DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG

DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG
Bab 30. Pertandingan


__ADS_3

Bima dan Agatha duduk di bangku bagian depan gedung itu. Menyaksikan Gilang yang sedang bertanding.


Hari ini pertandingan yang Gilang ikuti sedang berlangsung. Gerald sebagai pelatihnya Gilang juga ada di tempat. Dia menemani bocah itu ada di lapangan.


Saatnya Gilang maju sebagai peserta. Gerald sebagai pelatih dan juga ayah kandung dari Gilang tampak tegang saat anak itu bertanding.


Bima dan Agatha juga tampak tegang. Beberapa menit berlalu, akhirnya Gilang dapat mengalahkan lawannya. Gerald yang berdiri di tepi lapangan langsung melompat dan berlari memeluk putranya.


"Selamat, Nak. Kembali kamu bisa menaklukkan lawan," ucap Gerald memeluk Gilang.


"Terima kasih, Papa Gerald," ucap Gilang. Bocah itu melepaskan pelukan Gerald dan berlari menuju Bima dan Agatha yang merentangkan tangannya untuk memeluk sang putra.


"Selamat Sayang. Ibu bangga padamu, Nak."


Agatha memeluk dan mengecup kedua pipi putranya itu. Bima juga ikut memeluk putra Agatha itu.


Dari tempatnya berdiri Gerald menyaksikan semua itu. Dia merasakan dadanya sesak melihat Gilang berbahagia bersama Bima dan Agatha.


"Seharusnya aku yang memeluk kamu dan mencium kamu, Nak. Ini memang salahku. Seperti kata Agatha, aku tidak ada hak dengan Gilang. Sejak dalam kandungan aku tidak pernah peduli," gumam Gerald dengan diri sendiri.

__ADS_1


Tibalah saatnya pemberian medali. Saat namanya dipanggil sebagai juara 1 dan juara umum, Gilang tampak tersenyum. Kembali Agatha memeluk putranya itu.


"Aku maju dulu, Ayah, Ibu," ucap Gilang.


"Silakan, Sayang. Ibu bangga denganmu."


"Ayah juga bangga. Kamu memang hebat," ujar Bima.


Gilang memeluk Bima sebelum berjalan maju menuju podium kemenangan. Gilang naik di podium paling atas.


Setelah pemberian medali dan hadiah lainnya, bocah itu di minta memberikan satu patah kata sebagai pemenang.


Gerald yang berdiri di samping podium tersenyum miring. Tampak kesedihan dari wajahnya. Anak kandung hanya menganggap dirinya sebagai pelatih.


Turun dari Podium Gilang berlari menuju Bima dan Agatha yang telah berdiri di tepi lapangan. Bima langsung menggendong putra tirinya itu. Mencium kedua pipinya. Gilang membalas dengan mencium kedua pipi Bima juga.


Agatha memeluk keduanya. Mereka bertiga berpelukan di tepi lapangan. Seperti keluarga bahagia lainnya.


Gerald menarik napas melihat semua itu. Dia berjalan mendekati Bima dan Agatha yang sedang memeluk Gilang. Gerald menahan rasa cemburu di hati melihat Bima memeluk Gilang sambil tertawa.

__ADS_1


"Selamat, Nak. Papa bangga denganmu," ucap Gerald mendekati Gilang.


"Terima kasih," jawab Gilang masih dengan memeluk Bima.


"Papa boleh memeluk kamu?" tanya Gerald.


Gilang memandang wajah Bima. Mungkin meminta pendapat ayah sambungnya itu. Bima yang mengerti maksud dari Gilang menganggukan kepalanya. Bima menurunkan Gilang dari gendongannya.


Begitu Gilang turun ke lantai, Gerald langsung memeluk Gilang. Berlutut menyamakan tingginya dengan bocah itu.


"Maafkan, Papa. Papa nggak tahu harus berkata apa lagi agar kamu mau menerima Papa. Atau kamu katakan saja apa yang harus Papa lakukan agar kamu memaafkan salah Papa."


Agatha yang berdiri di samping Bima memeluk lengan suaminya itu. Sesungguhnya dari dalam hati kecilnya, dia juga belum bisa memaafkan kesalahan Gerald. Jadi dia tidak bisa menasihati putranya untuk dapat menerima Gerald.


"Untuk saat ini tidak ada yang dapat Papa lakukan. Aku masih membenci Papa sebagai ayah yang telah membuang aku dan Ibu. Tapi sebagai pelatih, aku menghormati Papa. Jangan minta aku untuk dapat menerima Papa saat ini. Biarlah waktu mengobati sakit dan luka hatiku," ucap Gilang.


Ayah merupakan sosok kepala keluarga. Tak mengenal waktu sosok ayah merupakan tulang punggung dalam keluarga. Dia rela berkorban dan berjuang keras demi memberi nafkah kepada keluarganya.


Namun sosok ayah yang dianggap sebagai pahlawan bagi keluarganya, bisa berbanding terbalik. Tak jarang ada kasus seorang ayah yang menelantarkan keluarganya termasuk istri dan anaknya. Bahkan ada yang tega menyakiti sang istri dengan berselingkuh dengan wanita lain.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2