Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Cerita Lion


__ADS_3

"Nih Kak..." Diana menyerahkan piring berisi makanan itu kepada Lion


"Ngga di suapin?"


Diana duduk di samping Lion, mengambil nasi dengan sendok, dan mengarahkan sendok tersebut tepat di depan mulut Lion. Diana mengaduk makanan yang ada di tangannya, tanpa berani bertatapan dengan mata Lion. Jujur ia takut, ia takut jika dirinya tidak bisa mengontrol hati, yang akhirnya membuatnya jatuh kedalam pesona laki laki tampan itu


"Dee..."


"Ya Kak?"


"Makanannya ngga akan habis kalo kamu ga nyuapin"


Diana yang mengerti akhirnya kembali mengarahkan sesendok makanan ke hadapan Lion. Membuat Lion kembali membuka mulutnya, dan menerima suapan dari Diana. Ia kembali mengunyah makanannya dengan lahap.


Setelah selesai dengan makannya, Diana segera kembali ke dapur dengan membawa piring kotor di tangannya. Saat melewati meja makan, ia melihat Tante Rossa yang juga tengah membersihkan meja makan yang terdapat piring kotor milik Om Haris. Ia pun berinisiatif mendekat


"Mau sekalian Diana cuciin ngga Tan?"


"Ngga usah, nanti Tante aja. Punya Lion juga biar Tante aja ngga papa"


"Ngga papa kok Tan, aku bisa"

__ADS_1


"Kamu yakin?"


"Iya"


Setelah itu, Diana kembali menuju wastafel dengan membawa piring kotor di tangannya. Ia mencuci piring tersebut, dan setelahnya ia menyusun piring piring tersebut di rak yang terdapat tidak jauh dari sana. Setelah selesai dengan itu, ia kembali menuju meja makan, dimana Tante Rossa menunggunya


"Udah selesai?" tanya Tante Rossa


"Udah Tan"


"Makasih ya, udah yok kedepan, Om udah mau balik ke kantor"


"Papa balik ya Ma"


"Iya, hati hati"


"Dee, kamu enjoy aja disini sama Tante dan Lion, om balik ya" ucap Om Haris


"Iya Om"


Tante Rossa mengiringi kepergian Om Haris sampai ke pintu utama. Setelah mobil Om Haris keluar dari halaman, barulah Tante Rossa kembali masuk menemui Lion dan Diana. "Kalian mau disini aja, atau mau keluar?"

__ADS_1


"Kita disini aja kok Tan, Kak Lion kan lagi kurang sehat, jadi ngga mungkin juga kita keluar"


"Oh, yaudah kalo gitu, Tante pamit ke kamar ya"


"Iya Tan"


Diana duduk kembali di sofa setelah Tante Rossa kembali ke kamarnya. Ia melihat beberapa foto yang terdapat di lemari hias yang berada di ruang keluarga tersebut. Terdapat banyak sekali piala penghargaan, disertai dengan beberapa foto sebagai pelengkap.


"Itu foto Mama waktu muda" ucap Lion saat menyadari arah tatapan Diana. Ia mengambil satu foto dimana Mama nya berdiri diatas red karpet pada sebuah ajang penghargaan


"Fotonya keren banget Kak"


"Iya, Mama dulunya artis, she's a singer. Tapi setelah ketemu Papa, akhirnya Mama mutusin untuk ngga ngelanjutin kariernya, dan memilih fokus mengurus rumah tangga. Itulah kenapa di rumah ini ngga punya Art"


"Jadi semua pekerjaan rumah, dikerjain Tante Rossa sendiri?"


"Iya, itulah hebatnya Mama. Dulu Mama punya sahabat sesama penyanyi yang satu managemen sama dia, dan orang itu adalah Ibunya Daffa, tapi Ibunya Daffa meninggal saat melahirkan Daffa dan saudara kembarnya saat itu. Ngga lama setelah Ibunya Daffa meninggal, Mama juga ketemu sama Papa, dan memutuskan untuk menikah"


"Daffa... Maksud Kakak, Kak Daffa?"


"Iya"

__ADS_1


__ADS_2