Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Labuhan Jukung


__ADS_3

Setelah puas berkeliling di sekitar pantai labuhan jukung, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Di sepanjang jalan pulang banyak stand makanan yang tampak sudah buka, mulai dari bakso bakar, ice cappuccino, rujak buah, semua jenis makanan tersedia. Arga menghentikan langkahnya, melirik teman temannya yang sedikit jauh darinya


"Woy" Arga melambaikan tangannya kepada teman temannya


"Kenapa?" tanya Ardan masih tetap pada posisinya


"Sini bentar, penting" teriak Arga, yang akhirnya memaksa mereka semua untuk kembali, dan mendekati Arga


"Kenapa Kak?" tanya Diana


"Kalian ada yang bawa duit ngga?" tanya Arga


"Buat?" tanya Diana, yang dijawab Arga dengan menunjuk beberapa stand makanan yang ada di hadapannya, Diana yang mengerti akhirnya ikut tersenyum "Kebetulan, gue bawa seratus ribu" ucap Diana


"Duit, buat apa?" tanya Ardan yang masih belum mengerti


"Lo ngga liat ada jualan makanan di depan?" ucap Arga


"Terus?"

__ADS_1


"Ya kita beli lah bro, masa makanan buat kita ajak ngobrol"


"Jadi kalori yang kita bakar pagi ini, langsung kita timbun lagi dengan makanan berat ini?" tanya Ardan


"Tentu saja. Biar berat badan tetap terjaga" seloroh Arga


"Sudah... ayo kita jajan, biar berat badan terjaga" Ucap Diana menirukan gaya Arga


Mau tidak mau mereka mengikuti keinginan Diana dan Arga. Mereka duduk dibangku kayu yang sudah di sediakan. Diana segera memesan makanan yang ia inginkan, setelah itu ia ikut bergabung bersama teman temannya yang lain


"Udara disini segar banget ya Dee, padahal ini udah siang loh" ucap Gita


"Iya, disini memang segar, walaupun disini adalah pusat keramaian, tapi udaranya masih cukup terjaga" ucap Diana


"Gue sampe lupa" Diana menepuk dahinya "Jadi, ini adalah Krui, pusat keramaian di Kabupaten Pesisir Barat. Kabupaten yang memiliki semboyan Negeri Para Saibatin dan Ulama. Sesuai dengan namanya yaitu pesisir, bumi Pesisir Barat memiliki banyak sekali tempat wisata laut dan pantai. Contohnya saja pantai Labuhan Jukung ini" jelas Diana


"Kenapa Negeri Para Saibatin dan Ulama?" tanya Gita lebih lanjut, sedangkan yang lain hanya menyimak obrolan dua wanita didepan mereka


"Karena, Pesisir Barat ini adalah negeri kesaibatinan yang memiliki garis turun temurun keningratan, dan setidaknya ada enam belas saibatin yang tersebar di seluruh wilayah Pesisir Barat. sedangkan negeri ulama, itu semua karena banyak fakta yang mengatakan tentang banyaknya pejuang pejuang islam yang menjadi tokoh agama yang lahir di Pesisir Barat, salah satunya KH. Muhammad Thohir, yang sekarang namanya di abadikan sebagai nama sebuah rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat ini"

__ADS_1


"Jujur, gue makin kagum sama tempat tinggal lo ini Dee. Selama ini yang gue tau dari apa yang tersebar di media sosial, Lampung itu adalah sarangnya begal" ucap Gita, yang membuat beberapa orang yang mendengar langsung menatap ke arahnya. Gita sedikit merutuki kebodohannya yang berbicara asal


Diana tersenyum menanggapi perkataan Gita "Makanya Don't judge the book by its cover"


"Iya, iya. Gue kan cuma ngomongin tentang apa yang gue liat di sosial media"


"Mba, makanannya" seorang laki laki yang merupakan penjual bakso bakar itu memberikan pesanan Diana, disusul satu orang dibelakangnya yang membawakan ice cappuccino cincau.


"Terima kasih" Diana tersenyum manis kearah dua orang yang barusaja mengantar pesanannya "Ayo Kak, silahkan dimakan" seru Diana


"Lo serius Dee kita makan makanan ini pagi pagi?" tanya Gita mulai tidak yakin


"Why not?"


Diana mengarahkan tusuk baksonya yang sudah ia makan kehadapan Gita. Membuat Gita mau tidak mau memakan bakso yang Diana berikan, digigitan pertama Gita dibuat terkejut. Bakso bakar dengan tekstur kenyal dan bumbu pedas manisnya berhasil membuat Gita lupa akan proses diet nya, ia segera mengambil satu tusuk bakso bakar dari piring dan memakannya.


"Gimana, enak kan?" tanya Arga yang kini ikut memakan bakso bakar tersebut


"Enak banget, kamu harus makan ini sih sayang" Gita memberikan bakso yang baru ia makan separuh kepada Ardan, membuat Ardan akhirnya memakan bakso tersebut dengan sedikit terpaksa

__ADS_1


"Kakak berdua ngga makan?" tanya Diana, melihat Lion dan Daffa yang hanya diam


"Lo mau nyuapin?"


__ADS_2