
Diana berdiri dengan merentangkan kedua tangannya dengan mata tertutup, menghirup dalam dalam udara segar yang masuk melalui indra penciumannya. Saat ini ia tengah berdiri di tepi kolam yang terdapat banyak sekali lilin kecil. Matanya seketika terbuka saat menyadari adanya tangan kekar yang melingkar di perutnya. Menyadari hal itu, ia segera menengok ke belakang, dan tersenyum lebar saat menatap wajah tampan yang kini tersenyum padanya.
"Lo tau Kak, ini adalah moment yang selalu gue tunggu"
Celtak...
Sentilan kecil yang mendarat di dahi Diana membuatnya mengaduh. Ia mengusap dahinya yang terasa sakit, dan cemberut menatap wajah tampan di belakangnya. Ia kemudian berbalik, mengalungkan kedua tangannya pada leher laki laki tampan tersebut
"Sakit tau Kak" keluhnya
"Siapa suruh ngomong lo gue di depan aku? Harusnya ngomongnya itu romantis, aku dan kamu"
Mendengar kalimat yang barusaja laki laki itu ucapkan, membuat senyum Diana kembali mengembang. "Kakak tau, ini adalah moment istimewa yang udah lama banget aku mau, dan sekarang, semua ini terjadi seperti mimpi"
Laki laki itu berlutut di hadapan Diana dengan menekuk satu kakinya. Mengeluarkan sebuah kotak berwarna navy dari saku kemeja-nya. Kemudian membuka kotak tersebut, hingga memperlihatkan sebuah cincin dengan mutiara kecil yang ada di dalamnya.
"Erawasti Diana Bangsawan, maukah kau menjadi milikku?"
__ADS_1
Deg
Diana menatap dalam dalam manik mata itu, menelisik lebih dalam, dan mencari makna tersembunyi yang tersimpan di dalamnya. Jujur, ini seperti tidak nyata, ini bagai mimpi untuk Diana. Ia mengangguk, mengarahkan jari manis kirinya untuk di sematkan cincin indah yang kini ada di depan matanya. Namun di detik berikutnya, ia merasa badannya terhuyung ke samping, hingga dirinya jatuh kedalam kolam yang ada di sampingnya
"Tolong... Tolong..."
"Tolong tolong, bangun!" seru Gita
Diana membuka kedua matanya, dan melihat sekitar. Ia berada di lantai, dengan keadaan terlentang, dan ada Gita disana. Diana melihat Gita dari atas hingga ke bawah, dan matanya terkunci pada sesuatu yang ada di tangan Gita.
"Lo nyiram gue?" tanya Diana
"What?"
"What what what, udah sana cepetan mandi. Lima belas menit selesai"
Tanpa kata, Diana segera berlari menuju kamar mandi. Lima menit Diana habiskan untuk mandi, setelah itu ia segera memakai pakaian yang sudah ia siapkan. Kurang dari sepuluh menit, ia sudah siap dengan tas bahu di pundaknya.
__ADS_1
"Selesai..."
Gita melirik Diana yang sudah tampak rapi, dengan setelan jeans dan kemeja. Tidak lupa sebuah topi sudah bertengger di kepalanya. Gita mengangguk anggukan kepalanya, setelah itu, ia berjalan lebih dulu menuju mobil
"Kuy jalan" seru Diana saat ia sudah duduk di kursi mobil "Kenapa?" tanya Diana saat mendapati Gita yang hanya diam menatap kearahnya
"Lo tadi mimpi apaan sampe minta tolong?"
"Gue... Gue... mimpi kecebur kolam doang. Udahlah ngga penting banget, udah yok berangkat"
"Sama Kak Lion?"
"Apanya?"
"Kecebur kolamnya"
"Ngaco. Udah ayo berangkat, nanti kita telat, emang lo mau tanggung jawab"
__ADS_1
"Tapi iyakan, lo nyeburnya sama Kak Lion?"
"Gita..."