Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Bab 66


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Diana dan Lion saling diam, tidak ada interaksi diantara mereka. Jika Lion larut memikirkan cara mendapatkan restu dari kedua orang tua Diana. Maka Diana sibuk berdebat dengan hatinya.


Di satu sisi ia merasa sikapnya kepada Ibunya sudah sangat keterlaluan, hanya untuk seorang laki laki ia berani membantah perintah Ibunya. Namun di sisi lainnya, ia merasa bahwa ini adalah keputusan yang paling tepat, ia tidak bisa selamanya hidup dibawah tekanan. Ia harus bisa menegakkan pendiriannya, dan melakukan apa yang ia inginkan, tanpa adanya aturan dari Ibunya. Sudah cukup rasanya selama ini ia mengerjakan segala sesuatu dengan aturan Ibunya


"Aww..." Diana memegangi kepalanya yang sedikit terbentur pintu mobil


"Maaf Nona, ada mobil yang menyalip tadi, dan saya sedikit oleng" Supir tersebut melihat Diana dari kaca spion tengah, dan tidak menyadari adanya mobil truk besar yang juga tengah menyalip didepan sana


"Pak awas!"


Pak supir membanting setir untuk menghindari dua truk berukuran besar yang ada didepan sana. Namun yang terjadi, mobil mereka justru menabrak sebuah pohon besar yang ada di pinggir jalan. Kecelakaan besar terjadi tanpa dapat di elakan

__ADS_1


*


"Apa? Diana kecelakaan?" ucap Bian melalui sambungan teleponnya


Branggg


Ibu Lena yang melintasi ruang tengah tanpa sengaja menjatuhkan piring di genggamannya. Ia benar benar terkejut saat mendengar perkataan Bian dengan seseorang dengan sambungan teleponnya. Bian yang menyadari hal itu segera mematikan sambungan teleponnya setelah mengucapkan terimakasih


"Mak..." Bian menghampiri Ibu Lena yang tampak berdiri mematung


"Diana pasti mak api api, ija gham mit rumah sakit tanno" (Diana pasti baik baik aja Mak, ayo kita ke rumah sakit sekarang)

__ADS_1


Ibu Lena mengangguk dengan mata yang sudah digenangi air mata. Pak Sutan yang baru keluar dari kamar, segera menghampiri anak dan istrinya di ruang tengah. Melihat istrinya yang tampak sedih, Pak Sutan jadi menebak nebak dalam hati tentang apa yang terjadi


"Api ngeba ni Bian?" (Ada apa Bian?) tanya Pak Sutan


"Diana jama Lion kecelakaan Bak, tanno tiyan ghua adu di lariko di rumah sakit Krui" (Diana dan Lion kecelakaan Bak, sekarang mereka berdua sudah dilarikan ke rumah sakit Krui)


"Diana..." Pak Sutan sama terkejutnya dengan Ibu Lena. Namun ia bisa menguasai dirinya, ia langsung menggantikan Bian untuk memapah Ibu Lena, sedangkan Bian segera menyiapkan mobil untuk berangkat menuju Kota Krui


Satu setengah jam perjalanan, akhirnya Ibu Lena, Pak Sutan, serta Bian tiba di rumah sakit. Mereka segera memasuki rumah sakit, dan menemui resepsionis. Setelah mengetahui letak kamar rawat Diana dan Lion, mereka segera menuju ruangan tersebut


Ibu Lena melangkah pelan menuju ranjang perawatan Diana. Ia mengangkat tangannya yang bergetar untuk menyentuh wajah Diana. Akhirnya tangannya berhasil menyentuh wajah pucat sang putri.

__ADS_1


"Mahapko Mak nak..."


Ibu Lena menangis sesegukan disamping Diana, ia menyesal sudah membuat Diana pergi dari rumah dengan hati yang kesal. Kini penyesalan merasuki relung hatinya, karena secara tidak langsung, ia telah membuat putrinya berada dalam bahaya. Ibu Lena kemudian menyingkap tirai yang membatasi antara brankar Diana dan Lion, hingga terlihatlah Lion yang sama mengenaskannya dengan Diana. Ibu Lena kembali tidak bisa membendung air matanya.


__ADS_2