
Sidang keputusan atas dakwaan yang ditujukan pada Merlin dan Gerald telah selesai. Agatha sebagai korban, juga ingin mendengar keputusan hakim.
Gerald dijatuhkan hukuman 4 tahun penjara atas laporan palsu dan Merlin dituntut 8 tahun penjara atas kesaksian dan tuduhan palsu.
Gilang menggenggam tangan Ibu-nya saat mendengar vonis atas Gerald. Entah apa yang bocah itu pikirkan. Agatha membalas genggaman putranya.
Agatha mengerti sebelum Gilang tahu jika Gerald adalah ayah-nya, bocah itu sangat dekat dan menyayanginya. Gilang begitu bangga pada pelatihnya itu.
Saat ditanya apakah kuasa hukum dan tim pembela dari Gerald akan naik banding, pria itu meminta pengacaranya menerima berapapun hukuman yang dijatuhkan padanya.
Gerald merasa dia pantas mendapatkan hukuman ini. Semua karena kecerobohan dan kebodohannya yang begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan Merlin.
Sedangkan Merlin melakukan naik banding dan akan diajukan pengacaranya. Merlin tidak terima atas tuntutan 8 tahun penjara.
__ADS_1
Gerald dengan tangan di borgol melewati Gilang, Agatha dan Bima yang duduk di kursi para pengunjung.
Gerald berhenti ketika melihat Gilang. Putranya itu berdiri dan mendekati Gerald. Tangannya di genggam.
"Pa, aku nggak tahu harus bahagia atau bersedih melihat hukuman yang dijatuhkan pada Papa. Aku bahagia karena akhirnya Papa mendapatkan hukuman atas apa yang Papa lalukan. Papa akan merasakan apa yang Ibu rasakan dulu. Sedih, karena aku tidak ada pelatih lain sebaik Papa. Bagiku Papa adalah idola dan panutanku. Papa yang menjadi motivasi aku buat berjuang. Aku ingin selalu menjadi pemenang seperti Papa," ucap Gilang.
"Setiap orang tua tidak akan ingin anaknya menjadi seperti mereka, tetapi mereka ingin anak-anaknya akan lebih baik dari mereka. Berjuanglah untuk hal-hal yang memang pantas untuk diperjuangkan. Kini, saatnya untuk menemukan titik terang untuk menjadi pemilih mengenai hal yang ingin kamu perjuangkan.”
"Papa memang pantas mendapatkan hukuman ini. Papa harap, dengan terkurungnya Papa akan membuat kamu bisa memaafkan Papa. Sebagai bukti jika Papa benar-benar merasa bersalah."
"Semoga saja waktu dapat membuat aku melupakan semuanya. Ketika Papa keluar dari penjara luka itu telah sembuh dan aku bisa menerima Papa!"
"Ketika kamu tidak mau memaafkan kesalahan yang dilakukan orang lain, itu akan menjadi beban di dalam diri kamu sendiri. Tidak ingin memberi maaf sama halnya dengan merawat sebuah luka yang kita rasakan. Tanpa sadar, kita justru sedang menyiksa diri sendiri. Ingat itu, Nak" ucap Gerald.
__ADS_1
Gilang hanya diam terpaku dalam pelukan Gerald. Bima dan Agatha membiarkan anak dan ayah itu saling terbuka dan mencurahkan isi hati mereka.
Beberapa saat kemudian, Gerald mengeluarkan tangannya yang tadi memeluk Gilang. Waktu yang diberikan buat pria itu telah habis.
"Papa harus kembali ke tahanan. Jaga kesehatan. Turuti apa kata Ibumu. Dan jaga ibumu. Kau anak pria, harus kuat dan jadi kebanggaan orang tua."
"Papa juga jaga kesehatan agar dapat bertemu denganku lagi. Akan aku buktikan jika aku bisa menjadi anak yang membanggakan kedua orang tuanya."
Gerald mengacak rambut Gilang dan mengecup kedua pipi putranya itu. Setelah itu Gerald berjalan masuk menuju mobil polisi yang akan membawanya ke rumah tahanan. Gerald memandangi Putranya itu hingga mobil polisi berjalan jauh membawa dirinya. Setelah Gilang hilang dari pandangan matanya, barulah Gerald memandang jalanan.
...****************...
__ADS_1