Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Jajanan kaki lima


__ADS_3

Diana turun lebih dulu saat keduanya sudah tiba di pusat jajanan kaki lima yang di tuju. Diana mengembangkan senyumnya menatap pada jejeran gerobak makanan yang tersedia di sisi kiri dan kanan jalan. Ia melirik ke belakang, melihat Lion yang baru turun dari mobil, dan berjalan ke arahnya


"Kakak ada reques ngga kita mau beli apa?" tanya Diana


"Lo yakin kita makan disini"


"Iya dong, ayo"


Diana menarik lengan Lion untuk mengikutinya. Menatap beberapa makanan yang menarik, lalu memesannya. Setelah cukup memesan beberapa makanan yang di inginkan, Diana mengajak Lion untuk duduk di bangku yang tersedia. Diana meletakan tas-nya diatas meja, lalu melipat kedua tangannya diatas meja layaknya anak Sd


"Kakak kenapa?" tanya Diana saat melihat Lion yang celingukan


"Disini ngga ada tissue ya?"


"Tissue? Buat?"

__ADS_1


"Ngelap meja"


"Hahaha Kak, mereka ngga akan sanggup buat ngegaji Kakak, jadi Kakak ngga usah sok sok-an mau ngelap meja segala" ucap Diana tertawa sumbang


"Gue serius Dee, mejanya berdebu. Nanti kalo kita batuk gimana?"


"Oke, dengerin gue, kita makan di pinggir jalan yang pasti berdebu, kalo cuma debu debu kayak gini, ini ngga akan bikin sakit Kak, percaya deh. Gue yang jamin, kalo pun nanti Kakak sakit, biar gue yang ngerawat"


"Lo yakin?" tanya Lion menyunggingkan senyum di bibirnya


Lion hanya diam, tidak menjawab perkataan Diana. Ia hanya tersenyum kecil saat membayangkan sesuatu di kepalanya. Tidak lama setelah itu, beberapa makanan yang mereka pesan sudah tersedia di atas meja


"Makan Kak" Diana menggeser semangkuk bakso ke hadapan Lion, dan mengambil semangkuk lagi untuk dirinya sendiri


Diana memakan bakso tersebut dengan nikmat. Lion yang melihat cara Diana makan yang tampak sangat sedap, akhirnya penasaran. Ia mulai menyendok kuah bakso tersebut, dan memakannya. Barusaja masuk mulut, ia sudah bisa merasakan rasa yang luar biasa dari kuah bakso tersebut, tanpa sungkan akhirnya ia mepahap habis bakso dalam mangkuknya. Diana yang melihat Lion makan hanya tersenyum kecil

__ADS_1


"Gimana baksonya?" tanya Diana setelah keduanya selesai memakan bakso


"Enak, gue ngga nyangka jajanan kayak gini rasanya bisa se-enak itu"


"Mereka jual jajanan pinggiran gini bukan berarti karena mereka ngga bisa bikin makanan enak, cuma rezeki mereka ngga cukup buat ngebangun tempat jualan yang layak"


"Lo sering makan kayak gini Dee?" tanya Lion penasaran


"Sering banget. Gue mana cukup uang Kak buat beli yang mahal mahal, jadi harus hemat" ucap Diana


"Emangnya orang tua lo kerja apaan?" tanya Lion penasaran


"Serabutan sih, biasalah orang kampung. Sebenernya ada restoran keluarga yang di kelola sama keluarga gue, tapi kan hasilnya harus bagi rata sama saudara Bak yang lain, jadi aku harus pinter pinter mengelola keuangan, kalo ngga gitu, bisa bisa gue ngga makan. Kakak tau sendiri kan, hidup di kota Jakarta itu kayak gimana" ucap Diana


Lion mengangguk mendengar penjelasan Diana. Perekonomian keluarga Diana memang sangat berbeda jika di bandingkan dengan dirinya dan teman temannya. Tapi jujur, Diana adalah orang yang mampu mengelola keuangan dengan baik. Terbukti sampai saat ini Diana tidak pernah bergantung kehidupan dengan teman temannya, meski Gita sekalipun

__ADS_1


__ADS_2