DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG

DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG
Bab 25. Penyesalan Gerald.


__ADS_3

Di rumah kediaman Gerald, pria itu membuka ponselnya. Dia ingin tahu apa yang di kirim Gilang dengannya. Gerald membuka rekaman itu dan mendengar pengakuan dari istrinya Merlin.


Gerald tidak meragukan lagi, itu memang suara istrinya. Gerald mengambil asbak rokok yang ada dihadapannya dan melempar ke kaca rias, hingga hancur berantakan.


Merlin yang mengusul Gerald menjadi takut mendengar suara pecahan kaca itu. Dia mengurungkan niatnya untuk masuk dan bertemu Gerald.


Pria itu menarik rambutnya frustrasi. Teringat saat dia melaporkan Agatha atas tuduhan pembunuhan dan dia juga yang meminta dan membayar hakim untuk menjatuhkan hukuman yang paling berat bagi Agatha.


"Aku memang bodoh. Bisa saja di tipu oleh Merlin. Seandainya aku tidak langsung percaya dengan apa yang diucapkan wanita itu, mungkin saat ini aku bisa hidup bahagia bersama anak dan istriku," ucap Gerald.


Kembali pria itu melempar vas bunga ke dinding hingga hancur berkeping. Gerald ingat saat Agatha memohon padanya.


Gerald ingat, sebelum masuk ke mobil tahanan, Agatha berpaling dan memandangi diirnya dengan mata tajam sambil berkata, "Kau akan menyesal suatu saat nanti jika tahu aku tidak bersalah. Aku bersumpah akan membalas semua yang kau lakukan padaku!"


Semua akhirnya terbukti, jika saat ini aku menyesali semuanya. Dan yang paling aku sesali, aku tidak mengetahui kehamilannya Agatha.


Gerald berdiri dan berjalan ke bawah memcari keberadaan Merlin, tapi setiap sudut ruangan di lantai satu itu tidak ada bisa ditemuinya sang istri.

__ADS_1


Gerald kembali terduduk di lantai sambil menarik rambutnya frustrasi. Teringat kembali penolakan Gilang. Sebelum tahu Gilang putranya, dia sudah mencintai anak itu. Apa lagi setelah tahu itu darah dagingnya.


"Gilang anakku. Aku mencintaimu, Nak. Jangan menolak kehadiranku. Aku akan melakukan apa saja untuk dapat menebus semua kesalahanku."


Gerald mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Gilang. Beberapa kali mencoba Gilang tidak juga menerima panggilan ponselnya.


Gilang yang berada di hotel, melihat nama Papa-nya yang tertera. Dia sengaja tidak mau menerima panggilan itu.


Setelah puluhan kali mencoba, akhirnya Gilang menerima panggilan di ponselnya. Gerald sangat senang.


"Aku sudah katakan, jika Ayahku cuma Bima. Jika aku memanggil Papa, bukan berarti aku menerima kehadiran kamu, Pa."


"Sayang, Papa bersumpah jika kehadiran kamu di rahim ibumu tidak Papa ketahui. Jika saja Papa tahu saat itu Ibu kamu sedang hamil, tidak mungkin Papa tega memenjarakannya."


"Apa Papa tahu bagaimana aku harus menderita selama ini. Terpisah dari Ibu. Aku di panti asuhan dan ibu dipenjara. Hanya kehadiran ayah Bima yang menghibur aku!"


"Sekali lagi maafkan Papa, Nak!"

__ADS_1


"Aku tidak bisa memaafkan Papa terutama istrimu Merlin. Tunggu saja, masih ada pembalasan dariku. Atas fitnah keji darinya aku harus terpisahkan dari Papa dan Ibu. Yang paling sakit di sini adalah ibuku. Harus mendekam di penjara dalam keadaan hamil!"


Gilang mematikan sambungan ponselnya. Gerald berteriak memanggil nama putranya itu. "Gilang ... maafkan Papa, Nak!" teriak Gerald.


Gerald berdiri dan melihat ke lantai atas. Tampak Merlin yang sedang memandang ke arah dirinya. Gerald yang sedang emosi berlari menaiki tangga dan mendekati istrinya Merlin.


Tanpa Merlin duga, Gerald menarik rambutnya keras hingga dia tersungkur ke lantai.


"Lepaskan, Mas. Sakittt ... kau bisa mencabut seluruh rambutku!" teriak Merlin.


"Semua ini gara-gara kau! Kau yang telah memfitnah Agatha hingga aku memenjarakannya!"


"Itu semua salahmu! Kau yang membuat laporan. Kenapa menyalahkan aku?" tanya Merlin dengan suara lantang.


Mendengar Merlin menyalahkan dirinya, Gerald makin emosi dan menampar pipi Merlin keras hingga bibirnya pecah dan dari sudut bibirnya keluar darah segar.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2