
"Nambah lagi Kak?"
"Cukup Dee, kenyang banget"
"Oke, kalo gitu saatnya membereskan kekacauan"
Diana bangkit dari duduknya. Meletakkan kedua tangan di pinggang, dengan mata yang sibuk menelisik setiap sudut ruangan. Diana melirik Lion yang sudah ikut berdiri di belakangnya dengan gaya yang sama
"Dimulai dari cucian piring, Kakak bisa kan nyuci piring?" tanya Diana
"Aku?" tunjuk Lion pada dirinya sendiri, dan dijawab anggukan oleh Diana "Aku mana bisa Dee, tapi kalo diajarin bisa sih kayaknya"
"Kalo gitu aku ajarin"
Diana segera mengumpulkan perabotan kotor dan menaruhnya dalam wadah yang cukup besar. Setelah itu ia meminta bantuan Lion untuk memindahkannya ke kamar mandi yang ada di dekat dapur untuk segera dicuci, mengingat kontrakan kecilnya tidak memiliki wastafel. Setelah itu ia mengajari Lion cara mencuci piring dan perabot lainnya.
Diana memandang dapur kecilnya yang sudah tampak rapi dengan senyuman. Ia beralih menuju kamar mandi, untuk membantu Lion. Tiba di pintu kamar mandi, ia melihat Lion yang tampak fokus pada cucian piringnya. Diana mengambil ponsel yang ia simpan di saku celananya, dan memotret moment langka yang ada di hadapannya.
Jepret
"Dee..." peringat Lion saat menyadari Diana yang memotret dirinya
"Sorry Kak, mengabadikan moment. Kan jarang jarang ada cowok ganteng nyuci piring kayak gini. Keliatan lebih sexy" ucap Diana dengan kedipan menggoda
__ADS_1
"Awas kamu ya"
"Hahaha..."
Lion bangkit dari duduknya. Membawa satu bak penuh barang barang yang sudah ia cuci, dan semua itu tidak luput dari jepretan kamera Diana. Bahkan beberapa kali Diana tampak mengabadikan kegiatan Lion dengan vidio di ponselnya.
"Huh... Capek ya ternyata jadi ibu rumah tangga" keluh Lion saat ia sudah selesai dengan pekerjaannya
"Kakak baru nyuci piring sekali aja bilang capek, gimana Tante Rossa yang ngelakuin ini tiap hari"
"Iya ya, ternyata capek jadi nyokap"
"Udah yok, ke depan" Diana berjalan lebih dulu menuju depan kontrakannya. Ia duduk di kursi panjang yang membentang di depan kontrakannya
"Dee..."
"Kayaknya panggilan kamu ke aku terlalu aneh ngga sih?" tanya Lion sembari ikut duduk di samping Diana
"Aneh kenapa?"
"Ngga papa, cuma kayaknya bener deh kata Ardan sama Gita. Harusnya panggilan kita itu sayang atau apa gitu, masa pacaran manggilnya Kakak"
"Kakak pernah pacaran ya sebelumnya?" tanya Diana
__ADS_1
"Kenapa nanya gitu?" tanya Lion balik
"Ngga papa, pengen tau aja. Soalnya kata Tante Rossa Kakak belum pernah pacaran, tapi aku ngga percaya. Masa iya laki laki se-tampan ini ngga pernah pacaran"
"Jadi menurut kamu aku udah pernah pacaran?"
"Pasti"
"Iya, aku emang pernah pacaran waktu Sma, dan aku putus sama cewek itu waktu itu karena dia suka sama Arga, dan aku belum sempat ngasih tau Arga kalo aku sama cewek itu pacaran"
"Terus?"
"Setelah Arga tau, dia ngejauhin cewek itu demi persahabatan kami, dan... setelah kejadian itu, aku ngga tau kabar cewek itu sampai sekarang. Kenapa kamu nanya masalah ini?" tanya Lion lagi sedikit tidak percaya dengan alasan Diana yang mengatasnamakan mamanya
"Mau tau aja panggilan kamu sama mantan kamu dulu apa"
"Jadi buat itu? Kenapa emangnya, kamu cemburu?"
"Ya iyalah cemburu. Aku ngga mau ya kalo panggilan aku buat kamu ternyata udah di pake sama mantan mantan kamu itu"
"Oke, emang kamu niatnya mau panggil aku apa?" pancing Lion
"Ayah bunda..."
__ADS_1
"Dee"
"Hahahaha"