
Seminggu telah berlalu, akhirnya guru Cinta diizinkan pulang. Gerald dan Gilang datang ke rumah sakit untuk menjemputnya. Wanita itu memang hanya tinggal seorang diri. Kedua orang tuanya telah tiada. Bu Guru Cinta tidak mengatakan tentang kecelakaan yang menimpa dirinya pada keluarganya yang lain. Karena tidak ingin keluarga yang hanya tinggal bibi dan pamannya saja, di desa tidak kuatir.
Selama seminggu di rawat, Gerald dan Gilang yang menjaga bu Cinta. Dengan telaten Gilang merawat gurunya itu. Dia merasa berhutang nyawa.
Sampai di ruang rawat wanita itu, Gilang dan Gerald masuk dengan terlebih dahulu mengetuk pintunya. Gilang langsung menghampiri guru itu dan mencium tangannya.
"Selamat sore, Bu. Udah siap untuk pulang?" tanya Gilang, dengan senyum semringah.
"Selamat sore, Nak Gilang. Sudah siap, Nak. Maaf jika selama di rumah sakit ibu jadi merepotkan kamu dan Papa kamu," ucap Cinta.
Cinta memandangi Gerald. Mata mereka bertemu membuat gadis itu menunduk karena malu. Selama seminggu ini Cinta merasa sangat merepotkan Gerald.
Gerald yang menjaga dan merawat Cinta atas permintaan Gilang. Pria itu yang setiap hari menyuapi Cinta makan dan minum obat. Gilang juga terkadang membantu menyuapi. Cinta sudah sering menolak dengan alasan bisa makan sendiri, tapi baik Gerald maupun Gilang tetap ngotot melakukan.
"Kamu pulang ke rumah aku saja. Kalau di kos tidak ada yang membantu menjaga kamu. Kalau dirumahku ada pelayan yang bisa membantu setiap saat," ucap Gerald.
__ADS_1
Bu Cinta sudah menolak dari kemarin permintaan Gerald yang ingin dia pulang ke rumah pria itu. Namun, Gerald kelihatan tidak mau menyerah, dia tetap mengutarakan keinginannya.
"Aku bisa memakai tingkat penyangga hingga sembuh. Dokter juga mengatakan paling lama satu bulan udah bisa pulih kembali," ujar Cinta.
Gerald mendekati Cinta. Menatap dengan tanpa kedip membuat wanita itu salah tingkah.
"Aku tidak suka di bantah Cinta. Semua ini juga untuk kebaikan kamu. Biar cepat pulih. Jika kamu memaksa ingin mengerjakan semua pekerjaan sehari-hari sendirian bisa dipastikan jika kamu akan tambah lama sembuhnya. Atau kamu sengaja lama sembuh biar aku dan Gilang terus memberikan perhatian?"
Mata Cinta melotot mendengar ucapan pria itu. Bagaimana mungkin dia berpikir begitu. Cinta hanya malu jika harus se atap dengan pria itu. Walau Gerald mengatakan jika di rumah ada 8 orang yang kerja. Jadi bukan hanya mereka berdua, tapi tetap saja Cinta malu.
Gilang tersenyum melihat ibu Cinta begitu gugup menjawab ucapan Papanya. Gilang tampaknya senang dengan kedekatan antara Papa Gerald dan Bu Guru Cinta.
Setelah berdebat akhirnya diputuskan jika Cinta pulang ke rumah Gerald. Pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah kediamannya.
Saat sampai di halaman rumah, setelah memarkirkan mobilnya, pria itu segera keluar dari mobil. Mengambil kursi roda dari dalam bagasi.
__ADS_1
Cinta membuka pintu mobil. Gerald meletakkan kursi roda di depan pintu mobil tempat Cinta duduk. Wanita itu beringsut dan berusaha naik ke kursi roda. Dia malu jika Gerald menggendongnya seperti saat akan masuk ke mobil tadi.
Gerald tersenyum melihat Cinta yang berusaha naik ke kursi roda. Dengan sigap pria itu langsung menggendong dan meletakkan tubuh mungil Cinta di kursi. Wajahnya memerah menahan malu.
Di dalam rumah kembali Gerald menggendong Cinta dan mendudukan tubuh mungilnya di sofa. Wajah cinta makin memerah seperti kepiting rebus. Gilang yang melihat semua itu hanya tersenyum.
"Aku rasa Bapak tidak perlu menggendongku. Aku bisa menggunakan tongkat ini untuk menyangga tubuhku. Jika Bapak sering menggendong saya, bisa-bisa saya makin lama sembuhnya," ucap Cinta.
Gerald jadi tersenyum mendengar ucapan wanita itu yang membalas perkataannya tadi di rumah sakit. Pria itu meminta para pelayan untuk membantu Cinta selama berada di rumahnya. Gilang juga akan tinggal di rumah itu selama Bu Cinta di sana. Itu atas permintaan wanita itu.
...****************...
Selamat malam semuanya. Apakah Cinta jodohnya Gerald? Nantikan terus kelanjutan novel ini. Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
__ADS_1