
Setelah pintu tertutup rapat, Diana menggeser duduknya dan menempelkan punggung tangannya pada dahi Lion "Kakak udah ke dokter?"
"Nggak, ini... ini cuma demam biasa, bentar lagi juga sembuh" ucap Lion gugup
"Kakak yakin?"
"Iya, oh iya gue lupa ngabarin lo sama Gita kalo gue sama temen temen gue mau ke pantai besok. Lo berdua gimana mau ikut?"
"Pantai? Besok? No! Ngga ada yang boleh ke pantai besok. Denger ya, Kakak itu lagi sakit jadi please jangan aneh aneh"
"Tapi..."
"Ngga ada tapi tapian" ucap Diana telak "Siapa yang ngusulin buat ke pantai besok?" tanya Diana pada teman teman Lion, dan mereka menunjuk Arga secara bersamaan
"Kok gue?" tanya Arga bingung sembari memelototkan matanya seolah memberi peringatan
"Kak Arga yang ngasih saran?" tanya Diana
"Mmm Dee, gue nyaranin mereka buat jalan jalan doang, dan gue ngga bilang kalo jalan jalannya harus besok, sumpah"
"Yaudah, intinya saran dari gue kita ngga mungkin ke pantai besok karena Kak Lion lagi sakit. Seenggaknya kita tunggu sampai Kak Lion membaik"
"Gue setuju, gue udah bilang dari awal kalo sebaiknya kita emang ngga ke pantai besok" ucap Daffa lantang memberi pembelaan
"Ngomong ngomong, kalian ngga jadi ke kampus hari ini?" tanya Lion
"Ngga Kak, kan gue udah janji kemarin buat jagain lo kalo sampe lo sakit. Jadi gue harus nepatin janji gue sekarang"
__ADS_1
"Thanks ya"
"Sama sama"
"Tapi bro ngomong ngomong sorry banget nih, gue ada urusan di luar, jadi gue cabut duluan ya" ucap Daffa menginterupsi
"Oh iya ngga papa, thanks ya" balas Lion
"Santai aja, yok semuanya" Daffa berlalu dari ruangan
"Mmm bro... gue juga kayaknya duluan ya, soalnya jemuran nyokap gue di rumah ngga ada yang ngangkat" seru Arga yang di balas Lion dengan senyuman tipis di bibirnya
"Gue sama pacar gue juga duluan deh bro kayaknya, soalnya tadi gue kesini bareng sama Arga, jadi gue balik juga harus sama dia. Sorry banget ya" timpal Ardan
"Tapi tadi aku bawa mobil sendiri kok sayang, nanti kamu bisa kok bareng sama aku dan Diana buat pulang, jadi Kak Arga duluan aja ngga papa" ucap Gita
"Kejutan? Kok kamu ngga bilang dulu ke aku?"
"Ya... kan kejutan sayang, kalo aku kasih tau kamu, berarti bukan kejutan lagi dong. Jadi kita pulang sekarang aja ngga papa ya"
Gita melirik Diana yang melihat kearah mereka, menyaksikan perdebatan kecil yang sempat terjadi diantara mereka "Dee... kalo gue pulang duluan, gimana?" tanya Gita hati hati
"Yaudah ngga papa, nanti gue pesen gojek aja buat pulang"
"Lo yakin?"
"Iya"
__ADS_1
"Udah clear kan? Udah yok kita cabut" seru Arga sembari melenggang pergi diikuti oleh Ardan dan Gita.
"Ehh... pada mau kemana ini? Pulang?" tanya Tante Rosa yang kebetulan bertemu di depan kamar Lion
"Iya Tante, kita mau pulang dulu" jawab Arga
"Padahal Tante udah masak buat makan siang bareng lo"
"Sorry ya Tante, nanti kapan kapan kita main lagi kesini" timpal Gita
"Yaudah, kalian hati hati di jalan"
"Siap"
Ketiganya akhirnya pergi dari kediaman Baskara. Gita dan Ardan segera memasuki mobil milik Gita. Sedangkan Arga menggunakan mobilnya sendiri
"Tadi Kakak bilang ada kejutan, kejutan apa?" tanya Gita
"Mmm... Sebenernya..." Ardan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Sebenernya tadi aku cuma becanda sayang, maaf ya"
"Becanda, maksud Kakak?"
"Sebenarnya Lion ngga benar benar sakit, dia cuma sandiwara biar bisa deket sama Diana. Makanya itu aku ngajak kamu pulang duluan biar Diana dan Lion bisa lebih deket"
"Jadi kalian ngerencanain ini semua?" tanya Gita tak percaya
"Iya sayang, maaf ya"
__ADS_1