
Setelah tiba kembali di penginapan, Para laki laki tampan itu akhirnya memapah Arga yang masih tampak lemas didalam mobil. Tidak lupa Gita dan Diana mengikuti mereka dibelakang sana. Setelah Arga di rebahkan di kasur, baru Diana mendekat dan kembali mengoleskan minyak di beberapa bagian tubuh Arga. Diana benar benar mengurus Arga layaknya seorang dokter terhadap pasiennya
"Masih pusing ya Kak?"
"Sedikit"
"Yaudah, sekarang Kakak coba bawa tidur aja, nanti sore Kakak langsung mandi air dingin, gue jamin badan Kakak pasti langsung enakan" saran Diana, setelah itu ia keluar dari kamar Arga
"Gimana keadaan Arga, Dee?" tanya Ardan
"Kayaknya Kak Arga mabuk lautnya lumayan parah Kak. Tapi setelah dia mandi nanti sore, gue yakin pusing di kepalanya bakalan reda" jelas Diana "Ayo Git kita ke kamar"
"Kita duluan ya Kak" pamit Gita
Diana menghempaskan tubuhnya diatas kasur, disusul oleh Gita. Keduanya sama sama memandangi langit langit kamar, tanpa ada yang bersuara. Lelah seakan benar benar mendominasi tubuh mereka saat ini.
"Git"
__ADS_1
"Hemm..."
"Gue rasa... Kak Lion udah makin berubah sekarang. Dia udah sering nimbrung dalam obrolan kita, dan jujur gue jadi terlalu geer sama dia. Gue udah bener bener coba buat lupain dia, tapi sampai sekarang bukannya lupa, gue malah makin kagum sama Kak Lion"
"Terus?" tanya Gita tidak mengerti arah pembicaraan Diana
"Gue pengen perjuangin cinta gue"
"Bagus dong, gue dukung lo"
"Tapi perjodohan itu selalu menghantui gue"
"Itu dia, gue ngga mungkin bisa ngelawan orang tua gue sendiri. Tapi kalo ternyata Kak Lion berani buat nemenin gue, gue rasa gue bisa ngelakuin ini"
"Itu artinya... Lo masih ngarepin Kak Lion?"
"Berharap iya, tapi untuk memiliki, gue rasa itu akan sulit"
__ADS_1
"Sabar ya Dee. Jujur, gue juga ngga rela kalo lo harus nikah sama laki laki yang udah pernah berumah tangga"
Gita menatap Diana yang hanya diam, masih menatap langit langit kamar. Ia sedikit kasihan dengan sahabatnya ini, kisah cinta yang cukup rumit antara memilih keluarga atau laki laki yang ia cinta. Hingga tanpa sadar keduanya tertidur dengan posisi terlentang
Diana bangun dari tidurnya saat jam menunjukkan pukul lima sore. Ia segera membangunkan Gita, setelah itu ia berpindah menuju kamar para teman laki laki nya. Ia terus mengetuk pintu yang masih tertutup rapat itu, hingga di ketukan ke tiga, barulah pintu terbuka, dan menampilkan Lion disana
"Waktunya mandi Kak, biar Kak Arga juga jadi seger" ucap Diana mengingatkan
Lion melirik ke dalam, tampak Ardan dan Daffa yang terganggu dengan percakapan mereka, hingga akhirnya terbangun. Sedangkan Arga, layaknya pohon mati yang sama sekali tidak terlihat hidup. Hanya perutnya yang kempang kempis yang menandakan laki laki itu masih hidup
"Bangunin Arga suruh mandi" perintah Lion pada Ardan, setelah itu ia membawa Diana ke halaman depan penginapan mereka, dan membawanya duduk di kursi yang ada disana
"Kita ngapain kesini Kak?" tanya Diana bingung, kebingungannya bertambah saat Lion memegang kedua tangannya "Kak..."
"Gue cinta sama lo Dee"
Deg
__ADS_1
Diana menatap Lion tak percaya. Ada rasa berdebar dalam dadanya, keinginannya untuk mendapatkan hati Lion akhirnya terwujud. Namun ada satu pertanyaan dalam benaknya yang membuatnya meragukan pernyataan Lion, hingga membuatnya akhirnya melepas genggaman tangannya dari tangan Lion