Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Bab 70


__ADS_3

Rombongan keluarga Lion mulai bergerak mendekati rumah Diana. Arak arakan terdengar sangat meriah, dengan lantunan shalawat, dan bunyi rebana yang bersahutan. Adat masih benar benar terasa sangat kental sekali, hingga akhirnya Lion di ambil alih oleh dua orang gadis yang di tugaskan keluarga Diana.


Lion dibawa menuju depan rumah Diana. Dimana disana ia sudah ditunggu oleh seseorang yang juga ditugaskan keluarga Diana untuk menyambut kedatangan calon menantu mereka. Wanita yang usianya tidak lagi muda itu mulai memercikan air kepada Lion, dengan tujuh kali hitungan


"Sai, ghua, telu, pak, lima, enam, pitu. Ghepa yos ni way sinji, gheno muneh yos ni hati ni mattu ni Pak Sutan sai appai sappai ji" (Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Seberapa adem air ini, sebegitu adem pula hati mantu Pak Sutan yang baru tiba ini)


Setelah selesai dengan sambutan sambutan berupa pantun lampung, atau disebut wayak. Akhirnya wanita tersebut mengulurkan tangannya untuk menyambut Lion. Lion segera menyambut uluran tangan wanita tersebut, dan mengikutinya masuk kedalam kediaman Diana. Sedangkan para sahabat serta keluarga besarnya sudah di arahkan untuk menuju sebuah rumah yang di peruntukkan untuk mereka selama prosesi pernikahan di adakan.


Setelah selesai, kini baik Lion maupun Diana di tuntun oleh beberapa gadis desa serta Gita, untuk menuju rumah yang di peruntukkan untuk keluarga Lion. Sebuah rumah yang jaraknya hanya sekitar dua rumah dari kediaman Diana. Mereka segera masuk kedalam rumah, disana para keluarga Lion sudah duduk dengan beberapa hidangan makanan yang sudah tersedia.

__ADS_1


Para pria duduk di bagian tengah rumah, sedangkan para wanita duduk di bagian yang sedikit belakang. Setelah selesai dengan beberapa adat sebelum makan, akhirnya mereka semua memakan hidangan yang sudah di sediakan. Suasana adat istiadat benar benar terasa


Kini setelah selesai, mereka kembali menuju kediaman Diana. Disana, Bian dan calon istrinya sudah duduk bersanding di pelaminan. Diana dan Lion yang baru tiba juga langsung diarahkan untuk duduk di pelaminan bersama Bian dan calon istrinya. Acara orgen tunggal di mulai, dan berakhir pada pukul lima sore.


Malam ini adalah malam pertama prosesi pernikahan mereka. Baik Lion, Diana, Bian, dan Sonya sudah kembali mengenakan pakaian adat. Mereka ber-empat kemudian di arahkan untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan. Sedangkan disepanjang kiri dan kanan mereka sudah berjejer para bujang gadis (muli meghanai) yang akan melaksanakan sambai adat


Para muli tersebut sudah mengenakan kain yang di pakai menyerupai sarung, yang dipadukan dengan kebaya modern dengan beragam warna. Tatanan rambut yang dipakaiakan konde dengan beberapa hiasan, menambah kesan anggun untuk para Muli Lampung tersebut. Sekitar jam dua belas malam, akhirnya acara adat nyambai tersebut selesai.


Ketiga wanita itu tertidur dalam satu ranjang yang sama hingga pagi menjelang. Setelah pagi menjelang, kini Diana dan Sonya kembali di pakaikan pakaian adat serupa. Setelah itu mereka diajak untuk kembali bersanding di tempat yang sudah di sediakan. Tidak lupa, beberapa muli meghanai yang merupakan Suku dari Kesaibatinan keluarga mereka juga ikut memakai pakaian adat pengantin untuk menemani prosesi terakhir pernikahan anak Saibatin tersebut.

__ADS_1


Bian duduk didepan bersama Lion, sedangkan Diana dan Sonya berada di belakang calon suami mereka masing masing. Beberapa muli meghanai yang sudah memakai baju adat pengantin, kini duduk disamping kiri dari kedua pasangan pengantin. Setelah semuanya siap, kini acara akad mulai dilakukan. Dimulai dari akad nikah Bian dan Sonya yang Alhamdulillah berjalan dengan lancar, kini tiba giliran akad untuk pernikahan Lion dan Diana


"Lion Alexander Baskara bin Haris Baskara saya nikahkan engkau dengan putriku Erawasti Diana Bangsawan binti Sutan Bangsawan dengan maskawin satu set perhiasan emas dua puluh empat karat, uang senilai satu milyar rupiah, dan sebuah rumah dibayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Erawasti Diana Bangsawan binti Sutan Bangsawan dengan maskawin tersebut dibayar tunai" Lion mengucapkan qabul dengan satu tarikan nafas


"Ghepa ajo" (Gimana?) tanya penghulu pada dua orang saksi


"Adu pas nihan ano, nyak kawa nge-sah kenni" (Udah pas, saya bersedia mengesahkannya)

__ADS_1


"Alhamdulillah"


Acara berlanjut dengan pembacaan surat surat pendek yang dilantunkan dari masing masing muli meghanai yang memakai pakaian adat tersebut. Setelah selesai, acara di tutup dengan pemberian gelar (Adok) kesaibatinan kepada Bian, istrinya dan beberapa Suku Kesaibatinan lain. Setelah melalui serangkaian adat pernikahan itu, akhirnya baik Bian dan Sonya, maupun Diana dan Lion telah sah menjadi pasangan suami istri"


__ADS_2