Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Menolak


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Lion saat genggaman tangannya di lepas oleh Diana


"Kalau Kakak ngelakuin ini cuma karena kasian, maaf gue ngga mau nerima belas kasih orang lain"


Diana menghembuskan nafas kasar. Ia bangkit dari kursi tersebut, lalu kembali menuju kamarnya. Sedangkan Lion hanya memandang Diana yang berlalu dari hadapannya


*


Malam ini, mereka semua duduk di teras depan penginapan mereka. Duduk beralaskan tikar, dan menikmati dinginnya angin malam. Ardan dan Gita tentu saja identik dengan sikap romantis keduanya, sedangkan yang lain, mereka hanya bercengkerama kecil mengisi kekosongan


"Oh iya Dee, besok kita kemana?" tanya Ardan


Hening


Tidak ada jawaban, hingga mengalihkan perhatian semua orang untuk menatap Diana. Sedangkan Diana hanya diam dengan tatapan kosong tak tentu arah. Arga yang duduk paling dekat dengan Diana menjentikan jarinya beberapa kali didepan wajah Diana. Namun cara itu tidak berhasil membuat Diana sadar. Hingga akhirnya, Gita berpindah duduk di samping Diana, di pegangnya lengan itu hingga membuat Diana terkejut


"Lo kenapa Dee?" tanya Gita khawatir


"Gue-gue ngga papa kok, kenapa? Tadi nanya apa?"


Gita menatap Diana yang melihat kesana kemari seperti orang linglung. "Tadi Kak Ardan nanya, besok kita mau kemana"


"Besok? Gue lupa Kak. Bentar gue liat dulu ya" Diana bangkit dari duduknya, tapi langsung di tahan oleh Gita, hingga membuat Diana kembali duduk di tempatnya

__ADS_1


Nanti aja ngeliatinnya, kita duduk aja dulu disini" saran Gita


"Oh... Iya" Diana masih seperti orang linglung. Otaknya seakan tidak bisa berpikir, seluruh pikirannya kini tertuju pada pembicaraannya bersama Lion sore tadi, dan hal itu sukses membuatnya pusing


"Oh iya Dee, mengenai pulau pisang kemaren, kok kita ngga liat lumba lumba ya pasti nyebrang laut?" tanya Arga


"Karena gue ngga bisa..."


"Maksudnya?" tanya Arga bingung


Gita yang mengerti kondisi Diana yang tidak baik baik saja akhirnya memberi kode kepada yang lain untuk membawa Diana masuk "Gue kayaknya udah ngantuk deh Kak, sorry ya gue sama Diana duluan ke kamar" pamit Gita "Ayo Dee"


"Haa?" Diana terkejut dan melirik semua orang yang kini menatap ke arahnya "Kita masuk? Ayo. Gue duluan ya Kak" ucap Diana gagap, kemudian lekas berdiri mengikuti Gita


"Iya, istirahat ya Dee" ucap Arga "Diana kenapa malam ini, kok kayak ngga biasanya?"


"Menurut lo kenapa Daff?" tanya Arga pada Daffa, bukannya mendapat jawaban atas pertanyaannya, ia malah mendapat pelototan dari Daffa "Kenapa orang orang tuh pada ngga bisa santai ya bro" ujar Arga pada Ardan


"Lo yang stres, udah tau ngga bakal dapet jawaban, masih aja ditanya tanya" ucap Ardan sewot


"Good job boy, thanks for the defense" ucap Daffa pada Ardan


"Jadi lo sekarang ada di kubu dia?" tanya Arga menunjuk Daffa yang tersenyum mengejek kearahnya

__ADS_1


"Sorry bro, gue pindah haluan"


"Kalo gitu, Lion... lo pasti di kubu gue kan?"


Sama halnya seperti Diana, Lion hanya diam dengan pandangan kosong. Pikirannya berkelana tentang kenapa, dan ada apa dengan Diana. Arga yang melihat Lion diam, melirik kedua temannya dengan alis terangkat, seakan mengisyaratkan ada apa dengan Lion


"Lion... Woy!" teriak Arga


"Kenapa sih? Berisik tau ngga"


"Ya lagian lo, orang kita ngobrol, lo malah diem aja. Kenapa sih?"


"Gue lagi kepikiran sama Diana"


"Kenapa?"


"Gue rasa, dia kayak gitu karena tadi sore gue ngungkapin perasaan gue ke dia"


"Terus?"


"Dia nolak gue"


"Ya iyalah bambang, dia pasti nolak lo, kalo gue jadi dia, gue juga bakal nolak lo. Lagian nembak anak orang sore sore, didepan penginapan lagi, ngga modal banget lo" ucap Arga menggebu

__ADS_1


"Gini aja, lo ikutin cara kita, kali ini gue jamin pasti berhasil" usul Ardan


"Ini nih, pakar cintanya udah mulai bertindak, kali ini gue yakin" ucap Arga


__ADS_2