Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Cantik


__ADS_3

Diana membantu Lion untuk kembali merebahkan tubuhnya. Setelah itu, ia mengambil kompresan dan kembali mengompres Lion. Pintu kamar terbuka, menampilkan Tante Rosa yang terlihat mengembangkan senyum saat melihat pemandangan di depannya


"Mama" ucap Lion saat melihat Tante Rossa berada di kamarnya, Mendengar hal itu Diana segera melihat kearah Tante Rossa dan berdiri dari duduknya untuk menghormati wanita tersebut


"Jangan sungkan sayang duduk aja nggak apa-apa. Oh iya Tante ke sini mau ngajak kalian buat makan siang, Kamu pasti belum makan kan?"


"Belum Tante"


"Ya udah kalau gitu kita makan di bawah ya, biarin anak nakal ini sendiri disini"


"Ma... masa aku di tinggalin" sungut Lion


"Udah kalau sakit tuh diem, biar cepet sembuh" ucap Tante Rossa "Ayo sayang"


Tante Rossa segera mengajak Diana turun menuju dapur, dan disana sudah tersedia beberapa hidangan istimewa. Diana duduk berhadapan dengan Tante Rossa. Mereka makan dengan sesekali di iringi canda dan tawa dari keduanya


"Oh iya, kamu udah lama kenal sama Lion?" tanya Tante Rossa


"Lumayan lama sih Tan, Kak Lion senior aku di kampus"


"Oh... Tapi Tante seneng loh karena akhirnya Lion punya pacar, tadinya Tante pikir anak tante tuh ngga normal karena selama ini dia ngga pernah ngenalin pacarnya ke Tante. Tapi sekarang Tante udah tenang, karena dia udah punya kamu"

__ADS_1


"Mmm... Tapi aku bukan pacarnya Kak Lion Tan, aku sama Kak Lion cuma temenan aja"


"Ngga papa, Tante tetep seneng"


Tante Rossa selesai dengan makannya, ia lalu menumpuk beberapa piring kotor, dan membawanya menuju wastafel. Diana yang melihat hal itu segera mengikuti Tante Rossa dari belakang. Terlihat Tante Rossa yang tengah mencuci piring membelakanginya


"Aku bantu ya Tan"


"Boleh, kamu bagian nyusun piring di rak aja ya"


Diana dan Tante Rossa sedang asik mencuci piring, diselingi obrolan akrab khas mereka. Hingga terdengar salam dari pintu utama yang membuat kedua wanita itu menoleh secara bersamaan


"Wa'alaikum salam" Jawab Tante Rossa sembari mengeringkan tangannya dengan lap "Bentar ya, Tante ke depan dulu" Tante Rossa berjalan menuju pintu utama, untuk menyambut seseorang yang datang,


"Ma..."


"Pa... Kok pulang siang sih? Ngga biasanya" Tante Rossa segera mengambil alih tas kantor yang ada di tangan suaminya.


"Sengaja mau makan siang bareng sama Mama"


"Tapi Mama udah makan siang barusan"

__ADS_1


"Tumben? Biasanya Mama nanyain Papa dulu mau pulang siang atau makan di kantor" tanya Tuan Haris mengernyit


"Iya, tadi ada temen temennya Lion pada main ke rumah, Jadi Mama lupa deh buat nanyain Papa. Oh iya, Mama mau ngenalin Papa sama seseorang"


"Siapa?"


"Udah yok masuk dulu" Tante Rossa menggandeng lengan suaminya memasuki ruang keluarga, saat tiba di ruang keluarga, ia segera memanggil Diana yang masih berdiri di tempat semula


"Dee... Sini" ajak Tante Rossa "Kenalin, ini Papa nya Lion, Om Haris"


"Hai Om, Assalamu'alaikum" sapa Diana gugup


"Wa'alaikum salam" jawab Om Haris ramah


"Ini temennya Lion Pah, tadi dia yang ngerawat Lion" jelas Tante Rossa


"Papa kira, yang Mama maksud temennya Lion itu, Arga dan komplotannya"


"Iya, tadi mereka juga kesini, tapi mereka duluan pulang. Oh iya, cantik ya Pah temennya Lion, namanya Diana"


"Cantiklah Ma, kan cewek" gurau Om Haris

__ADS_1


__ADS_2