Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Keramikan


__ADS_3

Setelah mengelilingi tiga danau tersebut, rombongan itu pun kembali mengikuti tour guide yang membawa mereka menuju perahu yang ada di danau asam. Mereka mulai saling membantu untuk naik keatas perahu, setelah itu perahu pun mulai berangsur jalan melalui pinggiran danau asam tersebut. Selama perjalanan menyusuri danau asam, mereka di suguhi dengan pemandangan hijau padang rumput dan banyak hal menakjubkan lainnya.


Kurang lebih lima menit berlayar, akhirnya mereka tiba di seberang. Jika pemandangan yang terlihat dari danau adalah pemandangan hijau yang menyerupai padang rumput. Maka disini, di Pasir Kuning, mereka berjalan melewati terik matahari yang sangat menyengat. Tidak ada pepohonan untuk berteduh, karena Pasir Kuning ini layaknya padang pasir. Setelah perjuangan panjang, akhirnya mereka tiba di Keramikan.


"Ini gokil banget, kini harus foto foto ngga sih" ucap Arga


"Itu dia, gue setuju"


Mereka mulai menyusun barisan seperti biasa. Mereka berfoto dengan berbagai pose. Selesai dengan aksi berfoto, mereka kembali berjalan mengikuti tour guide yang mengomando.


"Disini tuh emang selalu berasap gini ya Pak?" tanya Gita yang tidak dapat menahan rasa penasarannya

__ADS_1


"Iya, kawasan Keramikan ini memang selalu mengeluarkan asap yang berasal dari uap kawah kawah yang ada disini. Bahkan lempengan Keramikan yang kita injak saat ini adalah lahar yang mengeras membentuk lempengan semen yang terlihat kekuningan seperti keramik. Makanya di sebut Keramikan"


"Ohh..."


"Tapi ada sejarahnya ya pak, kenapa bisa ada lahar yang mengeras disini, apakah dulu ada gunung merapi yang meletus?" tanya Daffa


"Memang ada cerita tentang terbentuknya Keramikan ini. Pada tahun 1993 pernah terjadi letusan Gunung Ratu namanya. Dari letusan itulah diyanikini oleh kami sebagai masyarakat asli sebagai sumber terbentuknya danau, sumber air panas, dan lempeng lempeng keramikan ini"


Selesai dengan perjalanannya, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Menyiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang menuju ibukota. Yaa mereka akan kembali ke Jakarta hari ini juga, sesuai dengan kesepakatan yang sudah mereka sepakati bersama.


Mereka ber-enam sudah siap di tempat duduk masing masing. Siap kembali menuju ibukota, dan seperti biasa, di sepanjang perjalanan semua orang tertidur, mengurai lelah yang menguasai jiwa. Diana mengambil ponsel yang ada di saku jeans yang ia kenakan, mengirim pesan kepada keluarganya tentang dirinya yang saat ini sudah kembali ke ibukota. Diana menatap jalan yang ia lalui dalam diam, hingga tanpa sadar, akhirnya ia ikut terhanyut ke alam mimpi.

__ADS_1


*


Pukul 03.00 dini hari, Jakarta


Hoam...


Diana menggeliat pelan, ia melirik sekitar yang nampak asing. Sebuah rumah megah dengan gerbang tinggi menjadi pemandangannya pagi ini. Ia melirik Gita yang masih asik mengarungi mimpi, berbeda dengan ke-empat teman laki laki nya yang tampak sudah lebih segar


"Kita dimana Kak?" tanya Diana saat melihat sekitar yang terasa asing


"Kita di rumah Arga. Kita nunggu pagi disini aja ya, ngga enak juga nganterin kalian berdua subuh subuh begini" ucap Lion

__ADS_1


"Udah yok, masuk" ajak Arga


"Bentar Kak, banguni Gita dulu" Diana mulai mengguncang tubuh Gita untuk membangunkan gadis itu, dan akhirnya setelah di guncang beberapa kali, Gita terbangun "Yok turun" ajak Diana, Gita hanya mengangguk, nyawanya masih belum sepenuhnya terkumpul, jadi ia hanya mengiyakan perkataan Diana.


__ADS_2