
Rumah kediaman Gerald tampak ramai dengan para tamu undangan. Walau Cinta telah meminta agar pernikahan dilaksanakan secara sederhana, tapi sebagai seorang pengusaha dan pelatih yang terkenal, Gerald memiliki banyak sahabat dan kolega.
Akad nikah telah berlangsung tadi pagi. Siang ini tinggal menerima ucapan dari para tamu undangan. Semua tamu yang hadir memberikan doa terbaik buat kedua pengantin.
Selain kedua pengantin yang sedang berbahagia, tampak juga Gilang beserta Ayah dan Ibunya Agatha yang ikut gembira melihat pernikahan Gerald untuk ketiga kalinya. Agatha berharap ini pernikahan terakhir untuk mantan suaminya itu.
Gerald tidak bisa menghentikan bibirnya untuk tidak tersenyum, perasaan lega dirasakan setelah selesai ijab kabul dan mereka dinyatakan sah sebagai suami istri. Rasanya beban yang ada di pundaknya langsung terbang entah ke mana. Berulang kali dalam hatinya dia mengucap terima kasih kepada Tuhan karena sudah memberikan pendamping hidup seperti Cinta, wanita baik hati dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Berbeda dengan Gerald, Bu Cinta tampak sedikit gugup. Dia sadar diri. Melihat tamu undangan baik datang dari kalangan pejabat maupun dari pengusaha. Banyak yang Cinta kenal wajahnya dari majalah bisnis yang dia baca.
"Mas, aku malu," bisik Cinta. Gerald meminta Cinta memanggilnya Mas.
"Malu karena apa?" tanya Gerald sedikit berbisik karena takut di dengar tamu undangan.
"Malu dengan para tamu yang datang. Banyak pejabat dan pengusaha. Aku ini tidak ada apa-apanya di antara mereka."
__ADS_1
"Jangan malu begitu. Ingat! Saat ini kamu telah menjadi istri aku. Gerald!"
Seluruh karyawan Gerald datang menghadiri acara resepsi pernikahan mereka. Satu persatu mereka naik untuk memberi selamat dan doa restu kepada kedua mempelai. Hampir semua karyawan terkejut mendapati kenyataan istri atasan mereka hanyalah seorang guru honor.
Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul sebelas malam. Satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan rumah kediaman Gerald sebagai tempat berlangsungnya pesta pernikahan mereka. Dari siang hingga malam hari ini tamu undangan silih berganti datang untuk memberikan ucapan selamat pada kedua pengantin.
Gerald dan Cinta tadi berganti pakaian sebanyak tiga kali. Dari kebaya nasional hingga pakaian internasional yang malam ini mereka pakai. Kedua pengantin selalu saja menebarkan senyum karena rasa bahagia yang mereka rasakan.
Cinta tampak sudah kelelahan karena dari pagi duduk bersanding menerima tamu undangan. Gerald yang menyadari itu meminta istrinya untuk beristirahat.
Tiga tahun lamanya Gerald sudah menahan hasratnya selama dalam penjara. Agatha tidak ingin karena kehadiran putranya Gilang, malam pertama mantan suaminya itu gagal.
"Sayang, istirahat lagi yuk. Kamu keliatannya sangat kelelahan. Aku nggak mau gara-gara ini kamu jatuh sakit," ucap Gerald melihat Cinta yang telah sangat kelelahan.
"Tidak apa, Mas. Masih ada tamu. Teman kamu lagi. Nanti apa kata mereka jika aku masuk. Di kira aku tidak suka dengan kehadiran mereka."
__ADS_1
"Hanya tinggal beberapa orang. Mereka juga pasti akan pulang jika melihat kedua pengantin sudah tidak ada bertanding."
Setelah Gerald meyakinkan Cinta, wanita itu akhirnya setuju buat istirahat. Gerald mengajak Cinta langsung masuk ke kamar mereka. Cinta langsung membaringkan tubuhnya ke kasur karena snagat lelah.
Gerald yang melihat Cinta sangat kelelahan mendekati dirinya ke ranjang. Duduk di tepi ranjang. Menarik kaki wanita itu dan menaruhnya di paha. Pria itu menanggalkan sepatu yang Cinta kenakan. Memijatnya pelan hingga ke betis.
Cinta membuka matanya dan memandangi Gerald. Tersenyum pada pria itu. "Mas, sinilah. Berbaring aja di sebelah aku. Pasti Mas juga capek. Aku berbaring satu jam, setelah itu baru mandi," ucap Cinta memukul kasur di sebelah dia berbaring. Meminta Gerald berbaring di sampingnya.
Gerald menanggalkan sepatunya dan naik ke ranjang dan berbaring di sebelah Cinta dengan posisi miring menghadap wanita itu. Gerald mengecup dahi wanita yang dia cintai itu. Tidak menyangka jika akhirnya menikah dengan Cinta, guru putranya.
Sekamar dengan Gerald, membuat jantung Cinta berdebar. Mungkin bagi Gerald tidak begitu gugup karena ini pernikahan ke tiga baginya. Namun, bagi Cinta ini pertama kali dia sekamar dan berbaring berdua dengan seorang pria.
Gerald yang dapat mendengar degup jantung Cinta tersenyum pada wanita itu. Dia makin merapatkan tubuhnya ke Cinta. Mengecup dahi wanita yang dicintainya itu. Walaupun ini bukan yang pertama bagi Gerald, sesungguhnya dia juga merasa gugup. Setelah lama di penjara, akhirnya dia bisa menikah lagi dan akan melakukan hubungan lagi.
...****************...
__ADS_1