa wanita yang merupakan Ibu dari Diana itu tidak merestui hubungan putranya dan Diana. Ia lantas tersenyum kepada Ibu Lena, senyum yang seakan mengatakan bahwa dirinya akan menerima apa saja yang menjadi keputusan Ibu Lena, dan hal itu membuat Ibu Lena kembali merasa terharu, sebab Mama Rossa begitu amat lapang dada untuk semua masalah ini
"Kamu istirahat saja dulu ya" ucap Mama Rossa kembali saat melihat Ibu Lena masih diam, dan seakan enggan memberikan jawaban