DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG

DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG
Bab 7. Mendekati Gerald.


__ADS_3

Setelah melihat Merlin makin meringis, Gilang jadi senang. Ini baru awal. Baru perkenalan. Pikir Gilang. Bocah itu ingin membalas semua perbuatan ayah dan selingkuhannya ini.


"Lepaskan tanganmu!" hardik Merlin. Tanpa dia sadar jika suaminya Gerald berdiri dibelakang dirinya. Gilang yang melihat kehadiran Gerald berpura-pura ketakutan mendengar suara bentakan dari Merlin.


"Kenapa Tante membentak aku. Padahal aku hanya ingin bersalaman!" ucapnya dengan wajah sedih. Gerald yang mendengarnya langsung mendekati keduanya.


"Gilang, ada apa?" tanya Gerald.


Gilang ingin tahu reaksi Gerald, jika dia menjelekkan istrinya. Apakah ayahnya itu lebih percaya dirinya atau istrinya.


"Selamat malam, Om Gerald. Apa kehadiran aku mengganggu? Bukankah Om yang meminta aku untuk latihan di rumah Om saja?" tanya Gilang dengan wajah memelas.


"Kenapa kamu bertanya begitu? Siapa yang merasa terganggu? Om senang jika kamu mau setiap hari berlatih di sini!"


Gilang mendekati Gerald dan memeluk lengan pria itu. Selama ini Gilang tahu jika Gerald sangat memperhatikan dirinya dari anak-anak didiknya yang lain. Bahkan temannya banyak yang iri melihat kedekatan mereka.


"Tante ini kelihatannya tidak suka dengan kehadiranku, Om. Dia menghardikku. Padahal aku hanya ingin bersalaman. Berkenalan dan menghargai Tente itu karena dia istrinya, Om!" ucap Gilang dengan wajah sedih.

__ADS_1


Gerald memandangi istrinya dengan wajah kurang senang. Pernikahan mereka yang telah berjalan hampir delapan tahun belum dikaruniai anak.


Tiga tahun belakangan ini, pertengkaran mulai ada di rumah tangga mereka. Hal kecil pun bisa jadi masalah. Semua itu sejak Gerald dekat dengan Gilang. Dia menjadi merindukan kehadiran seorang anak di tengah keluarga.


"Apa yang kamu lakukan pada Gilang?" tanya Gerald.


"Aku tidak melakukan apa-apa," ucap Merlin.


"Apa kamu ingin membantah apa yang dikatakan Gilang. Seharusnya kamu bersikap baik dan manis. Apa kamu lupa dengan apa yang dikatakan orang-orang, jika ingin cepat memiliki anak, cobalah bersikap baik dan menyayangi anak-anak sekitar kita. Siapa tahu Tuhan mempercayakan anak di rahimmu!"


"Aku sudah katakan, aku tidak melakukan apapun. Apa kamu lebih percaya dengan anak itu daripada aku? Kamu lihat sendiri, memangnya aku melakukan apa dengan anak itu?" tanya Merlin dengan nada tinggi.


"Jangan membantah, aku mendengar sendiri kamu menghardiknya tadi."


"Aku ...." Merlin berhenti berucap karena Gerald memotongnya.


"Sudahkah, kamu selalu saja membantah," ucap Gerald memotong ucapan Merlin.

__ADS_1


"Mari Gilang! Ikut Om. Kita latihan di lantai atas."


Gerald memegang tangan Gilang, mengajaknya melangkah menuju lantai atas. Baru beberapa langkah, Gilang memutar kepalanya, memandangi Merlin. Dia menjulurkan lidahnya mengejek wanita itu.


Melihat itu darah Merlin terasa sampai ke ubun-ubun. Dia sadar jika anak itu sengaja berbohong. Ini tidak benar. Merlin harus menjauhi anak itu dari suaminya.


Gerald sering menceritakan tentang anak yang bernama Gilang. Selama ini Merlin tidak merasa ada yang salah. Namun, melihat kedekatan anak itu dan perhatian yang diberikan Gerald, Merlin merasa anak itu merasa jika anak itu merupakan ancaman baginya.


Gilang memperhatikan semua isi rumah. Dalam hati anak itu berkata, jika ssmua ini seharusnya menjadi hak dia dan ibunya bukan wanita tadi.


"Kita latihan di sini saja. Apa kamu suka?" tanya Gerald.


"Aku suka, Om. Bahkan aku berniat ingin menginap di sini. Agar latihan pagi bisa segera kita lakukan setelah bangun tidur.Apa aku boleh menginap di rumah Om Gerald ini?"


"Tentu saja. Om senang banget jika kamu mau menginap, bahkan jika harus tinggal di sini juga tidak keberatan."


"Terima kasih, Om."

__ADS_1


Saatnya pembalasan di mulai. Aku akan merebut ayahku kembali darimu, Merlin. Setelah ayah takluk dan sayang denganku, giliran aku membalas sakit hatinya. Kalian berdua harus merasakan pembalasan dariku.


...****************...


__ADS_2