
Bima Setya Perdana, seorang dokter yang bertugas di rumah tahanan. Dia yang telah membantu persalinan Gilang dulu.Bima juga yang telah menitipkan Gilang dengan ibu panti asuhan, kenalannya.
Bima juga mengenal Agatha cukup dekat. Selama bertugas di tahanan, dia dan Agatha sering bertemu dan berbincang. Kebetulan Agatha yang membantunya memeriksa pasien di rumah tahanan.
Dengan kecepatan sedang, Bima melajukan mobilnya menuju kediaman Agatha. Sampai di rumah yang dibeli Gilang buat mereka tempati itu, Bima mengetuk pintunya.
Beberapa kali mengetuk barulah terdengar langkah kaki dan membuka pintu. Agatha tersenyum melihat siapa yang datang.
"Mas Bima. Aku kira siapa? Silakan masuk, Mas!"
"Terima kasih, Agatha."
Bima duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah yang sederhana itu. Tanpa Gilang tahu, sebagian uang pembelian rumah itu dari Bima.
Gilang membeli rumah itu bersama Bima. Developer mengatakan jika rumah itu mendapat subsidi sehingga di jual murah. Gilang keluar dari kamar setelah Agatha mengatakan jika ada Bima datang.
Layaknya anak kecil seusianya, Gilang berlari dan langsung memeluk Bima. Mengecup kedua pipi pria itu.
"Om, apa kabar?" tanya Gilang. Bocah itu melingkarkan kedua tangannya di leher Bima. Pria itu memeluk pinggang Gilang, dan menempelkan hidungnya dengan hidung Gilang.
"Om sehat, kamu apa kabarnya? Dua minggu tidak bertemu kamu tambah cakep, tambah sehat dan tambah pintar," ucap Bima.
Agatha datang dengan membawa dua gelas air jeruk dingin dan sepiring kue bolu yang tadi dibuatnya. Menyajikan kehadapan Bima.
"Silakan di minum, Mas."
__ADS_1
Gilang langsung duduk kepangkuan Bima. Pria itu tampak sangat tulus menyayangi Gilang. Agatha yang melihatnya menjadi terharu.
Dari Gilang lahir dan dititipkan di panti asuhan, Bima yang selalu memotret semua perkembangan Gilang dan memperlihatkan pada Agatha.
Ibu dari Gilang itu merasa banyak berhutang budi pada pria itu. Bima juga hidup sebatang kara. Sejak kecil dia tinggal di panti yang sama di mana Gilang dibesarkan. Kedua orang tua Bima telah tiada. Keluarga lalu menitipkan Bima kecil ke panti asuhan.
Bima yang pintar mendapat beasiswa di fakultas kedokteran, hingga menjadi seorang dokter yang sukses dan terkenal.
"Gilang, duduk yang benar. Om Bima pasti capek jika kamu terus dipagkuannya," ucap Agatha.
"Nggak apa, Agatha. Aku juga kangen dengan Gilang. Dua minggu tidak bertemu, rasanya sudah sangat lama."
Gilang tersenyum mendengar ucapan Bima. Dia mengecup pipi Bima. Dengan Bima, bocah itu sangat manja seperti anak-anak umumnya.
"Apa Om Bima mau menjadi ayahku?" Pertanyaan Gilang yang tiba-tiba membuat Bima dan Agatha kaget.
"Gilang ngomong apa kamu, Nak," ucap Agatha malu. Bima hanya tersenyum menanggapi ucapan Gilang.
"Jika Ibu kamu mau dan ingin Om jadi ayahmu, Om bersedia," ujar Bima. Ucapan Bima membuat Agatha malu. Dia mengalih pembicaraan dengan bertanya tentang teman-temannya di rumah tahanan.
Mereka bertiga berbincang dengan riang, hingga tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 6 sore menjelang magrib.
"Aku mau latihan. Apa Ibu jadi ikut denganku ke tempat latihan?" tanya Gilang.
"Iya, Nak. Ibu ingin melihat kamu latihan."
__ADS_1
"Kalau begitu aku mandi dulu," ucap Gilang.
"Apa Om juga boleh melihat kamu latihan?" tanya Bima.
"Tentu saja. Aku ganti baju dulu. Om dan Ibu tunggu sebentar," ucap Gilang lagi.
***
Satu jam kemudian, mereka bertiga telah berada di dalam mobil membelah jalanan menuju suatu gedung tempat Gilang latihan.
Sampai di halaman gedung itu, Bima mencari tempat buat memarkirkan mobilnya. Gilang dan Agatha telah keluar dari mobil menunggu Bima mengunci mobilnya.
Mereka bertiga berjalan seperti keluarga kecil bahagia. Dari luar telah terdengar suara orang yang sedang berlatih.
Sampai di depan pintu gedung, Agatha memandangi anak-anak seusia Gilang sedang berlatih. Pandangan mata Agatha menatap seseorang yang sangat dikenalnya. Yang telah membuat hari-harinya terasa gelap karena mendekam di penjara.
"Mas Gerald," gumam Agatha.
...****************...
Selamat malam, selamat beristirahat. Mama beri bonus visual dokter Bima dan Agatha.
Dokter Bima
__ADS_1
Agatha