
Lion melihat jam yang tergantung di dinding kamarnya. Sudah lebih dari tiga puluh menit berlalu, tapi Diana tak kunjung datang setelah makan siang bersama Mama nya. Ia pun berinisiatif untuk keluar, dan melihat sendiri apa yang tengah di lakukan kedua wanita itu. Dari atas tangga, ia bisa melihat Diana yang duduk bersama kedua orang tuanya di ruang keluarga, ia pun berjalan mendekat
"Jadi kamu asli Jakarta, atau merantau disini?" tanya Tante Rossa
"Aku... Aku asli Lampung Tan, disini ngontrak"
"Hai Ma, Pa..." Lion ikut duduk di samping sang Papa
"Udah sehat?" tanya Om Haris
"Mendingan Pa"
"Kamu ngapain kesini Lion, bukannya masih sakit?" tanya Tante Rossa
"Lion udah mendingan kok Ma, tadi Lion penasaran aja, Mama kok bawa Diana pergi lama banget"
"Oh... Jadi ceritanya kamu kangen" ledek Tante Rossa
"Apaan sih Ma"
"Udah Ma, temenin Papa makan siang yuk, Papa laper" ujar Om Haris
__ADS_1
"Oh iya, sampe lupa, yok Pa"
Tante Rossa dan Om Haris pergi meninggalkan Diana dan Lion di ruang keluarga. Sedangkan Diana dan Lion yang di tinggalkan hanya saling diam. Tidak ada yang berani memulai pembicaraan
"Kamu udah makan siang?" tanya Lion nemecah keheningan, membuat Diana kaget karena gaya bahasa Lion yang terdengar sangat akrab
"Udah kok Kak, tadi gue makan siang sama tante Rossa"
"Mama baik kan sama kamu?"
"Baik kok Kak. Oh iya, Kakak udah makan siang?" tanya Diana balik
"Belum, ngga nafsu makan"
"Ngga suka bubur Dee, nanti makan nasi aja kayak biasa"
"Tapi bentar lagi lewat jam makan siang Kak, nanti tambah sakit lo. Gue ngga mau lama lama ya ngerawat Kakak disini, gue juga sibuk"
"Hahaha padahal aku niatnya mau sakit terus aja biar di jagain kamu"
Diana benar benar tidak habis pikir dengan laki laki di depannya ini. Mengapa laki laki ini bisa berubah se-hangat ini? Pertama kali ia melihat Lion saat itu, dia adalah sosok laki laki cool yang jarang tersenyum, bahkan setelah mereka mulai dekat karena hubungan Gita dan Ardan pun, Lion masih belum sehangat ini. Tapi kini, Diana seakan tidak mengenal laki laki ini
__ADS_1
"Gue ambilin makan ya Kak" pamit Diana
"Makasih, jangan banyak banyak ya"
"Iya"
Diana segera menuju dapur untuk mengambilkan makan untuk Lion. Disana, kedua orang tua Lion tampak berbicara santai, sembari Tante Rossa menemani Om Haris makan siang. Diana melangkah lebih dekat dengan meja makan
"Hai Dee..." sapa Tante Rossa saat menyadari kehadiran Diana
"Hai Tan, aku mau ngambilin makan siang buat Kak Lion"
"Oh, boleh boleh. Ini..." Tante Rossa memberikan piring pada Diana, dan Diana dengan segera menyendok nasi, dan mengambil beberapa lauk untuk Lion
"Duluan ya Tan, permisi"
"Iya" sahut Tante Rossa "Diana cantik ya Pa, kayaknya juga baik" ucap Tante Rossa pada Om Haris
"Iya, mirip Mama waktu muda" kelakar Om Haris "Dia pacarnya Lion?"
"Kayaknya belum pacaran, statusnya masih temen deket. Tapi Mama setuju kalo Lion sama Diana. Kalo Papa gimana?"
__ADS_1
"Kalo Lion mau, kenapa Papa ngga setuju, asalkan tetap kuliah jadi fokus utama"