DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG

DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG
Bab 39. Bertemu Gerald


__ADS_3

Agatha masih kaget mendengar semua yang pengacara Gerald katakan. Dia takut memegang amanah sebesar itu. Takut nanti semuanya jadi kacau setelah berada di tangan dirinya.


"Pak, bukannya saya tidak mau menerima semua ini, tapi saya takut jika tidak bisa memegang amanah. Jika memang Mas Gerald mau menyerahkan seluruh hartanya buat Gilang, apa tidak sebaiknya saat ini Mas Gerald saja yang mengelolanya hingga Hilang dewasa dan pantas menerimanya."


"Semua tetap di tangani orang kepercayaannya Pak Gerald, tapi atas persetujuan dari ibu jika menyangkut pengeluaran."


"Tapi aku nggak tahu, Pak. Nanti takut salah dalam memberikan persetujuan."


"Jika itu yang Ibu ragu dan takutkan, ibu bisa tanyakan dan konsultasi dengan saya."


Agatha memandangi putranya. Dia sadar memang dalam harta Gerald ada hak anaknya, tapi apa harus semuanya diberikan pada Gilang.


"Pak, apa kah semua ini tidak berlebihan. Saya takut nanti anak saya di teror karena harta yang Mas Gerlad berikan."


"Siapa yang akan meneror Ibu. Atau apa Ibu dan Gilang membutuhkan pengawal. Saya bisa berikan satu atau dua orang?"


"Saya mau bertemu Mas Gerald dulu, sebelum menandatangani semua ini!" ucap Agatha akhirnya.


"Boleh, Bu. Saya akan menemani. Kapan Ibu ingin bertemu?" tanya Pengacara itu.


"Sekarang! Biar semua beres. Saya minta izin suami dulu."


Agatha meminta izin buat menghubungi suami-nya. Dia mencoba menghubungi Bima tapi tidak ada yang mengangkat.

__ADS_1


"Mungkin suami saya masih ada operasi. Saya sudah tinggalkan pesan. Mari kita pergi sekarang saja.


Agatha dan pengacara itu pergi menuju rumah tahanan tempat Gerald berada. Gilang hanya mengikuti apa yang Ibunya lakukan.


"Apa kita akan bertemu Papa Gerald, Bu?" tanya Gilang melihat jalan yang menuju rumah tahanan.


"Iya, Sayang. Ibu harus bicara dengan Papa kamu."


Gilang hanya mengangukan kepalanya. Dia yakin apa pun yang akan ibunya lakukan adalah hal yang terbaik untuknya dan ibu.


Setengah jam sampailah Agatha dan Gilang di rumah tahanan itu. Pengacara meminta izin bertemu Gerald. Pria itu dibawa ke ruang khusus.


Agatha dan Gilang telah menunggu kedatangan pria itu. Ada rasa gugup yang Agatha rasakan. Entah apa penyebab rasa gugup itu.


Gerald mendekati Gilang dan memeluk putranya itu. Walau beberapa hari yang lalu baru bertemu, tapi rasa kangen itu tetap selalu ada.


"Papa udah sembuh?" tanya Gilang. Mendengar pertanyaan Gilang putranya itu, dada Gerald terasa sesak ingin meledak. Rasa haru bercampur bahagia membuat dadanya terasa penuh. Ternyata putranya tetap memperhatikan dirinya.


"Papa udah mendingan. Kamu sehat, Nak?" Gilang hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Agatha tersenyum melihat interaksi keduanya.


Walau rasa sesak itu ada, apa lagi melihat rumah tahanan ini seolah mengingatkan dirinya jika dia pernah begitu lama menetap di sini. Setelah cukup lama berpelukan dengan Gilang perhatian Gerald tertuju pada Agatha.


Gerald tersenyum dengan mantan istrinya itu. Baru pria itu sadari jika wanita dihadapkannya saat ini begitu cantik. Selama ini mata hatinya tertutup dengan cinta buatnya pada Merlin.

__ADS_1


"Selamat siang, Agatha. Senang bisa bertemu kamu lagi," ucap Gerald gugup. Dia merasa salah tingkah berhadapan dengan wanita itu.


"Aku sehat, Mas. Aku datang dengan Gilang karena ada perlu dengan Mas Gerald," ucap Agatha terus terang.


"Katakan saja, Tata. Apa yang ingin kamu tanyakan atau sampaikan."


Mendengar Gerald memanggil namanya dengan sebutan Tata, membuat Agatha jadi teringat dengan panggilan yang khusus Gerald berikan untuknya.


Selama satu tahun pernikahannya dengan Gerald, rumah tangga mereka hanya biasa saja. Gerald tidak menunjukan perhatian yang berlebih atau pun berbuat kasar. Pria itu pulang kerja, makan malam dan langsung tidur. Begitulah kesehariannya.


"Apa maksud Mas Gerald memberikan semua harta buat Gilang. Aku tidak mau nanti ada yang marah dan menganggap aku mengajari Gilang buat merampas semua harta milik Mas."


"Siapa yang marah? Itu memang hak-nya Gilang. Lagi pula semua hartaku, jadi aku berhak untuk memberikan pada siapa yang aku inginkan!"


"Aku takut nanti Merlin tambah membenciku dan Gilang. Bukankah ada hak dia di dalam harta Mas Gerald karena dia istrinya Mas Gerald."


Gerald tersenyum mendengar ucapan Agatha. Jadi wanita ini pikir ada hak Merlin di dalam hartanya.


"Merlin tidak ada hak atas hartaku. Kami hanya nikah siri!" ucap Gerald.


Agatha tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Apa Gerald tidak salah bicara. Selama 8 tahun ini pernikahan pria itu dan Merlin hanya siri.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2