Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Rumah Arga


__ADS_3

Ting... tong...


Arga memencet bel yang ada disamping pintu. Tidak lama setelah itu, seorang asisten rumah tangga membukakan pintu. Arga mengajak seluruh teman temannya untuk masuk


"Mama sama Papa mana Bi?" tanya Arga


"Masih di kamar Den. Sebentar biar Bibi buatkan minum"


"Tidak perlu Bi, ini masih jam tiga, Bibi tidur lagi aja. Biar aku yang melayani mereka"


"Aden yakin?"


"Iya. Bibi kembali ke kamar saja"


"Kalau begitu Bibi permisi Den"


Arga menaruh tas-nya di sofa. Setelah itu, ia menuju dapur untuk mengambil air putih. Tidak lama setelah itu ia kembali keluar dengan nampan di tangannya.


"Ayo di minum" ucap Arga

__ADS_1


"Yaelah, orang kaya minumannya air putih doang?" tanya Ardan


"Gue tonjok lo. Bukannya bersyukur udah di kasih minum air putih, masih aja ngarepin yang berasa" ucap Arga "Ngomong ngomong kalo lo semua ada yang mau minuman dingin tinggal ambil aja di dalem. Kayak biasa"


"Kalian pada ngantuk ngga?" tanya Ardan


"Ngga sih, udah puas tadi tidur di mobil" jawab Arga


"Kalo gitu, gimana kalo kita nonton film horor" usul Ardan


"Gila lo subuh subuh nonton film horor?" tanya Daffa sengit


"Sumpah lo random banget sih Kak" ucap Diana terkekeh


"Gue ikut" ucap Daffa menyusul


"Lo berdua pada mau tidur?" tanya Arga pada Diana dan Gita


"Kayaknya tidurnya udah cukup deh Kak, mending kita masak aja, gimana?" ucap Diana

__ADS_1


"Ini nih manusia satu, tadi bilangin Kak Ardan random, tapi kelakuan dia lebih random. Mana ada orang masak jam tiga subuh, lo mau jualan catering?" ucap Gita


"Ya daripada ngga ada kerjaan kan"


"Udah, jadi orang ngga usah random-an, oke. Mending sekarang lo istirahat, ingat besok ada kelas"


"Hidup lagi capek capeknya, besok langsung ada kelas" keluh Diana


Mereka ber-emat menghabiskan waktu dengan obrolan ringan. Terlihat Bi Tumi yang sudah bangun, dan menuju dapur. Diana melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul setengah lima pagi. Tak terasa sudah satu jam mereka menghabiskan waktu dengan obrolan ringan. Diana segera beranjak dari sofa menuju dapur


"Bi, biar Diana bantu ya" ucap Diana, saat melihat Bi Tumi yang mulai mengeluarkan sayuran dari dalam kulkas


"Eh Non temennya Den Arga ya? Ngga usah Non, biar Bibi aja, udah biasa"


"Ngga papa kok Bi, aku juga udah biasa bantuin masak"


"Ngga papa Bi, dia emang suka masak gitu, udahlah itung itung biar Bibi juga ngga terlalu capek" ucap Arga


Setelah mendengar itu, akhirnya Bi Tumi membiarkan Diana untuk membantunya. Diana benar benar pandai dalam dunia perdapuran, bahkan ia lebih banyak melakukan pekerjaan dapur daripada Bi Tumi. Setelah selesai menata makanan diatas meja makan, Diana segera menuju ruang depan kembali.

__ADS_1


"Hai, kak. Udah pada bangun" sapa Diana, melihat Lion dan Daffa yang sudah bergabung "Gita dimana Kak?" tanya Diana saat tidak mendapati sahabatnya disana


"Gita lagi mandi, lo lurus aja kesana, nanti ada kamar yang didepannya ada tulisan Selfi. Gita mandi disana" ucap Arga memberi petunjuk.


__ADS_2