DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG

DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG
Bab 17. Aku ingin Memiliki Anak.


__ADS_3

Gerald baru saja selesai memberi makan burung di halaman belakang rumahnya. Jarinya juga bermain hingga menimbulkan bunyi seirama dengan cuitan bibirnya. Gerald sangat suka memperlakukan burung peliharaannya seperti anaknya sendiri karena saking kesepiannya dia tidak memiliki seorang anak.


Memikirkan tentang anak, Gerald jadi merindukan Gilang. Anak kecil itu sudah sangat jarang datang untuk latihan dan mereka jadi jarang bertemu. Padahal Gerald merasa kalau mereka sudah dekat bagai ayah dan anak.


"Aku merindukannya" ucap Gerald tiba-tiba.


Gerald merasa kalau acara bercandanya bersama burung-burung sudah memakan waktu lama. Dia berjalan ke depan dan ingin menyiram tanaman tapi Gerald melihat Merlin baru saja masuk dari luar dengan wajah yang sedikit panik. Gerald tidak menghiraukan Merlin. Gerald tetap lanjut berjalan melewati Merlin untuk menyiram tanaman di luar.


"Mau ke mana, Mas?" tanya Merlin kepada suaminya saat Merlin tahu Gerald membuka kunci pintu.


"Menyiram tanaman." Gerald sudah membuka pintu, dan keluar. Dia menarik selang lalu mulai menyiram tanaman.


Merlin tidak menghiraukan Gerald, dia memilih bersantai di depan televisi dan menyaksikan serial televisi kesukaannya. Namun perkataan Agatha tadi tidak bisa berhenti mengganggu Merlin.


Ketika sedang sibuk menyiram bunga-bunga di depan, ada tetangga yang lewat sambil menggendong anaknya. Gerald tidak bisa mengalihkan pandangan itu karena dia ternyata ikut tersenyum senang melihat interaksi antara anak dan ayah di luar rumahnya.


Saat Gerald kembali fokus menyiram tanaman, tiba-tiba Gerald dikagetkan oleh suara seorang anak laki-laki dari rumah sebelah yang berteriak kalau dia diterima di sebuah universitas ternama. Mendengar itu, Gerald jadi merasa sedih. Perasaan iri dalam jiwanya kembali muncul. Rasa iri ingin memiliki seorang anak kembali menghantuinya.


Ketika Gerald ingat bahwa Merlin sudah tidak bisa memiliki keturunan, Gerald jadi malas kepada istrinya sendiri.


Gerald menyudahi acara menyiram tanamannya.


Dia mematikan selangnya dan masuk ke dalam tanpa menghiraukan Merlin di ruang keluarga yang menegurnya dan memintanya bergabung di sana.

__ADS_1


Saat malam tiba, Merlin memakai pakaian seksinya dan mendekati Gerald. Perempuan itu berniat menggoda suaminya karena Merlin takut apabila Gerald kembali kepada Agatha atau mencari perempuan lain. Terlebih lagi setelah tadi Agatha datang mengancamnya, Merlin jadi semakin takut kehilangan Gerald.


Apalagi setelah Merlin tahu bahwa Gerald sangat menginginkan anak. Rasa takutnya kehilangan Gerald semakin menjadi-jadi.


Merlin memeluk Gerald dari belakang. Tangan kanannya mulai nakal. Merlin menggerakkan tangannya dari dada, turun ke perut dan semakin ke bawah.


Namun belum sampai ke bagian inti yang ingin Merlin pegang, Gerald sudah lebih dulu menghentikan gerakan istrinya. Lelaki itu melepaskan paksa pelukan Merlin lalu dia memilih berbaring.


"Mas, kok malah tidur sih? Aku sudah pakai baju seksi kesukaan kamu ini loh. Masa dianggurin gitu saja sih? Aku 'kan maunya dimanja-manja sama kamu." Merlin menuntut kesenangan ranjang dari suaminya yang barusan mengabaikannya.


Gerald duduk lagi, dia menatap Merlin dari atas hingga bawah tapi Gerald merasa tidak bernafsu kepada istrinya. Padahal tubuh Merlin begitu seksi dan menggoda. Gerald juga tidak tahu kenapa miliknya tidak mengembang melihat lekukan tubuh istrinya yang menggiurkan. Tidak seperti dirinya dulu yang tidak bisa melewatkan Merlin satu malam saja.


