Cintaku Terhalang Adat

Cintaku Terhalang Adat
Rencana empat sekawan


__ADS_3

Setelah tiba di penginapan, Diana nengembalikan motor yang ia pinjam. Setelah itu ia kembali berjalan menuju unit kamar miliknya. Diikuti oleh Lion yang membawa dua kantong kresek berisi makanan dibelakangnya.


"Wih... udah kayak pasutri banget nih" goda Arga


"Iya bener, istrinya bawa dompet suami, suaminya dibelakang bawa belanjaan istri" sahut Ardan


"Ngomong lagi ngga gue bagi makan" ancam Lion


"Wait, calm down bro. Kalo urusan makanan jangan coba coba ngga ngebagi, gue bisa rugi bandar" ucap Arga bercanda


"Udah, ayo kita makan sama sama" ajak Diana, ia segera mengeluarkan makanan yang ia beli, dan memberikannya satu persatu, setelah itu mereka mulai menyantap makanan tersebut.


"Sayang, aaa..." Ardan menyodorkan makanan didepan mulut Gita, dan Gita tanpa canggung memakan makanan tersebut


"Enak bener yang udah punya pasangan mah" ucap Arga


"Dee..." Lion ikut menyodorkan tangannya yang berisi nasi dan lauk didepan mulut Diana, membuat Diana bengong, antara malu dan terkejut. "Makan..." ucap Lion saat tidak melihat reaksi dari Diana.


"Makasih Kak" ucap Diana sembari menelan makanan yang barusaja Lion berikan

__ADS_1


"Daff, lo mau ngga nyuapin gue?" tanya Arga mengiba


"Lo pilih makan sendiri atau gue tonjok?" tanya Daffa balik


"Bro, gila lu tega bener ama temen sendiri" keluh Arga


"Lagian Kakak sih aneh aneh aja" ucap Gita, diiringi tawa dari semua orang.


Setelah aksi canda tawa mereka, tidak ada lagi yang berbicara, semua fokus pada makanan didepannya. Setelah selesai makan, Diana dan Gita lebih dulu pamit untuk tidur. Sedangkan empat laki laki lainnya, masih duduk dan berbincang ringan didepan kamar


"Kayaknya lagi ada yang kasmaran nih bro" ucap Arga yang ditanggapi senyuman dari Ardan dan Daffa


"Gue suka" jawab Lion spontan


"So?" tanya Ardan lagi


"Gue ngga tau, gue masih takut untuk memulai hubungan lagi" jawab Lion


"Tapi gue yakin Diana bukan cewek yang kayak gitu bro. Gue rasa dia ngga mungkin ninggalin lo" ucap Ardan

__ADS_1


"Jujur, gue sependapat sama Ardan. Yang gue liat, Diana cewek baik baik" ucap Arga menimpali "Menurut lo gimana Daff?" tanya Arga yang hanya dijawab Daffa dengan mengendikkan bahunya


"Tapi bukannya lo suka sama dia? Gue ngga mau kalo sampe rebutan cewek sama temen sendiri. Kalo lo suka sama Diana, gue lebih baik mundur" ucap Lion pada Arga


"Gue?" tunjuk Arga pada dirinya sendiri, sepersekian detik berikutnya, Arga tertawa terbahak bahak "Ngga mungkin lah gue suka sama cewek yang udah diincer temen gue sendiri"


"Lo serius?" tanya Lion


"Menurut lo? Selama ini gue cuma nganggep Diana udah kayak adik gue sendiri, saudara gue sendiri. Sama kayak lo semua. Lagian mana mungkin gue bisa suka sama cewek yang lo taksir sejak hari pertama ospek" ucap Arga


"Lo tau?" tanya Lion


"Bro, temen lo lugu banget" ucap Arga menyikut lengan Ardan dan Daffa "Keliatan jelas kali bro kalo di mata lo tuh ada benih benih cinta buat Diana" ucap Arga menjelaskan


"Gue yang ngga pernah pacaran aja tau, masa lo yang pernah jadi pakarnya cinta malah ngeremehin pengliatan kita" ucap Daffa


"Udah, saran gue, lo ungkapin aja perasaan lo secepatnya sama Diana. Nanti keburu emaknya nyuruh nikah cepet ama laki laki yang kemarin, baru lo tau rasa" ucap Arga memanas manasi


"Tapi gue pernah nolak dia. Gue yakut dia bales dendam"

__ADS_1


"Agak berat sih emang, tapi tenang, ada kita disini. Lo cuma tinggal siapin kata kata romantis lo buat nembak dia, sisanya biar kita yang urus" ucap Arga


__ADS_2