
🌾🌾🌾🌾🌾
.
.
Satu bulan kemudian.
Pernikahan Varo dan Ana berjalan dengan sangat baik, tidak ada yang mengetahui bahwa mereka berdua pasangan suami-istri. Setiap hari Ana bekerja di perusahaan suaminya seperti biasa, dengan berstatus yang sama. Yaitu sebagai Cleaning Servis khusus ruangan Varo.
Sekarang Ana pun sudah pindah ke rumah mewah pribadi Varo dari dua Minggu yang lalu, seharusnya sepulang dari bulan madu. Namun, karena Ana tidak mau, akhirnya Varo mengalah.
Tapi gara-gara ada yang ingin mencelakai Ana. Varo bertindak tegas, meskipun awalnya Ana sempat menolak tinggal di rumah sang suami, tapi akhirnya ia mengalah demi kebaikan dia sendiri.
Rosa nenek Varo semakin mengila, dia sekarang sibuk menjodohkan Varo dengan putri dari teman-temannya. Untung saja beliu tidak mengetahui bahwa cucunya sudah menikah dengan pegawai kebersihan.
"Bagaimana, apa Anda setuju dengan proposal Tuan Bisma? " tanya Sekertaris Arsad. Saat ini Varo lagi dalam perjalanan pulang ke perusahaan Ravindra. Ia dan sekertaris pribadinya baru saja pulang dari bertemu rekan bisnis.
"Aku belum bisa mengambil keputusan sebelum memeriksa ulang data-datanya. Kita jangan gegabah, nanti karena tergiur penghasilan yang besar. Malah banyak merugikan masyarakat." kata Varo sambil mengirim pesan pada istrinya untuk datang ke kantor, dan membawa kopi sebagai alasan agar tidak ada yang curiga.
"Silahkan Tuan Muda," Sekertaris Arsad membuka pintu mobil dan mempersilahkan dengan sopan pada si Tuan Mudanya untuk turun dari mobil, karena mereka sudah tiba di perusahaan.
"Terima kasih!" kata Varo turun dan berjalan masuk. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya. Tadi pagi mereka hanya bertemu sebentar, karena Varo ada pertemuan diluar perusahaan.
Bila tidak bersama di perusahaan. Maka mereka tidak bebas untuk bertemu seperti biasanya. Saat pulang dari berbulan mau, Varo berhasil membongkar kejahatan pamannya. Tapi dia hanya membongkar didepan Rosa saja, karena bila diumumkan pada publii maka akan merugikan perusahaan Ravindra itu sendiri.
"Selamat siang Tuan Muda, maaf di dalam ruangan Anda ada Nona Izora." sapa sekertaris perusahaan dengan takut-takut, karena sudah membiarkan orang asing masuk ke ruangan bosnya.
Deg...
"Siapa yang memberi izin dia masuk?" Varo menatap sengit pada sekertaris wanita yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Maaf Tuan Muda, Nyonya Rosa yang memberi Izin. Tadi beliau datang ke perusahaan bersamanya," menjawab takut meskipun itu bukanlah kesalahannya.
"Apa! Nenek?"
"Benar Tuan, makanya kami tidak bisa berbuat apa-apa,"
"Eum, ya sudah! Jangan biarkan siapapun masuk. Saya ingin berbicara dengan Izora." kata Varo tidak menunggu jawaban dari sekertaris itu lagi, karena dia telah berjalan masuk keruangan nya.
"Varo...!" bagitu melihat mantan tunangannya sudah kembali Izora yang menunggu hampir selama dua jam, langsung saja berdiri dan memeluk mantan tunangannya.
"Izora!" seru Varo hanya diam membeku di tempatnya berdiri.
"Iya, ini aku Izora. Tolong maafkan aku," ucap Izora melepas pelukan mereka karena Varo sama sekali tidak membalas pelukannya.
"Aku sudah memaafkan mu. Kapan kau kembali?" Varo mendorong pelan tubuh wanita yang pernah menjadi bagian hidupnya. Lalu dia berjalan menjauh dan duduk di atas sofa.
"Benarkah kau sudah memaafkan diriku? Aku baru kembali tadi malam," jawab wanita itu tersenyum senang mendengar Varo sudah memaafkan dirinya. Dia ikut duduk di sebelah Varo.
"Aku kembali karena hubungan kita, karena aku sudah siap jika kita menikah sekarang."
"Ck, kau sedang bermimpi atau bagaimana? Hubungan kita sudah berakhir Izora." Varo berdecak dengan senyum miring di sudut bibirnya.
