Cleaning Servis Milik CEO

Cleaning Servis Milik CEO
Menemui seseorang.


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾🌾


.


.


"Nanti malam aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." ucap Varo dengan sangat yakin. Entah apa yang sedang direncanakan olehnya.


"Eum!" jawab Ana santai. Saat ini dia sedang menukar beberapa pas bunga, yang baru saja diantar oleh sekertaris pribadi Varo.


"Memangnya kita akan pergi kemana?" tanya Ana setelah selesai membereskan semua pekerjaannya.


"Kesuatu tempat. Nanti sore ada orang yang akan mengantar gaun untukmu. Pakailah gaun tersebut."


"Kenapa harus pakai gaun? Seperti mau kepesta saja." Ana yang sudah jarang memakai gaun tentu merasa aneh. Dulu, saat kedua orangtuanya masih hidup. Dia memang sering memakai pakaian seperti itu karena makan malam diluar atau menghadiri acara bersama ayah dan ibunya.


"Jangan banyak bertanya. Pakai saja, jam setengah tujuh, aku akan menjemput mu." saru Varo tidak ingin dibantah.


"Baiklah, Saya akan memakainya. Tapi---"


"Aaaiis! Aku bukanlah bos kejam seperti yang kau pikirkan. Memangnya aku laki-laki seperti apa, akan memotong gaji pegawai kecil seperti mu." tersenyum karena sudah berhasil membuat Ana merenggut.

__ADS_1


"Ya, ya, Anda bukan bos seperti itu. Tapi Anda bos yang suka memaksa." setelah mengatakan itu Ana langsung berlari keluar dari ruangan sang Presdir.


Sehingga membuat Varo tersenyum seraya mengelengkan kepalanya. Itulah yang membuat dia merasa nyaman bersama Ana meskipun tanpa setatus yang jelas. Mereka berdua tidak pacaran ataupun bersahabat. Tapi memiliki hubungan sangat dekat. Keduanya sering berbagi cerita kehidupan masing-masing. Masalah yang tidak Ana ceritakan adalah, kalau dulunya dia berasal dari keluarga berada.


"Ana tunggulah, aku akan melakukan apa saja agar kau selalu berada di sisiku. Sekarang bukan salahku bila mengakhiri hubungan dengan Izora. Semua ini adalah kesalahannya sendiri yang lebih memilih pekerjaannya daripada diriku." kata Varo yang mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Sementara itu Ana yang keluar dari ruangan Varo langsung kembali lagi ke dapur. Ruangan tempat mereka beristirahat. Meskipun tidak membersihkan tempat lain selain ruangan Presdir. Ana masih bekerja membantu para Barista membuatkan kopi untuk para karyawan perusahaan.


*****


Malam hari. Tepatnya pukul delapan belas lewat dua puluh. Alvaro sudah tiba dirumah Ana untuk menjemput gadis itu. Malam ini dia ingin mengajak Ana kesuatu tempat.


"Apa kita akan berangkat sekarang?" tanya Ana yang baru saja keluar dari dalam kamar. Gadis itu memakai gaun yang kirim oleh orang suruhan Varo.



"Cantik sekali!"


Gumam Varo yang langsung berdiri dari duduknya.


"Kenapa? Apa ada yang aneh?"

__ADS_1


"Tidak ada. Ayo kita berangkat!" setelah bisa menormalkan detak jantungnya. Varo langsung saja menarik tangan Ana menuju mobilnya. Namun, sebelum itu dia sudah mengunci pintu rumah Ana lebih dulu.


"Sebetulnya kita akan kemana?" bertanya lagi karena sudah lebih dari dua puluh menit, mereka belum juga sampai ketempat tujuan.


"Nanti kau akan tahu sendiri. Ini kita sudah sampai." ucap Varo membelokan mobilnya ke Restoran mewah.


"Kita mau makan malam?"


"Jangan banyak bertanya. Ayo turun! Jika kau bertanya terus, maka aku akan mencium mu," ancam Varo seperti biasanya, karena bila dia berkata demikian. Maka Ana akan diam tidak bertanya lagi.


Benar saja, Ana langsung diam dan hanya mengikuti Varo menarik tangannya kedalam Restoran tersebut.


"Selamat malam Tuan muda. Mari ikut Saya." sambut si Manejer Restoran dengan sopan. Sebelum Varo datang, sekertarisnya sudah memesan ruangan VIP untuk Varo dan orang yang akan mereka temui.


"Selamat malam, Ayah, ibu. Maaf kami terlambat." ucap pemuda itu begitu mereka sampai pada meja yang di tunjukan ole si Manejer.


"Iya, malam juga, Nak." jawab kedua orang tua Varo.


"Ayah, Ibu. Kenalkan ini Ana. Gadis yang pernah aku ceritakan pada kalian." Varo memperkenalkan Ana dengan kedua orang tuanya.


"Selamat malam Om, Tante. Perkenalkan Saya Ana peg---"

__ADS_1


"Apakah kamu putri Airin?" begitu menatap wajah Ana. Wanita separuh baya itu langsung kaget.


Bersambung πŸ€—


__ADS_2