Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Membeli makan


__ADS_3

"Mau pada kemana?" tanya Arga saat melihat Diana dan Gita melintas


"Mau cari makan Kak" ucap Diana


"Berdua aja?" tanya Arga lagi


"Iya"


Arga melihat kedalam, terlintas ide dalam benaknya. Ia tersenyum menatap Diana dan Gita "Lion..." panggil Arga


"Kenapa?" tanya Lion mendekat


"Lo temenin Diana beli makanan ya" ucap Arga


"Kok gue?" tanya Lion heran


"Ya terus siapa? Daffa sama Diana gitu?"


Lion tampak menimbang dan berpikir mendengar apa yang barusaja Arga katakan. Mungkin ini juga peluang untuknya agar bisa dekat dengan Diana "Yaudah biar gue sama Diana aja"


"Nah, gitu dong" ucap Arga "Git, lo sini aja nemenin gue"

__ADS_1


"Woi sembarangan aja lo main sabet pacar orang, cewek gue nih" ucap Ardan dari belakang, dan langsung membawa Gita menjauh


Sesuai rencana awal, Diana meminjam motor kepada pemilik penginapan tersebut, dan beruntungnya, mereka di beri pinjaman. Setelah itu, mereka menyusuri jalan, mencari warung makan yang masih buka. Selama perjalanan tidak ada percakapan diantar keduanya, mereka hanya diam, dan fokus pada jalan didepannya. Setelah menemukan warung makan, mereka memberhentikan motor, dan langsung menuju tempat pemesanan


"Kak, pesen nasi enam porsi di bungkus, jangan lupa sayurnya dipisah" ucap Diana


"Baik, tunggu sebentar ya Kak"


Diana mendekati Lion yang duduk dikursi panjang yang ada disana. Ia sedikit mengelus lengannya sendiri karena merasakan udara malam yang sangat dingin. Mungkin karena jarak laut yang tidak terlalu jauh, membuat udara disana terasa dingin


"Dingin?" tanya Lion


"Iya Kak, lebih dingin dari biasanya" jawab Diana


"Lo sering kesini?" tanya Lion setelah ia memasangkan jaket nya


"Iya Kak, tapi itu dulu. Karena kan dulu gue sekolah disini" ucap Diana "Tapi ngomong ngomong, ini Kakak ngga kedinginan?" tanya Diana


"Ngga, pake aja"


Diana mengangguk, ia memakai jaket dengan nyaman, seakan jaket tersebut memang miliknya "Kakak sendiri... pernah kesini?" tanya Diana basa basi

__ADS_1


"Gue pernah lewat sini. Tapi gue belum pernah mampir"


"Ohh..." Diana hanya manggut manggut mendengar jawaban Lion.


"Mmm waktu di puncak, gue minta maaf" ucap Lion


Diana melihat Lion, pikirannya seakan berkelana untuk mencerna kata yang barusaja Lion ucapkan "Ngga papa kok Kak, gue yang harusnya minta maaf"


"Kenapa?"


"Karena terlalu percaya diri buat ngungkapin perasaan didepan Kakak, dan jujur gue malu banget sih" gurau Diana


"Tapi gue nyesel pernah nolak lo waktu itu"


Diana kembali menatap lekat Lion. Apa maksud perkataan laki laki itu, mengapa laki laki ini mampu membuatnya bingung dan bahagia dalam waktu bersamaan. Diana bahkan masih sangat berharap jika suatu saat nanti bisa mendapat hati laki laki didepannya ini. Saat akan membuka mulut untuk menanyakan maksud dari ucapan yang barusaja ia katakan. Diana tidak jadi meluncurkan pertanyaannya saat melihat pesanannya sudah datang


"Silahkan mba" ucap pelayan warung tersebut


"Mmm makasih mba. Ini uangnya" Diana menunggu uang kembalian miliknya, sedangkan Lion berjalan lebih dulu menuju motor


"Udah?" tanya Lion saat melihat Diana mendekat

__ADS_1


"Udah Kak"


Sepanjang perjalanan Diana hanya diam. Jujur, hatinya ingin sekali menanyakan maksud dari ucapan Lion, tapi ia tidak berani untuk bertanya. Ia takut merasa terlalu percaya diri, tapi ternyata Lion hanya sekedar mempermainkan dirinya


__ADS_2