Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Bab 51


__ADS_3

"Huh... Untung kali ini selamat dari amukan Pak Ikhwan, gila itu dosen kayak ngga pernah jadi mahasiswa aja, reseh tau ngga" keluh Diana


"Santai kali Dee, kita ke cafe depan dulu ya, gue laper"


"Laper aja terus, heran"


"Udah ayok, gue yang traktir" Gita segera merangkul pundak Diana, dan keduanya berjalan bersama menuju sebuah cafe yang ada di seberang kampus


Gita dan Diana memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan. Setelah itu keduanya tampak saling bertukar cerita dengan obrolan obrolan santai. Beberapa saat setelahnya, pesanan keduanya telah siap. Mereka segera menyantap makanan yang di hidangkan


"Ngomong ngomong, gimana nyokap lo, masih suka nyuruh lo nikah?" tanya Gita di sela sela makannya


"Masih kayak biasa, nyuruh nikah cepat mah pasti. Biar bisa double nikahannya sama Udo, katanya gitu"


"Tapi lo gimana, setuju?"


"Gue sih masih belum bilang apa apa sama nyokap, cuma ya mau ngga mau, cepat atau lambat gue juga harus nikah kan?"


"Iya sih... Sabar ya Dee"


"Santai aja" Diana menyesap minumannya setelah menghabiskan makanan di piringnya. "O iya, Kak Ardan sama yang lain ngga ke kampus hari ini?"

__ADS_1


"Ngga, katanya mereka lagi ngga ada mata kuliah hari ini. Tapi gue udah janjian sama Kak Ardan buat ketemuan, lo temenin ya"


"Nemenin lo? Ngga! Gue ngga mau jadi nyamuk ya"


"Ngga jadi nyamuk, disana ada Kak Lion, Kak Arga, sama Kak Daffa juga kok"


"Terus... hubungannya sama gue?"


"Ya itu artinya lo juga bisa ngobrol ngobrol sama Kak Lion. Katanya udah kangen, sampe kebawa mimpi" ledek Gita


"Gita... Jangan sampe orang orang tau kalo gue abis mimpiin Kak Lion, mau di taruh dimana muka gue"


"Iya iya, tapi lo mau kan nemenin gue?"


Selesai dengan makan siang mereka. Diana dan Gita kembali membelah jalanan menuju tempat dimana Ardan dan Gita janji bertemu. Sepanjang jalan, kedua gadis itu tampak asik menikmati alunan musik yang bergema. Hingga akhirnya mobil masuk ke parkiran salah satu pantai ternama yang ada di Jakarta.


"Kita ke pantai?" tanya Diana


"Iya, Kak Ardan minta ketemunya di pantai"


Diana dan Gita lekas turun dari mobil. Berjalan bersama mencari ke-empat teman mereka. Hingga akhirnya dari kejauhan mereka sudah bisa melihat keberadaan Ardan dan teman temannya

__ADS_1


"Hai Kak" sapa Gita


"Hai... Ayo duduk" ucap Arga, membuat Diana dan Gita segera duduk di kursi kosong yang tersedia


"Kakak semua udah lama disini?" tanya Diana


"Lumayan, sekitar tiga puluh menit lah" jawab Arga


"Oh... Kak Lion udah bener bener sehat?" tanya Diana pada Lion


"Udah, thanks ya udah ngerawat gue kemaren"


"Iya Kak, sama sama"


"Oh iya, karena kita semua udah kumpul, jadi gue mau bilang ke lo semua kalo kita bakal menyusuri lautan" ucap Ardan


"Yuhu..." Arga tampak menjadi orang yang paling antusias menyambut ucapan Ardan, meskipun sebenarnya dalam hatinya ketakutan besar tentang mabuk laut sangat mendominasi


Merasa mendapat persetujuan, Ardan segera bangkit dari kursinya dan berjalan mendahului. Ia menuju tempat jetski yang sudah ia sewa sebelumnya. Sementara teman temannya yang lain hanya mengikuti dari belakang


"Kita naik jetski Kak?" tanya Diana

__ADS_1


"Iya dong, gue udah nyewa jetski buat kita semua"


__ADS_2