
Setelah puas menghabiskan hari bahagia itu di laut. Kini mereka semua tengah berada di salah satu restoran cepat saji yang paling terkenal di Jakarta. Mereka memesan makanan yang mereka inginkan, setelah itu mereka terlibat obrolan ringan diantara mereka
"Jadi, makan makan kali ini pajak jadian?" tanya Arga pada Lion
"Anggap aja gitu"
"Pajak jadian bro katanya, lo kapan?" canda Arga pada Daffa yang duduk di depannya, yang malah di balas Daffa dengan tatapan tajam "Awas jadi bujang lapuk, kalo nanyain cewek aja pasti di pelototin"
"Lagian lo sih Ga, nanya cewek sama Daffa, nanya tuh sama diri sendiri" timpal Ardan
"Sialan"
Dring... Dring...
Diana segera mengangkat panggilan teleponnya setelah melihat bahwa ibunya lah yang memanggil "Halo Mak, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam, lagi dipa Wo?" (Wa'alaikum salam, dimana Wo?)
"Lagi di restoran Mak jama ghek ghek. Mengapi?" (Masih di restoran Mak sama temen temen. Kenapa?)
"Yu ghadu kanah gawoh, mengan pai gawoh mak api api, kanah Mak nelpon luwot" (Yaudah nanti aja, makan dulu aja ngga papa, nanti Mak telpon lagi)
"Iya Mak, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
__ADS_1
"Mak?" tanya Lion menebak, sesaat setelah Diana mematikan panggilan teleponnya
"Iya Kak"
"Jangan panggil Kak kali Dee, masa pacaran manggilnya Kakak" tegur Gita
"Iya dong, kayak kita nih, panggilnya sayang" timpal Ardan
"Iya, gue juga manggil sayang" sahut Arga
"Manggil sayang sama siapa lo?" tanya Daffa
"Sama pacar orang" Ucap Arga cengengesan "Iya kan sayang?" Arga mengedipkan matanya kearah Gita
"Berani macem macem, gue tonjok muka lo"
Semua orang tertawa melihat bagaimana Ardan dan Arga yang seolah tiada habisnya membuat lelucon. Bahkan Diana yang tadi sempat galau karena mendapat telepon dari ibunya, kini merasa lebih baik. Walaupun ia harus bersiap siap untuk mendengarkan perkataan ibunya nanti
*
"Kalian langsung balik?" tanya Lion, saat ini mereka tengah berada di parkiran restoran
"Iya bro, kalo gitu gue duluan ya" pamit Arga
"Gue juga duluan" ucap Daffa
__ADS_1
"Kita juga kayaknya ngga se-arah, jadi gue duluan ya bro" ucap Ardan
"Yaudah hati hati di jalan, salam buat Om sama Tante"
"Yo'i"
"Kita langsung pulang atau gimana Dee?" tanya Lion saat teman temannya sudah pergi
"Kayaknya langsung pulang aja deh Kak, udah sore juga"
"Boleh, yuk"
Lion membuka pintu mobil untuk Diana, dan dengan senang hati Diana pun masuk lebih dulu kedalam mobil. Baru setelah itu di susul oleh Lion. Lion segera melajukan mobilnya menuju kontrakan Diana, untuk mengantar kekasihnya tersebut pulang
"Oh iya, tadi Mak nelpon kenapa?" tanya Lion
"Mmm... Mak ngga bilang apa apa Kak, cuma nanya lagi dimana aja tadi"
"Oh... Kamu boleh kok cerita apapun sama aku, jangan disimpan sendiri"
"Iya Kak, thanks"
Lion melirik Diana yang tampak menatapnya. Lion lantas mengangkat tangannya, dan mengacak acak rambut Diana. Baginya Diana sangat lucu, dengan pipi cubby, hidung sedikit pesek, dan mata sipit. Seperti orang Tionghoa versi lokal, mungkin ini juga berkaitan dengan nenek moyang masyarakat Lampung yang memang berasal dari Tionghoa, maka dari itu, sebagian besar masyarakat Lampung di juluki Chindo.
"Kak..." Diana membenarkan letak topinya yang sudah jatuh karena ulah Lion, sedangkan pelakunya hanya tersenyum simpul
__ADS_1
"Gemes Dee"