Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Bab 52


__ADS_3

Mereka mengambil satu persatu jaket pelampung yang tersedia. Setelah itu, mereka mulai menuju jetski yang di peruntukkan untuk masing masing pasangan. Gita tentu saja bersama Ardan, Arga bersama Daffa, dan Diana bersama Lion.


"Lets go guys"


Permainan jetski dimulai, mereka mulai mengendarai jetski dengan lihai. Bahkan beberapa kali terdengar teriakan takjub dari mereka semua. Suara tawa dan kegembiraan tergambar jelas di wajah mereka semua. Hingga akhirnya Lion menghentikan laju jetski yang ia kendarai, dan secara perlahan berdiri dan membalik badannya menghadap Diana, ia mengulurkan tangannya meminta Diana untuk mengikuti gerakannya, dan mau tidak mau Diana pun ikut berdiri


"Kak... gue takut" ucap Diana takut, ia bahkan melirik lautan di bawahnya, berpikir bagaimana jika ia jatuh kedalam sana, dan membayangkan itu sudah mampu membuatnya bergidik ngeri


"Tenang, ada gue yang jagain" ucap Lion menenangkan. setelah itu, ia menggenggam kedua tangan Diana, dan ia letakan di dadanya


"Kak..."


"Gue mau lo ngerasain gimana dada gue selalu hampir meledak kalo deket sama lo. Gue ngga tau gimana caranya untuk ngelakuin hal romantis biar lo percaya, tapi hati gue ngga pernah bisa bohong Dee, gue cinta sama lo. Lo maukan nerima gue?"

__ADS_1


"Kak, gue... gue..."


"Mau di nikahin? Gue tau Dee, dan karena itulah, kalo lo mau nerima gue, maka gue akan memperjuangkan lo untuk jadi milik gue, seutuhnya. Kita akan memperjuangkan cinta kita bersama sama. Lo mau kan sama gue?"


Diana memandang Lion yang tampak begitu berharap. Tidak ada kata romantis seperti yang Diana idamkan, tapi dada Lion yang berdetak tak karuan, sudah cukup membuktikan keseriusan laki laki itu. Tanpa keraguan, akhirnya Diana menganggukkan kepalanya.


"Cie... Udah ngga jomblo lagi nih" seru Gita


"Pajak jadian jangan lupa woy" timpal Arga


Lion kembali meminta Diana untuk duduk. Setelah itu ia pun membalik tubuhnya dan kembali menggenggam kemudi, ia kembali melajukan jetski yang ia kendarai memutari lautan. Tentunya dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya. Sementara Daffa dan Arga segera menepikan jetski mereka saat Arga yang sejak tadi menahan pusing mulai sedikit oleng. Melihat hal itu, Diana segera meminta teman temannya yang lain untuk ikut menepikan jetski mereka.


"Kakak oke?" tanya Diana pada Arga yang sudah terkapar di kursi pantai

__ADS_1


"Gue oke" jawab Arga setengah tak sadar, bahkan kini matanya sudah tertutup, dengan nafas yang terlihat tak beraturan


"Kebiasaan" ucap Lion


"Kak... Ngga boleh gitu, Kak Arga mabuk laut karena ngikutin kita, jadi kita harus tanggung jawab"


"Tunggu, kamu liat ya" Lion maju satu langkah, dan mencabut satu bulu kaki milik Arga, dan di detik berikutnya Arga berjingkat dan berteriak kencang


"Gila lo ya, abis bulu kaki gue" ucap Arga sembari mengusap usap kakinya


"Kakak mabuk pura pura?" tanya Diana tak mengerti


"Ngga pura pura juga kali Dee" jawab Arga tak terima

__ADS_1


"Dia mabuk beneran Dee, tapi di lebih lebihkan" timpal Daffa


__ADS_2