"Percuma aku menidurimu, lagi pula kamu juga sudah tidak bisa hamil lagi. Kamu itu perempuan mandul," jawab Gerald tanpa perasaan.


Sebagai seorang perempuan, Merlin tentu saja sakit hati mendengar ini. Dia merasa sangat direndahkan oleh suaminya. Hawa nafsu Merlin untuk berhubungan dengan suaminya tadi sirna sudah. Semuanya berubah jadi rasa sakit.


"Kenapa kamu menyalahkan aku, Mas? Aku juga nggak mau kayak gini. Aku juga ingin punya anak dari kamu, tapi semua ini di luar kehendak aku." Merlin tidak bisa tinggal diam saat dirinya di salah-salahkan oleh suaminya.


"Memang semua itu salah kamu. Buktinya aku pernah bisa membuat kamu hamil juga. Itu berarti aku normal, dan kamu yang nggak bisa punya anak karena pernah keguguran."


Merlin tak kuasa menahan tangis mendengar semua kata-kata Gerald yang menurutnya sangat keterlaluan. Dia keluar dari kamar untuk menghindari pertengkaran dan lebih memilih menyelamatkan hatinya.


Akibat perdebatan Gerald dan Merlin malam itu, hubungan mereka jadi semakin renggang dan perlahan-lahan mulai retak sedikit demi sedikit. Gerald yang sudah bersikap arogan kepada istrinya pun jadi semakin dingin.

__ADS_1


Tidak ada perhatian lagi dari Gerald untuk Merlin. Begitu pula Merlin yang masih sakit hati karena perkataan menyakitkan Gerald mengenai kondisinya.


Gilang hari ini datang ke rumah Gerald untuk latihan. Anak kecil itu disambut gembira oleh Gerald, tapi tidak dengan Merlin. Setelah hubungannya dengan Gerald semakin berantakan, Merlin pun jadi semakin membenci kehadiran Gilang.


"Masih tidak kapok juga anak itu datang ke sini," ucap Merlin sambil melihat Gilang yang sedang bersama suaminya. Ada rasa cemburu dan takut di hati Merlin melihat kedekatan mereka. Merlin takut kalau kehadiran Gilang itu akan menggeser posisinya sebagai istrinya Gerald.


Di lain sisi, Gilang sudah tahu kalau hubungan ayahnya dengan istri keduanya itu tidak baik-baik saja. Gilang bisa menebak kalau Gerald semakin menjaga jarak dengan Merlin.


Semua itu terlihat saat tadi Gilang baru saja tiba di rumah ini. Auranya sudah berbeda dan anak itu tahu tanpa harus mendengar penjelasan dari ayahnya maupun istri kedua ayahnya.


"Kamu lapar atau tidak? Mau aku buatkan makanan?" Gerald memberi tawaran kepada Gilang.


Gilang menganggukkan kepalanya, "Mau, Om. Aku mau dibuatkan makanan."


Gerald segera mengajak Gilang ke dapur rumahnya dan lelaki itu dengan senang hati akan memasakkan Gilang makanan yang dia bisa. Ketika Gerald sedang melihat bahan makanan di kulkas, Merlin tiba-tiba datang dari arah lain.


"Jangan terlalu baik sama anak orang, Mas. Nanti dia dikasih hati minta jantung lagi," ucap Merlin sewot.


"Memang dasarnya kamu tidak bisa punya anak ya, jadi kalau ngomong tidak pernah dipikirkan," balas Gerald tak kalah sadisnya.


Gilang tersenyum dalam hati mendengar pertengkaran mereka berdua. Anak itu merasa kalau usahanya untuk menghancurkan rumah tangga mereka akan berhasil.


Mendengar ucapan Gerald, wanita itu makin sakit hati. Merlin berjalan dengan menghentaki kaki ke lantai sambil memandangi Gilang dengan tatapan tidak sukanya. Gilang memberikan senyumannya pada wanita itu.

__ADS_1


Gerald tidak boleh tahu jika semua yang aku lakukan pada Agatha hanyalah kebohongan. Dia akan makin membenciku dan kembali pada Agatha.


...****************...


__ADS_2