Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Mabuk laut


__ADS_3

Diana tersipu mendengar pertanyaan Lion. Ditambah godaan godaan kecil dari teman temannya kepadanya membuatnya semakin merona malu. Ia memilih memakan bakso bakarnya yang hanya tersisa satu. Namun baru akan memakannya, ia terkejut saat tiba tiba Lion memegang tangannya dan mengarahkan bakso bakar tersebut ke mulutnya sendiri, lalu memakannya


"Kak..."


"Enak ternyata makan bakso pagi pagi" ucap Lion tanpa dosa


"Satu bongkahan es mulai cair nih bro. Tinggal satu lagi nih yang masih belum keliatan cairnya" ucap Arga


Daffa yang mendengar ucapan Arga hanya memicing dan menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya "Yang pasti, kalaupun gue berubah, itu bukan karena cewek"


Lion tersenyum sembari menepuk pundak Daffa. Ia tahu betapa Daffa sangat membenci wanita, karena Daddy-nya yang akhirnya menikah dengan pembunuh dari ibu kandungnya. Lion hanya berharap agar suatu saat nanti akan ada wanita yang bisa menaklukkan hati batu dari sahabatnya ini.


"Oh iya, gue lupa buat ngasih tau kalian kalo siang ini kita akan naik jukung/perahu menuju pulau yang ada disana" tunjuk Diana pada pulau kecil yang ada di tengah laut sana


"Lo serius Dee?" tanya Arga cemas


"Yeah"

__ADS_1


"Emang kenapa Kak?" tanya Gita saat melihat wajah Arga yang tampak pucat


"Arga tuh ngga bisa naik perahu, dia mabuk laut" jawab Ardan


"Kemarin waktu kita ke Lampung-kan pake jalur laut, kayaknya Kak Arga baik baik aja" ucap Diana


"Ya kan selama perjalanan dia tidur kerjaannya" ucap Ardan


"Ngga ada destinasi lain ya Dee? Jujur gue agak takut kalo harus naik perahu"


"Ada sih Kak, tapi destinasi kali ini lebih seru menurut gue, karena nanti di tengah laut sana, kita bakalan bisa ngeliat lumba lumba dengan jelas"


"Saran gue sih, Kakak mending ikut aja, biar kita bisa happy bareng" ucap Diana


"Udahlah bro, kan ada kita juga disana. Kita pasti jagain lo" seru Ardan


"Beneran ya lo pada jagain gue"

__ADS_1


"Ya paling nanti kalo lo mabuk ditengah laut, kita ceburin lo aja, biar jadi santapan lumba lumba" ucap Daffa


"Lo jarang ngomong, tapi sekalinya ngomong bikin orang merinding Daff. Mending lo diem deh" ucap Arga kesal


"Udah, berarti fix ya kita kesana?" tanya Diana memastikan


"Of course"


*


Sesuai dengan yang sudah dijanjikan sebelumnya, kali ini mereka sudah berada di Dermaga Kuala. Sebenarnya ada dua jalur laut yang bisa dilewati jika ingin menuju pulau pisang, yang pertama jalur Tebakak, kurang lebih memakan waktu dua puluh menit, tapi gelombang ombak jauh lebih besar. Sedangkan Dari Dermaga Kuala ini menuju pulau pisang membutuhkan waktu sekitar satu jam. Namun perjalanan satu jam tidak akan terasa, sebab jika beruntung, maka kita akan bisa melihat lumba lumba di lautan lepas


"Siap semua?" tanya Diana


"Siap"


Lion lebih dulu naik keatas perahu yang sudah tersedia. Setelah itu, ia membantu teman temannya yang lain untuk naik keatas perahu. Setelah semuanya siap, mereka mulai berlayar menuju pulau pisang, dengan bantuan seorang nelayan pemilik perahu.

__ADS_1


"Yuhuuuu Pulau pisang, we coming" seru Ardan


"Dan, diem deh lo. Nanti yang ada perahunya bisa kebalik kalo lo ngga bisa diem" sergah Arga


__ADS_2