Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Bab 72 End


__ADS_3

"Ehem... ngomong ngomong si paling tua kapan ini nyusul?" gurau Lion yang tertuju pada Arga, Arga hanya celingukan menatap kesana kemari seakan perkataan Lion bukan tertuju padanya.


"Lo... Udah paling tua pikun lagi" ucap Ardan saat melihat tingkah Arga yang seakan melupakan bahwa dirinya adalah yang tertua diantara mereka semua


"Oh gue ya?" tanya Arga menunjuk dirinya sendiri "Santai aja bro, lo pada kalo mau duluan ngga papa, gue lagi nyari nyari yang pas" ucap Arga


"Nyari yang pas, nyari yang pas, keburu tua entar" ucap Ardan


"Lagian, disini yang masih belum ada rencana buat nikah bukan gue aja, tuh supir langganan kita juga belum ada calon, gue aja yang digodain" ucap Arga menunjuk Daffa yang tampak asik pada kemudinya


"Gue?" tanya Daffa "Gue juga lagi nyari yang pas" ucap Daffa


"Nyari yang pas, nyari yang pas" sindir Arga


"Yang namanya nyari itu bener bener mencari, bukan menyeleksi yang datang" ucap Ardan


"Nah, kali ini gue setuju sama lo Dan" ucap Arga menyetujui ucapan Ardan


"Iya iya, nanti juga bakalan nikah" ucap Daffa

__ADS_1


"Kapan? Nunggu lo bangkotan? Ganteng gini pacar aja belum punya" ucap Arga


"Sadar diri aja sih" ucap Ardan, yang membuat mereka semua tertawa


"Tapi ngomong ngomong, lo ada niat buat nikah kan Daff?" tanya Arga, yang mana hal itu membuat para sahabatnya memberi pelototan tajam pada Arga


Bukan apa apa, Arga hanya menanyakan hal ini mengingat bagaimana Daffa yang tidak menaruh perasaan pada wanita, karena Ibu Sambungnya. Ia tidak percaya pada semua wanita, karena menurutnya semua wanita itu sama. Hanya mengincar harta kekayaan keluarganya. Jadi wajar bukan jika Arga mempertanyakan hal ini


"Gue pasti bakal nikah, tapi..." Daffa melirik teman temannya yang tampak menunggu kelanjutan jawabannya "Nanti"


"Iya, nantinya pasti nikah, tapi kapan?" tanya Arga lebih jelas


"Kalo gue udah ngerasa siap"


"Tapi lo pasti bakal nikah kan?" tanya Arga lebih berani, dan hal itu kembali. memancing para sahabatnya untuk memelototi dirinya "Gue cuma takut kalo lo trauma sama hubungan bokap lo, dan akhirnya memutuskan untuk ngga nikah, gue kan peduli sebagai sahabat lo" lanjut Arga


“……..dan aku juga menikahi wanita. Maka siapa yang saja yang membenci sunnahku, berarti bukan dari golonganku. (Muslim : 2487)" ucap Daffa


"Syukurlah kalau gitu" ucap Arga lega

__ADS_1


"Lo sendiri gimana Ga? Masih belum bisa move on?" tanya Ardan


"Gue udah berusaha bro, cuma ya emang belum ketemu jodohnya aja, lagian umur juga masih belum tua tua amat, jadi belum panik buat nikah. Gue juga ngerasa belum siap" ucap Arga


Beberapa jam mereka lewati di perjalanan dengan berbagi cerita. Mobil akhirnya tiba didepan rumah mewah kediaman Baskara. Lion segera turun bersama Diana. Sedangkan para sahabat mereka ikut menyusul dibelakng dengan membawakan barang barang bawaan mereka.


"Selamat datang di keluarga Baskara sayang" ucap Mama Rossa merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan sang menantu


"Makasih Ma" Diana memeluk kedua mertuanya


"Tante peluk juga..." ucap Arga dari belakang sana, dengan merentangkan kedua tangannya. Namun baru maju satu langkah, kerah pakaiannya sudah lebih dulu ditarik dari belakang oleh Daffa, dan hal itu tentu membuat mereka semua tertawa


Kini kebahagiaan benar benar terasa di kediaman Baskara. Karena kini anggota keluarga mereka telah bertambah, dan kebahagiaan tentunya juga meliputi hati Daffa, Ardan, Arga dan Gita, karena mereka bisa mengantarkan kedua sahabat mereka menuju pernikahan. Senyum indah tak henti hentinya terlihat dari wajah mereka, seakan mengatakan bahwa kebahagiaan dari sahabat mereka juga merupakan kebahagiaan untuk mereka.


Itulah sahabat, bukan tentang siapa yang datang lebih awal, tapi siapa yang mampu bertahan sampai akhir. Gita sudah membuktikan itu, ia mengenal Diana sejak mereka kuliah di kampus yang sama dan akhirnya menjadi sahabat. Hingga kini ia mampu menjaga persahabatan mereka hingga salah satu diantara mereka menjalani fase kehidupan yang baru.


Begitupula dengan Ardan, Daffa, dan Arga, mereka telah melewati masa masa susah bersama Lion. Mereka tahu cerita percintaan, ekonomi, dan hubungan kekeluargaan antara satu dan lainnya. Mereka telah melewati banyak sekali hal menakjubkan bersama. Kini rasa bangga benar benar memenuhi relung hati mereka karena mereka mampu menjaga persahabatan mereka hingga salah satu diantaranya memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan seorang gadis yang mereka tahu jelas asal usulnya, dan inilah akhir dari kisah Diana dan Lion yang akhirnya menemukan kebahagiaan


End

__ADS_1


__ADS_2