
πΎπΎπΎπΎπΎ
.
.
"Apakah kamu putri Airin?" tanya wanita paruh baya itu dengan suara bergetar.
"I--iya, Tante. Saya putri Ibu Airin." jawab Ana ragu-ragu karena melihat sorot mata dari ibu sang bos seperti menahan sesuatu. Dia yang baru bertemu tentu saja merasa takut. Dikiranya wanita itu marah setelah mendengar statusnya yang hanya sebagai Clening Servis.
"Jadi benar! Tebakan ku tidak salah 'kan?" Serli ibu nya Varo langsung mendorong kursi tempat duduknya, lalu dia berjalan mendekati Ana dan memeluk gadis tersebut sambil menangis.
"Kemana saja dirimu , Nak? Tante sudah berusaha mencarimu kemana-mana. Saat Tante kerumah kalian dua bulan setelah musibah itu. Rumah tersebut sudah menjadi milik orang lain." Serli tidak bisa membendung air matanya karena bisa bertemu dengan putri sahabatnya.
"Saat kedua orang tuamu meninggal dunia Tante tidak bisa datang, karena sedang berada diluar Nengri menemani nenek Varo yang lagi sakit. Makanya Tante tidak bisa datang." ucap wanita tersebut melepaskan pelukannya.
"Sa--saya tinggal dirumah ibu yang diberikan oleh kakek, Tan. Me--memang nya Tante kenal sama ibu, Saya?"
"Tentu saja, lebih dari kenal. Almarhum ibumu adalah sahabat Tante dari kecil. Jadi rumah itu belum dijual?" bertanya sambil menarik kursi agar Ana duduk disampingnya.
"Belum, Tan. Rumah peninggalan Kakek tidak dijual. Meskipun tidak ditempati, tapi ada orang yang selalu membersihkan rumahnya." Ana memang tidak tahu kalau Serli adalah sahabat Almarhum ibunya.
"Ibu, jadi ibu kenal dengan orang tua Ana?" tanya Varo ikut duduk di kursi sebelah gadis itu.
"Iya, ibu dan Airin berteman sejak kecil. Ayah kami berdua satu profesi. Tapi semenjak sama-sama menikah kami bertemu karena memiliki kesibukan masing-masing. Ibu benar-benar tidak menyangka jika gadis yang sering kamu ceritakan adalah putri sahabat ibu." Serli tersenyum bahagia mengetahui gadis yang ingin dinikahi oleh Varo adalah gadis yang dia cari-cari selama ini.
__ADS_1
"Ehem! Lebih baik kita makan malam dulu. Agar makanannya tidak dingin." Martin Ayah Varo berdehem.
"Ayah benar. Ana ayo habiskan makanan mu." kata Varo meletakkan daging pada piring gadis itu. Hal yang belum pernah dia lakukan meskipun dengan tunangannya. Semua perhatian yang Varo berikan pada Ana selalu diperhatikan oleh kedua orang tuanya. Hanya saja mereka berdua pura-pura tidak tahu..
Sampai acara makan malam selesai. Tidak ada yang bicara lagi semuanya hanya diam sambil menikmati makanan masing-masing. Lalu Lima belas menit kemudian. Setelah meja makan mereka di bereskan barulah Martin berbicara pada Ana yang belum mengetahui kalau malam ini dia akan dilamar. Gadis itu mengira, kalau mereka hanya makan malam biasa.
"Em ... Ana kamu pasti belum mengetahui maksud dan tujuan Varo mengajak kita berkumpul di sini 'kan?" ucap pria paruh baya itu memulai percakapan.
Ana mengelengkan kepalanya seraya berkata. "Tidak, Saya tidak tahu, Om."
"Om sudah menduganya. Malam ini Om sebagai ayah dari Varo ingin melamar mu untuk menjadi istrinya." Martin tidak sama seperti adiknya yang gila harta. Jadi dia dan Serli tidak memilih calon menantu mereka dari orang kaya atau bukan. Apalagi Serli juga bukan berasal dari keluarga berada.
"Apa, Istri?" Ana langsung tersentak kaget.
"Iya, menjadi istrinya. Apakah dirimu tidak bersedia?" sahut Serli yang benar-benar berharap bila Ana mau menjadi menantunya.
Ana menelan ludahnya sendiri. Bagaimana mungkin dia dilamar oleh pria yang sudah bertunangan. Pikiran gadis itu sudah kemana-mana. Dia mengira akan dijadikan istri kedua dari bos nya.
"Ana, kau kenapa? Apa kau tidak mau menjadi istriku?" Varo yang melihat Ana hanya diam, menyentuh tangannya yang berada di atas meja.
"Saya, saya bu--buka--bukaan, bukannya ti--tidak ma--mau, ta--tapi Tuan mu--muda su--sudah---"
"Soal itu dirimu tidak perlu khawatir. Aku dan Izora tidak jadi menikah. Tadi pagi dia mengabari aku, bahwa dia tidak bisa menikah denganku." sela pemuda itu yang mengetahui kegelisahan Ana.
"Apa?" Ana semakin dibuat kaget.
__ADS_1
"Nak, hubungan mereka sudah berakhir! Tadi sore, Om dan Tante juga sudah menemui keluarganya. Mengatakan jika Varo akan menikah dengan wanita lain, karena putri mereka yang membatalkan lebih dulu. Bukan itu saja, Izora sudah membatalkan pernikahan mereka sebanyak tiga kali, dengan hari ini."
Serli ikut menimpali karena sebagai sesama wanita dia mengerti perasaan Ana. Apalagi gadis itu adalah dari keturunan orang baik-baik.
Jelas saja Ana berpikiran aneh. Bagaimana mungkin Varo melamar gadis lain. Sedangkan tadi siang dia dan Izora baru membatalkan pernikahan mereka.
"Ana ... Jadi bagaimana? Apa kau mau menikah dengan ku?"
.
.
.
Hayo, kira-kira bila Ana menikah sama bbg Varo akan ada konflik apa, yaπ€ Penasaran? Yuk, ikuti terus kisah mereka.π€
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya juga.
Like.
Vote.
Komentar.
Subscriber.
__ADS_1
Hadiah kopi dan bunga nya πππ
Terima kasih.πππ