DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG

DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG
Bab 9. Memancing Merlin


__ADS_3

Pagi hari setelah latihan, Gilang segera membersihkan tubuhnya. Setelah berpakaian rapi, Gilang turun ke lantai bawah. Tampak Merlin istrinya ayahnya itu yang sedang menyiapkan makanan.


Gilang berlari kecil menuruni tangga dan langsung duduk dihadapan Merlin. Gilang ingin memancing ibu tirinya itu untuk berterus terang mengenai apa yang terjadi delapan tahun yang lalu.


Kebetulan saat ini, Gerald sang ayah sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Gilang tahu, jika ayahnya itu akan lama berada di sana.


Tanpa Merlin tahu dan sadari, diam-diam bocah itu meletakkan alat perekam suara di bawah meja makan itu. Gilang akan memulai aksinya untuk merekam suara dari Merlin.


"Selamat Pagi, Tante Merlin," sapa Gilang.


Merlin memalingkan wajahnya dari makanan yang sedang dia hidangkan. Memandangi Gilang dengan wajah masam dan cemberut.


"Jangan suka marah-marah, Tante. Nanti Tante akan sulit punya anak. Apakah Tante tidak ingin memiliki anak seperti dulu lagi?" tanya Gilang.

__ADS_1


Merlin lalu memandangi wajah Gilang kembali. Apakah bocah ini tahu, jika dia pernah hamil? tanya Merlin dalam hati. Mana mingkin anak sekecil ini sangat pintar begini? Pasti semua ini hanya kebetulan saja.


"Jangan sok tahu dan sok pintar bocah. Usianya masih terlalu kecil untuk ikut campur urusan orang dewasa!" ucap Merlin dengan sedikit emosi.


Gilang tersenyum senang. Dia harus bisa memancing Tante Merlin buka suara. Semoga Ayah Gerald masih lama di kamar mandinya.


"Aku bukan sok tahu. Tapi aku tahu semuanya.Karena aku adalah anak dari istri pertama Om Gerald."


"Anak istri pertama Gerald? Kau bermimpi? Istrinya aja masuk penjara, bagaimana mungkin bisa hamil. Lagi pula aku tahu semuanya. Aku yang meminta seseorang membuat istrinya mendekam lama dipenjara. Bagaimana mungkin dia memiliki anak?"


Merlin bicara sambil tertawa. Teringat tuduhannya pada Agatha dan langsung dipercaya Gerald. Bukankah itu berarti pria itu sangat mencintai dirinya sehingga apapun ucapannya, dipercaya Gerald.


"Kamu hebat kalau memang bisa melakukan itu, Tante. Aku jadi takut. Aku tidak mau dipenjarakan!" ucap Gilang dengan wajah ketakutan khas anak kecil.

__ADS_1


Melihat Gilang yang ketakutan, Merlin merasa senang. Akhirnya dia memiliki kelemahan dari bocah ini. Ternyata dia sangat takut di penjara, pikir Merlin. Dia harus menakuti bocah ini agar tidak mengganggunya lagi.


"Aku bukan saja bisa membuat seseorang lama di penjara. Aku juga yang telah membuat wanita itu di tuduh atas sesuatu yang tidak dia lakukan. Jika kamu masih menggangguku, akan aku buat seolah kau ingin membunuhku sehingga kau juga akan mendekam di penjara seperti istri pertama Om Gerald!"


"Apakah istri pertama Om Gerald masuk penjara karena tudahan palsu dari Tante juga? Maaf Tante, aku nggak akan mengganggu Tante lagi kalau begitu! Aku tidak mau Tante masukan ke penjara," ucap Gilang dengan wajah makin ketakutan.


"Kamu memang betul. Aku yang membuat istri pertama Gerald masuk penjara dengan menuduhnya yang mendorongku hingga keguguran. Untuk itu aku minta kamu berhati-hati," ujar Merlin dengan suara penuh tekanan.


Wanita itu berharap jika Gilang menjadi takut dengannya. Kehadiran bocah itu sangat mengganggunya.


Namun, Merlin tidak sadar telah menggali lubang sendiri. Dia baru saja melakukan pengakuan atas kesalahannya. Gilang tersenyum licik. Bocah itu telah merekam semua percakapan mereka sebagai bukti.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2