
Gerald meninggalkan ruangan itu dengan langkah yang sangat tergesa. Wajahnya tampak memerah menahan amarah.
Pria itu masuk ke dalam mobil dan mengendarai dengan kecepatan tinggi menuju rumah tahanan. Di sana telah menunggu pengacara dan orang suruhannya.
Pengendara kendaraan yang ingin menabrak Gilang juga telah di tahan. Ternyata semua di sengaja untuk mencelakai putranya. Tentu saja sebagai Papanya Gilang, Gerald tidak akan tinggal diam jika ada yang ingin melukai anaknya.
Sampai di halaman rumah tahanan itu, Gerald langsung keluar dari mobil dengan jalan tergesa.
"Bagaimana dengan pria yang mencoba mencelakai Gilang, apa dia telah dijebloskan ke penjara?" tanya Gerald begitu berhadapan dengan pengacaranya.
"Sudah. Nanti kita bisa pertemukan dengan istri Bapak!" ucap pengacara yang bernama Sariman Siregar.
Gerald menghentikan langkahnya dan memandangi wajah Sariman dengan mata melotot, membuat sang pengacara jadi salah tingkah. Dia baru sadar salah berucap.
"Maaf, Pak. Maksud saya mantan istri Bapak!"
"Sekali lagi kamu katakan jika dia istriku, terima saja hukuman dariku!" ucap Gerald, kembali melanjutkan langkahnya.
Sampai di salah satu ruangan, dia melihat Merlin yang telah duduk menunggu. Wanita itu kaget melihat kedatangan Gerald. Dalam hatinya bertanya, ada perlu apa mantan suaminya ingin bertemu.
__ADS_1
"Mas Gerald, aku kira siapa yang ingin bertemu denganku," ucap Merlin dengan senyuman semringah.
"Aku tidak akan berbasa-basi, kenapa kamu ingin mencelakai Gilang? Apa kamu telah bosan hidup? Aku bisa saja memerintahkan seseorang untuk membunuh kamu, walau kamu ada dalam penjara!" ucap Gerald dengan wajah memerah mencoba menahan amarahnya.
Merlin sangat kaget mendengar ucapan Gerald. Namun, dia berusaha bersikap sewajar mungkin agar pria itu tidak curiga. Padahal dia telah melakukan sesuatu dengan sangat teliti. Masih saja suaminya itu percaya.
Merlin menarik napas dalam dan mencoba bicara setenang mungkin. Dia takut jika Gerald benar-benar melukainya.
"Aku tidak mengerti dengan maksud ucapanmu itu. Emangnya Gilang kenapa? Mengapa kamu menuduh aku yang akan mencelakai anakmu itu?" tanya Merlin.
Merlin masih berusaha tenang menanggapi Gerald. Dia tahu suatu saat perbuatannya lasti akan diketahui pria itu. Namun, rasa sakit hatinya mengalahkan logika. Dia tidak peduli jika akhirnya Gerald tahu dia yang perintahkan seseorang buat mencelakai Gilang. Yang menjadi masalah saat ini, Gilang selamat dan dia akan tetap harus bertanggung jawab.
"Apa aku harus membawa orang suruhanmu itu ke sini?! Kau masih saja belum mengenal siapa aku. Apa kau lupa, aku bisa melakukan hal yang lebih dari apa yang ingin kau lakukan pada Gilang? Atau kau memang ini mengujiku?"
Merlin hanya diam menunduk. Dalam hatinya mengumpat orang suruhannya yang tidak becus bekerja. Telah gagal melakukan tugas darinya, bahkan ketangkap pula dengan Gerald.
"Aku tidak bermaksud mencelakai Gilang. Hanya untuk menakuti saja," ucap Merlin akhirnya.
"Tidak bermaksud mencelakai bagaimana? Aku melihat sendiri pengendara motor itu ingin menabrak Gilang. Jika saja tubuh Gilang tidak di dorong gurunya, pasti dia akan mengalami kecelakaan!" teriak Gerald.
__ADS_1
"Aku tidak ada perintahkan buat celakai Gilang, hanya menakutkan anakmu saja!"
"Jangan banyak omong. Aku pastikan kamu mendekam di penjara untuk selamanya!" ancam Gerald.
Gerald tidak ingin nanti lepas kendali. Dia berdiri dari duduknya. Meminta pengacaranya untuk mengurus semuanya.
"Urus semuanya. Pastikan Merlin mendapatkan hukuman yang paling berat!" Perintah Gerald.
Merlin yang mendengar itu langsung berdiri dan berlutut dihadapan Gerald memohon ampun.
"Maafkan aku, Mas. Aku janji tidak akan pernah melakukannya lagi. Aku khilaf. Aku sakit hati karena semua harta milikmu berpindah ke Gilang. Aku yang menemani kamu 8 tahun tidak dapat apa-apa!" ucap Merlin.
"Dengar baik-baik. Kamu itu hanya istri siriku, tidak ada hak apa pun atas harta yang aku miliki! Jangan bermimpi. Sekarang saatnya kamu bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan!" ucap Gerald.
Dia melepaskan pelukan Merlin dikakinya dengan keras hingga wanita itu tersungkur. Gerald berjalan cepat meninggalkan Merlin di ruangan itu.
Merlin berdiri dan berusaha mengejar Gerald. Namun, tubuhnya di tahan kedua orang suruhan Gerald.
"Mas Gerald, kamu tidak bisa melakukan ini padaku. Aku ini istrimu. Kau tidak boleh melakukan ini padaku," teriak Merlin. Dia takut Gerald menuntut dengan hukuman yang paling berat.
__ADS_1
...****************...