
Di dalam kamar hotel Bima dan Agatha, masih saling menatap. Wanita itu merasa pernikahannya yang kedua ini lebih berarti dari yang pertama karena Gerald tidak pernah mencintai dirinya.
"Sekarang kamu mandilah, biar segar. Atau kamu mau kita main sebentar sebelum kamu mandi," bisik Bima.
Ucapan Bima itu membuat Agatha malu hingga pipinya memerah. Bima tersenyum melihat Agatha yang salah tingkah. Pria itu mendekati wajah Agatha, membuat wanita itu terdiam dengan menahan napasnya.
"Jangan di tahan nafasnya. Nggak lucu malam pertama, wanitanya pingsan," ucap Bima menggoda Agatha membuat wajah istrinya itu makin memerah.
Agatha memukul dada Bima pelan. Dia tidak menyangka ternyata Bima suka menggoda. Selama ini yang dia kenal pria itu selalu tampak serius.
Bima menangkap tangan Agatha dan menahannya. Dia kembali mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir wanita itu. Melihat Agatha hanya diam Bima melanjutkan ciumannya lebih dalam lagi.
Kecupan yang awalnya lembut akhirnya menuntut. Bima mulai memasukan lidahnya ke dalam mulut Agatha yang terbuka karena kaget di cium Bima. Bima bermain lidah di mulut Bima. Membelit lidah Agatha. Wanita itu awalnya hanya diam, tapi setelah beberapa saat mencoba mengimbangi permainan lidah Bima.
__ADS_1
Saat ini mereka saling membelit lidah. Hingga Bima menghentikan lu*mat*annya di mulut Agatha melihat istrinya itu sedikit sesak. Dihapusnya saliva mereka di mulut Agatha. Bima menggendong tubuh Agatha dan menghempaskan ke tempat tidur dengan pelan.
Agatha kini terlentang di tempat tidur. Bima lalu menaiki tubuh wanita itu dengan tangan yang menahan bobot tubuhnya agar tidak menghimpit tubuh istrinya.
Bima mengecup seluruh bagian di wajah Agatha. Setelah puas, ciuman turun ke leher jenjangnya dan meninggalkan jejak kepemilikan.
Tangan Bima merayap ke punggung Agatha dan membuka kancing gaunnya. Bima meloloskan gaun itu dari tangan Agatha. Tersisa saat ini hanya pakaian dalam Agatha. Wanita itu menarik napas dalam. Setelah hampir 9 tahun baru kali ini dia kembali di sentuh.
Bima berdiri dan membuka semua kain yang melekat di tubuhnya hingga polos. Melihat tubuh Bima yang sangat bagus, wajah Agatha makin memerah seperti kepiting rebus.
Setelah puas bermain di dada, kecupan Bima turun ke perut. Agatha merasakan suatu gelenjer aneh menjalar ditubuhnya. Bima membuka satu-satunya kain yang masih melekat di tubuh Agatha hingga keduanya saat ini sama-sama polos.
"Kamu sudah siap, Sayang? Kita akan mulai permainan ini?" tanya Bima. Agatha hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
__ADS_1
Bima mulai memasuki bagian inti tubuh Agatha. Wanita itu sedikit merintih, mungkin kaget karena setelah hampir 9 tahun baru dimasuki lagi. Setelah merasa tepat, Bima mulai menggoyangkan tubuhnya dan dibalas Agatha. Agatha membalas setiap tusukan yang dilakukan Bima dengan goyangan tubuhnya.
Suami Agatha itu tidak menyangka jika Agatha bisa membalas setiap goyangannya. Bahkan wanita itu minta posisi dibalik. Saat ini Agatha yang berada di atas tubuh Bima. Memimpin permainan mereka.
Hingga Bima berbisik, "Sayang, aku mau sampai."
"Aku juga, Mas. Kita keluar bareng saja," ucap Agatha makin mempercepat goyangannya di atas tubuh Bima.
Kedua insan yang sedang bahagia itu melenguh bersamaan. Menandakan keduanya sampai pada puncak permainan mereka.
Dengan posisi masih di atas tubuh Bima, Agatha menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan pria itu. Bima mnegecup dan memeluk pinggang istrinya itu.
"Terima kasih, Sayang. Ternyata kamu pro. Dikira cupu ternyata suhu," bisik Bima, membuat wajah Agatha kembali memerah karena malu.
__ADS_1
...****************...