
"Iya Mak, ini Lion temannya Diana yang waktu itu kesini" bukan Lion yang menjawab melainkah Udo Bian
"Gimana kabarnya, sehat?" tanya Ibu Lena disertai senyuman di kedua sudut bibirnya
"Alhamdulillah sehat Mak"
"Alhamdulillah, gimana orang tua, keluarga disana sehat semua?" tanya Ibu Lena lagi berbasa basi
"Semuanya sehat Alhamdulillah" jawab Lion
"Mmm Bak dimana Mak?" tanya Diana saat menyadari tidak ada Pak Sutan disana
"Ada, sebentar Mak panggil" Ibu Lena pergi untuk memanggil suaminya
"Ayo duduk dulu" Kak Bian mengajak Diana dan Lion untuk duduk, setelah itu ia menuangkan air untuk kedua orang itu "Santai aja, Udo yakin semuanya akan baik baik aja"
__ADS_1
"Aamiin, makasih ya Do" ucap Diana
Setelah Ibu Lena masuk untuk memanggil Pak Sutan. Kini akhirnya Ibu Lena kembali, tentunya bersama Pak Sutan, sang suami. Mereka ikut duduk di kursi ruang tamu. Melihat kedua orang tua Diana, Lion segera mengulurkan tangannya dan menjabat tangan kedua orang tua Diana
"Assalamu'alaikum Bak" sapa Lion
"Wa'alaikum salam"
"Ehem... Mak, Bak. Sebenarnya ada yang mau disampaikan sama mereka berdua" ucap Udo Bian membuka obrolan, karena melihat baik Lion maupun Diana masih mencari celah untuk membicarakan hal penting ini
"Saya... Saya kemari untuk melamar Diana kepada Mak dan Bak" ucap Lion
"Apa? Me-melamar?" tanya Ibu Lena tak percaya "Tapi..." Ibu Lena sampai tidak bisa melanjutkan perkataannya karena terlalu shock dengan penuturan Lion
"Ehem, maaf sebelumnya, tapi Nak Lion tau kan kalau Diana sudah kami jodohkan?" tanya Pak Sutan
__ADS_1
"Saya tau Bak, bahkan saya juga menyaksikannya waktu itu"
"Lalu?"
"Tapi saat acara itu berlangsung, saya ngga melihat adanya pertukaran cincin, atau hal lain yang menjurus pada keseriusan hubungan. Acara itu cuma sekedar sesi perkenalan diantara kedua belah pihak. Belum ada apapun yang mengikat mereka, jadi saya pikir, saya masih bisa untuk melamar Diana"
Pak Sutan terdiam, apa yang dikatakan Lion memang benar adanya. Belum ada lamaran atau pertunangan, acara yang waktu itu mereka selenggarakan hanya sekedar formalitas untuk saling mengenal, dan sejujurnya tidak ada yang salah dengan apa yang Lion katakan. Namun bukan berarti ia membenarkan untuk membatalkan perjodohan yang sudah mereka sepakati
"Mak ngga setuju, Diana udah setuju untuk menikah sama Gavin, bahkan Diana sendiri yang bilang bahwa dia menerima Gavin dengan segala kelebihannya, yaitu memiliki satu orang putra, dan itu sudah cukup mengungkapkan bahwa pernikahan itu pasti akan terjadi" ucap Ibu Lena
"Nak Lion, pernikahan ini bukan hanya rencana saya dan Mak-nya Diana, tapi lebih dari itu. pernikahan ini adalah amanah dari kedua kakek dari Diana dan Gavin, dan pernikahan ini tidak mungkin di gagalkan" ucap Pak Sutan
"Kalau memang pihak keluarga Gavin menghargai perjodohan ini, kenapa Gavin bisa menikah dengan wanita lain, bahkan memiliki seorang putra? Bukankah itu berarti keluarga Gavin sudah lebih dulu mengkhianati amanah dari kakek mereka?"
"Ini sebenarnya adalah ranah pribadi antara keluarga kami dan keluarga Gavin, tapi biar Bak jelaskan, bahwa pernikahan Gavin dan istrinya saat itu adalah pernikahan yang tidak di restui, hubungan yang terjadi antara Gavin dan istrinya membuat keluarga Gavin murka, dan akhirnya tidak mengakui Gavin sebagai keluarga mereka. Tapi setelah perceraian yang bermula dari kematian istri Gavin, akhirnya keluarga Gavin kembali meminta kami untuk melanjutkan perjodohan yang sempat tertunda, dan kami rasa ini bukanlah sesuatu yang bisa kami elakan, kami cuma ingin menunaikan apa yang menjadi amanah dari orang tua kami"
__ADS_1