"Tapi aku tidak mau kita berpisah, bukannya kau sangat mencintaiku?" meskipun sudah tahu jawaban Varo. Tapi gadis itu tetap dengan percaya diri berkata seperti itu, karena saat ini dia tidak memiliki pilihan lain.
Dimitri kekasih ranjangnya sudah memutuskan hubungan mereka, karena paksaan dari putrinya yang seumuran dengan Izora. Sepandai-pandai nya menyembunyikan hubungan terlarang mereka. Akhirnya satu bulan lalu ketahuan juga. Dimitri dan Izora tertangkap basah saat melakukan hubungan intim bersama Dimitri di dalam apartemen miliknya.
Alhasil karena hal tersebut di ketahui oleh para wartawan yang dibawa oleh putri Dimitri. Dia langsung di blck kist dari pekerjaannya.
"Itu dulu, sekarang aku sudah memiliki gadis lain yang aku cintai." jawab Varo tegas.
"Tidak, tidak mungkin kau melupakan aku secepat itu. Aku ingin kita melanjutkan pernikahan yang sempat aku tunda. Kapanpun aku siap, jadi tolong beri aku kesempatan,"
__ADS_1
"Izora, aku tidak ingin menikah denganmu lagi, karena aku mencintai gadis lain." pemuda itu hendak berdiri karena ingin ke meja kerjanya. "Carilah pria lain Izora, jangan menggangu diriku lagi. Sekarang aku sudah bahagia dengan kehidupan baru tanpa kehadiranmu." lanjutnya lagi.
"Varo aku tahu kau masih mencintaiku. Tidak mungkin Kau melupakan aku secepat ini. Aku yakin kau sedang berbohong karena masih sakit hati padaku," dan tanpa disangka-sangka wanita itu bersujud dibawah kaki Varo agar pria itu mau menerima dirinya lagi.
"Zora! Apa yang Kau lakukan? Ayo cepat berdiri," Varo menarik tangan gadis itu untuk berdiri. Namun, karena Izora memaksa pada posisinya dan Varo menarik mengunakan tenaga. Tubuh keduanya hilang keseimbangan dan terjerembab pada sofa yang mereka duduki dengan posisi Izora berada di atas tubuh Varo.
Sialnya pada saat itu Ana yang di minta untuk mengantar kopi membuka pintu ruangan suaminya dengan pelan. Larangan dari sekertaris suaminya malah membuat Ana menjadi penasaran, karena tadi dia sempat mendengar para rekan kerjaanya menyebutkan bahwa ada tunangan suaminya.
Biasanya dia tidak mendapatkan larangan, kapan saja mau memasuki ruangan tersebut, karena sekertaris perusahaan juga sudah diberitahu oleh Varo bahwa Ana adalah istrinya. Sebab wanita itu paling tahu kapan saja Ana datang ke ruangan CEO mereka. Tapi hari ini dia di suruh kembali lagi nanti, kapan di telepon lagi oleh suaminya. Mana mungkin Ana akan diam saja. Walau bagaimanapun Varo adalah suaminya.
"Izora!" seru Varo sambil tangannya mendorong tubuh Izora. Namun, tindakan Izora benar-benar sudah gila. Dia mencium bibir Varo lebih dulu. Hal yang selalu mereka lakukan setiap kali bertemu.
Hubungan suami-istri saja yang belum mereka lakukan. Jika hanya sekedar ciuman dan yang lain tentu sudah mereka lakukan. Varo pria normal, sedangkan Izora sudah tahu rasa nikmatnya surga dunia bersama Dimitri. Jadi bila bertemu dengan tunangannya. Izora selalu bersikap angresip lebih dulu.
Bila orang lain yang melihat posisi tangan Varo saat ini, tangannya seperti lagi menyentuh kedua gunung kembar milik Izora. Padahal pemuda itu lagi berusaha untuk menjauhkan tubuh mereka berdua. jadi sudah pasti Ana akan salah paham karena hal tersebut. Istri mana yang tidak akan salah paham bila berada di posisi Ana saat ini.
Tes...
Tes...
"Jadi karena hal ini Varo melarang diriku untuk masuk? karena dia lagi bersama mantan tunangannya?"
Gumam Ana berjalan mundur keluar. Lalu ia menitipkan kopi yang dibawanya pada si sekertaris. Ana tidak kuat melihat suaminya bercumbu dengan mantan tunangannya. Makanya dia memilih untuk pergi dari sana. Tidak mungkin kan Ana tuba-tiba melabrak Izora, yang ada nanti malah hubungan dia dan Varo akan ketahuan.
BERSAMBUNG...
.
.
.
__ADS_1